Isu - Isu Lingkungan
KRISIS LAHAN
PERTANIAN
Secara umum, negara-negara yang berhasil mengurangi tingkat
kekurangan pangan dicirikan oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat dan
khususnya peningkatan yang tinggi pada sektor pertaniannya (Syahyuti, 2006:
124). Dalam konteks inilah, pertanian menjadi pilar penting sebagai basis
menuju proses industrialisasi. Industrialisasi tidak seharusnya menyingkirkan
sektor pertanian dan petaninya yang seringkali dinilai lamban dalam mengikuti
perkembangan dan tidak menjadi investasi yang menguntungkan. Ekonomi berbasis pertanian
tetap menjadi pilihan yang ideal untuk mempertahankan keberlanjutan pangan
dibandingkan ekonomi ekstraktif yang berbasis pengerukan sumberdaya alam yang
tentunya pada suatu periode akan habis dan tidak bisa tergantikan kembali,
bahkan meninggalkan ongkos pemulihan ekologis yang sangat tinggi. Pertanian
pula yang menjadi penopang penting untuk ketahanan pangan.
Sebagaimana disinggung Siregar (2015), ketahanan pangan
merupakan salah satu dari 3 unsur penentu ketahanan ekonomi selain ketahanan
finansial dan ketahanan energi. Dalam konteks inilah, pangan menjadi penting,
termasuk sektor pertanian yang juga harus menjadi mainstream dalam pembangunan desa dan pembangunan nasional.
Ketahanan pangan bisa didefinisikan secara beragam. Ketahanan pangan dapat
diartikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin
dari ketersediaan yang cukup dari segi jumlah maupun mutunya, merata dan
terjangkau. Ketahanan pangan dikatakan bukan semata masalah produksi melainkan
juga akses terhadap bahan pangan yakni masalah ketersediaan dan harga yang
terjangkau selain soal ada atau tidaknya keswasembadaan pangan di tingkat
komunitas.
Berkaitan dengan ketahanan pangan, sebagaimana disampaikan
Krisnamurti (2008:13), Indonesia mengalami krisis sumberdaya lahan yang
ditandai dengan beberapa hal diantaranya: lahan kritis yang semakin luas,
turunnya kualitas jalan (pertanian), konversi lahan pertanian (yang lebih cepat
daripada pertambahan lahan pertanian baru), lahan per petani yang (semakin) sempit,
akumulasi penguasaan lahan pada sedikit pihak, keterbatasan lahan vs kebutuhan
pangan, dan reforma agraria yang belum berjalan. Dalam hal inilah dimunculkan 4
strategi yang dimungkinkan untuk dilakukan yaitu: 1) Mengoptimalkan pemanfaatan
sumberdaya lahan eksisting (lahan pertanian yang ada saat ini) agar lebih
produktif dan lestari baik secara kuantitas (luasan) maupun kualitas
(kesuburan/produktifitas); 2) Perluasan areal pertanian baru atau
ekstensifikasi dengan beberapa upaya seperti ekstensifikasi dengan memanfaatkan
lahan potensial; 3) Percepatan penyiapan pelaksanaan
kebijakan dan regulasi/kelembagaan seperti 'REFORMA AGRARIA' untuk percepatan
perluasan areal pertanian, pemberdayaan masyarakat pedesaan, pengesahan dan
implementasi RUU PLPPB untuk melindungi lahan pertanian pangan; 4) Kebijakan energi nasional melalui
pengembangan bioenergi dalam negeri.
KRISIS KELESTARIAN HUTAN
Menurut KBBI krisis/kri·sis/ a 1) keadaan yang
berbahaya (dalam menderita sakit); parah sekali; 2) keadaan yang genting;
kemelut; 3) Jadi Krisis Kelestarian Hutan dapat diartikan sebagai keadaan
lestari Hutan sedang ada dalam keadaan yang berbahaya dan genting.
Kerusakan sumber daya lahan dan hutan sudah sejak lama
terjadi, karena negara hanya memikirkan keuntungan ekonomis semata,
menjadikannya sumber devisa negara.
Bukan hanya karena keuntungan ekonomis, namun beberapa oknum – oknum tidak
bertanggung jawab juga banyak yang merusak, mengotori dan membotaki hutan-hutan
yang sebenarnya sangat penting bagi semua makhluk hidup. Memang benar, hal-hal
yang mereka lakukan berguna dan menguntungkan bagi kehidupan banyak orang.
Namun, keuntungan tersebut harus ditebus mahal, dengan terjadinya kerusakan
sumber daya lahan dan hutan.
Beberapa bentuk terjadinya kerusakan hutan
dipicu oleh berbagai kegiatan seperti:
1.
Ilegal
logging, yaitu penebangan yang terjadi di suatu kawasan hutan yang dilakukan
secara liar sehingga menurunkan atau mengubah fungsi awal hutan. Meskipun telah
ada larangan keras dari Pemerintah untuk melakukannya, akan tetapi sebagian
besar kalangan masyarakat masih melakukan kegiatan tersebut.
2.
Kebakaran
hutan, kebanyakan dari peristiwa kebakaran hutan terjadi karena faktor
kesengajaan. Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membakar hutan
untuk dijadikan lahan perkebunan, pemukiman, peternakan, dan yang lainnya.
3.
Perambaan
hutan. Para petani yang bercocok tanam tahunan dapat menjadi sebuah ancaman
bagi kelestarian hutan. Mereka bisa dapat memanfaatkan hutan sebagai lahan baru
untuk bercocok tanam. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang semakin pesat juga
dapat berkontribusi terhadap terjadinya perambaan hutan. Hal ini disebabkan
kebutuhan lahan untuk kelangsungan hidup meraka juga semakin meningkat. Dan
hutan menjadi salah satu object yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut.
4.
Serangan
hama dan penyakit
Mencermati kenyataan tersebut, penyelamatan Hutan menjadi
suatu yang harus memacu kita untuk mencegah punahnya tumbuhan sebagai aset yang
tidak ternilai harganya untuk modal pembangunan dan masa depan bangsa. Dengan itu, maka diperlukannya cara melestarikan hutan tersebut.
berikut beberapa cara melestarikan hutan:
1. Melakukan reboisasi
2. Menerapkan sistem
tebang pilih
3. Menerapkan sistem
tebang-tanam
4. Melakukan penebangan
secara konservatif.
5. Memberikan sangsi
bagi penebang yang melakukan penebangan sembarangan
6. Tidak membuang
sampah sembarangan di hutan
7. Melindungi dan
menjaga habitat yang ada di hutan
9. Mengurangi
penggunaan kertas berlebih
10. Mengidentifikasi
dan mencegah terjadinya kebakaran hutan
11. Melakukan seminar
pelestarian hutan
KRISIS MAKHLUK HIDUP DAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya
sumber daya air, udara, dan tanah, kerusakan ekosistem dan punahnya
flora dan fauna. Kerusakan alam dapat menyebabkan penyakit bagi
manusia, menciptakan lingkungan yang tidak sehat untuk ditinggali, habisnya
sumber daya alam, dll. Sedangkan kepunahan keanekaragaman hayati dapat
menyebabkan generasi mendatang tidak dapat menikmati keaneka ragaman hayati,
ketidakseimbangan ekosistem, menjadi potensi timbulnya penyakit atau wabah,
dll.
Hal
ini disebabkan oleh 2 faktor, yaitu kerusakan akibat peristiwa alam dan akibat
ulah manusia. Kerusakan akibat peristiwa alam contohnya letusan gunung berapi,
angin topan, banjir, gempa bumi, longsr, dll. Sedangkan kerusakan akibat ulah
manusia diantaranya polusi udara akibat kendaraan bermotor dan pabrik, polusi
air akibat limbah rumah tangga dan pabrik, pembakaran hutan, perburuan hewan
secara liar, eksploitasi alam besar-besaran, dll.
Kerusakan lingkungan memberikan dampak negatif terhadap
kehidupan manusia. Oleh sebab itu, diperlukan cara untuk mengatasi kerusakan
lingkungan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemunduran
lingkungan, yaitu reboisasi atau penghijauan di lahan yang telah rusak,
mencegah penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih, mengurangi
penggunaan bahan bakar fosil, dan menggantinya dengan bahan bakar alternatif,
membuat sengkedan di daerah lereng pegunungan yang digunakan sebagau lahan
pertanian, menggunakan bahan yang mudah diuraikan mikroorganisme, menerapkan
prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replant).
Sedangkan untuk melindungi keanekaragaman hayati bisa diterapkan beberapa cara
untuk mencegah kepunahan keragaman hayati, yaitu dengan tidak melakukan
perburuan liar, tidak memlihara hewan yang dilindungi, tidak mengonsumsi
hewan-hewan yang dilindungi, menjaga kelestarian alam tempat hewan-hewan
tinggal.
KRISIS ENERGI DAN
BAHAN-BAHAN MATERIAL
Krisis
energi adalah kekurangan dalam persediaan sumber daya energi ke ekonomi. Krisis
ini biasanya merujuk ke kekurangan minyak bumi, listik, atau sumber daya alam
lainnya. Krisis ini memiliki akibat pada ekonomi, dengan banyak resesi
disebabkan oleh krisis energi dalam beberapa bentuk. Krisis energi juga dapat
diartikan sebagai suatu keadaan ketika pasokan energi yang kita miliki tidak
cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan kita (khususnya listrik).
Krisis
energi yang terjadi saat ini disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil
sebagai sumber energi utama. Bahan bakar fosil sendiri membutuhkan berjuta-juta
tahun untuk dapat diperoleh kembali. Selain itu biaya yang harus dikeluarkan
untuk memproses bahan bakar yang siap pakai tersebut tidaklah sedikit, belum
lagi dampak pengrusakan lingkungan yang diakibatkannya. Di sisi lain, kita juga
kurang mengeksplorasi sumber-sumber energi lain yang masih bisa dimanfaatkan
dan bahkan lebih menguntungkan, baik dari segi waktu, biaya, dan juga dampaknya
terhadap lingkungan. Beberapa contoh diantaranya seperti sumber energi dari
angin, pasang-surut air laut, nuklir, dan bahkan dari sampah sekalipun. Di satu
sisi, kebutuhan energi semakin meningkat per tahun. Untuk menghadapi hal ini,
dibutuhkan energi terbarukan yang dapat diperbarui. Salah satu dari energi
tersebut adalah energi surya. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan
terjadinya krisis energi adalah sikap kita yang terlalu konsumtif dan boros
dalam memanfaatkan suatu energi.
Cara yang bijak
untuk mengatasi krisis energi dan sumber alam adalah dengan melaksanakan
keluarga berencana sehingga mengarah pada pertumbuhan nol (zero growth),
mengembangkan energi alternatif dan mengubah pola hidup yang boros pemakaian
energi dan sumber alam menjadi pola hidup yang menghemat pemakaian energi dan
sumber alam dengan melakukan 5R(reduce,
reuse, recycle, restore and replenish) serta memperhatikan dan
mempertahankan lingkungan hidup sehingga tidak merusak siklus ekologi.
KRISIS ATMOSFER
GLOBAL
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah
planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar
angkasa. Adapun fungsi atmosfer adalah untuk mengurangi radiasi cahaya matahari
yang sampai ke bumi pada siang hari, sedangkan pada malam harinya sebagai penghilang
rasa panas yang berlebihan, sebagai penahan bagian sistem tata surya seperti
meteor yang akan jatuh ke bumi, sebagai pendistribusi air ke berbagai penjuru
permukaan bumi atmosfer di sini memiliki peranan sebagai penampung uap air.
Tidak diragukan lagi seberapa pentingnya atmosfer bagi kehidupan di bumi.
Namun, pada zaman ini atmosfer mengalami krisis atau kerusakan. Beberapa hal
yang dapat mendukung rusaknya lapisan atmosfer adalah gas CFC (Clorofluorocarbon), banyaknya volume
penggunaan kendaran bermotor, gundulnya hutan sebagai paru-paru dunia, asap
hasil pabrik yang tidak disaring terlebih dahulu sebelum dibuang, bahan-bahan
rumah tangga yang berbahaya, banyak menggunakan
parfum, AC, atau bahan-bahan
aerosol.
Kerusakan pada atmosfer khususnya ozon dapat menjadi
malapetaka bagi kelangsungan hidup warga bumi. Dampak-dampak yang dapat terjadi
apabila atmosfer semakin menipis yaiut, penyakit mematikan akibat sinar
matahari yang tidak tersaring seperti kanker kulit, akan terganggunya
ekosistem, kenaikan sush yang ekestrim akan menyebabkan mencairnya es di kutub
utara yang berpotensi sebagai kenaikan air laut yang drastis
Adapun cara untuk mencegah penipisan dan lubang pada
atmosfir bisa diupayakan dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor secara berlebihan,
menggunakan kendaarn umum, meminimalkan penggunaan produk aerosol dna AC, banyak menanam tanaman atau
reboisasi pada hutan gundul.
KRISIS HIDROSFER
DAN LITOSFER
§ Pengertian Hidrosfer:
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi.
Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang
berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut,
lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan
udara. Hampir tiga per empat bumi ditutupi oleh air dengan jumlah yang tetap
dan hanya mengalami perubahan bentuk. Hal ini terjadi karena air mengalami
siklus yang disebut daur idrologi atau water cycle.
Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau
daur ulangair secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar
matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi
akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika
temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi
titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.Siklus hidrologi dibedakan menjadi
tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang.
1.Siklus sedang
Pada siklus sedang, uap air yang berasal dari lautan
ditiup oleh angin menuju ke daratan. Di daratan uap air membentuk awan yang
akhirnya jatuh sebagai hujan di atas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir
melalui sungai-sungai, selokan dan sebagainya hingga kembali lagi ke laut.
2. Siklus panjang
Pada siklus panjang, uap air yang berasal
dari lautan ditiup oleh angin ke atas daratan. Adanya pendinginan yang mencapai
titik beku pada ketinggian tertentu, membuat terbentuknya awan yang mengandung
kristales. Awan tersebut menurunkan hujan es atau salju di pegunungan. Di
permukaan bumi es mengalir dalam bentuk gletser, masuk ke sungai dan
selanjutnya kembali ke lautan.
Hidrosfer dikelompokkan menjadi dua, yaitu perairan
darat dan perairan laut.
1. Perairan di daratan
a.
Air tanah
b.
Air tanah dangkal
c.
Air tanah dalam
d.
Air permukaan
2.
Perairan Laut
Hidrosfer memiliki banyak sekali manfaat baik untuk manusia, hewan maupun tumbuhan. Air adalah sumber kehidupan, tanpa air
mungkin kehidupan ini tidak mungkin ada. Dalam hidrosfer terbagi menjadi beberapa macam, yaitu perairan air laut, perairan
air tanah (danau, rawa, sungai, waduk, bendungan, sumur, dll). Manusia sangat
membutuhkan air untuk minum,
memasak, mencuci dan masih
banyak lagi, begitu pula dengan tumbuhan, tumbuhan membutuhkan air untuk melakukan proses
fotosintesis, sedangkan hewan membutuhkan air untuk
habitat seperti ikan,
kerang, dll, untuk minum dll. Kita patut
bersyukur kepada Allah Karena diberikan sesuatu yang sangat
berharga yaitu
air, kadang air dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menyebabkan
bencana alam seperti
banjir. Banjir sebagian
disebabkan oleh perbuatan manusia, manusia membuang sampah, limbah, ketempat
yang tidak pada tempatnya (sungai, selokan) itu salah satu sebab mengapa terjadi
banjir. Untuk itu kita harus sadar dan sebisa mungkin mencegah terjadinya bencana
seperti banjir.
§ Pengertian Litosfer:
Secara bahasa litosfer berasal dari bahasa Yunani,
yaitu dari kata “lithos” yang artinya berbatu dan “sphere” yang artinya
lapisan. Jadi dapat dikatakan bahwa lithosfer merupakan lapisan paling luar
atau Kulit Bumi. Secara umum lapisan kulit bumi ini disusun mengkuti bentuk
muka bumi dan terdiri dari batuan serta mineral. Dalam istilah umum litosfer
sering kita sebut dengan permukaan bumi. Terdapat dua bagian utama litosfer, yaitu
litosfer atas atau yang sering kita sebut dengan permukaan daratan (penyusun
1/3 atau sekitar 35% bagian litosfer) dan litosfer bawah atau yang lebih sering
kita sebut dengan dasar lautan (penyusun 2/3 atau sekitar 65% bagian litosfer)
B.
FUNGSI / MANFAAT LITOSFER (KERAK BUMI)
·
Tempat makhluk hidup menjalani
kehidupannya
·
Batuan penyusun litosfer dapat
dimanfaatkan dalam berbagai bidang (paling banyak bidang industri)
·
Penyusunnya juga dapat dimanfaatkan
sebagai sumber energi dan pemenuhan kebutuhan manusia lain.
·
Mineral penyusun litosfer dapat
dimanfaatkan untuk banyak hal seperti bahan bangunan, peralatan rumah tangga,
industri elektronika, perhiasan, dll.
DAFTAR PUSTAKA
·
Krisis Lahan Pertanian
Apriantono,
Anton. "Kebijakan dan Strategi Pengembangan Lahan Pertanian untuk
Keberlanjutan Pangan dan Pengambangan Bioenergi". Prosiding Semiloka
Nasional 22-23 Desember 2008. Dalam Tarigan, Suria Dharma, dkk. 2009. Strategi Penanganan Krisis Sumberdaya Lahan
untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi. Departemen Ilmu Tanah dan
Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, p.9-12.
Siregar,
Hermanto. 2015. "Penguatan Ekonomi Daerah, Pengarusutamaan Pertanian:
Solusi Menghadapi Dinamika Global". Materi Kuliah Umum Sekolah
Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, 31 Agustus 2015.
Syahyuti.
2006. 30 Konsep Penting Dalam Pembangunan
Pedesaan dan Pertanian: Penjelasan tentang Konsep, Istilah, Teori, dan
Indikator serta Variabel. Jakarta: Bina Rena Pariwara.
·
Krisis Kelestarian Hutan
https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/dampak-akibat-kerusakan-hutan
·
Krisis Mahluk Hidup dan
Keanekaragaman Hayati
·
Krisis Atmosfer Global
·
Krisis Hidrosfer dan Litosfer
http://nazhifatunnl.blogspot.com/2012/05/materi.html











0 komentar:
Posting Komentar