PENGETAHUAN ILMU ALAM
OLEH
KELOMPOK 3 (MEDENY
OF AJ)
Debby
Nathania Permatasari – 02012170017
Melisa
Tanudiredja – 02012170013
Riany
Talita Dirk – 02012170012
KAJIAN
BUMI DAN ALAM SEMESTA
Teori Terbentuknya Alam
Semesta
Manusia
berusaha memahami alam semesta ini dari zaman dahulu bahkan sampai sekarang.
Pada jaman kejayaan Yunani, orang percaya bahwa Bumi merupakan pusat dari alam
semesta ini ( Geosentrisme ). Namun, berkat pengamatan dan pemikiran yang lebih
tajam, pandangan itu berubah sejak Zaman abad pertengahan yang dipelopori oleh
Copernicus menjadi Heliosentrik, yaitu matahari menjadi pusat beredarnya bumi
dan planet-planet lain. Pengertian alam semesta itu sendiri mencakup tentang
Mikrokosmos dan Makrokosmos. Mikrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai
ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amoeba, dan
sebagainya.Sedangkan makrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai ukuran yang
sangat besar, misalnya bintang, planet ataupun galaksi. Dengan diperolehnya
berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit yang sampai di
bumi.
Teori-teori
tersebut ialah sebagai berikut:
1. Teori Keadaan Tetap
(Steady–state Theory)
Teori
ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, herman bondi, thomas Gold ( 1948 ). Teori ini
berdasarkan prinsip osmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta,
dimana pun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebutlah alam
semesta terjadi pada suatu saat tertentu dimasa yang telah lalu sampai
sekarang. Segala sesuatu di alam semesta ini selalu tetap sama walaupun
galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang
oleh kenyataan, bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan
galaksi lama.Dengan kata lain bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk, tumbuh,
menjadi tua, dan akhirnya mati, jadi, teori ini beranggapan bahwa alam semesta
itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya ( Tanpa awal dan tanpa
akhir ).
2. Teori Ledakan Besar
(Big Bang Theory)
Teori
ledakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat besar dan
mempunyai berat jenis yang juga sangat besar. Kemudian massa tersebut meledak
dengan hebat karena adanya reaksi inti (George Lemaitre, 1930). Massa itu
kemudian berserak mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan.
Setelah berjuta-juta tahun, massa yang berserak itu membentuk kelompok-kelompok
galaksi yang ada sekarang. Mereka harus bergerak menjauhi titik pusatnya. Teori
ini didukung oleh kenyataan dari pengamatan bahwa galaksi-galaksi itu memang
bergerak menjauhi titik pusat yang sama. Selain itu, teori ini didukung oleh
pakar astronomi Arno Penzias dan Robert Wilson yang menemukan radiasi gelombang
mikro.
Teori Terbentuknya
Galaksi Dan Tata Surya
1.
Galaksi
Ada
satu Hipotesis (dugaan sementara yang harus teruji kebenarannya sehingga ia
menjadi teori), yaitu hipotesis Fowler (1957), menurutnya 12 ribu tahun yang
lalu, galaksi kita tidak seperti keadaan seperti sekarang ini, ia masih berupa
kabut gas hidrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasayang bergerak
perlahan melakukan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat, karena gaya
beratnya maka ia mengadakan kontraksi dan kondensasi sambil terus berputar pada
sumbunya. Saat kontraksi massa bagian luar banyak yang tertinggal. Bagian yang
berkisar (berputar) lambat dan mempunyai berat jenis yang besar akan membentuk
bintang-bintang. Dengan cara yang sama bagian luar yang tertinggal juga
mengadakan kondensasi sehingga terbentuklah planet. Demikian juga planet
membentuk satelit bulan. Galaksi, tempat matahari kita berinduk diberi nama
MILKY WAY atau BIMA SAKTI.
Macam-Macam Galaksi
Dari
hasil pengamatan selanjutnya, ternyata di alam semesta terdapat beribu-ribu
galaksi dengan berbagai bentuk dan ukuran yakni :
·
Galaksi
Elips
Galaksi
Elips merupakan galaksi yang sudah tua, terbentuk dari bintang-bintang yang
sudah tua, lebih redup dibandingkan tipe spiral dengan banyak bintang merah
besar, pambentukan bintang baru sudah berhenti.
·
Galaksi
Spiral
Galaksi
Spiral berbentuk spiral amat besar dengan inti di tengah (nukleus)dan lengan
spiral dan cakram (disk). Pada lengan ini terkonsentrasi debu dan gas (nebulae)
dimana terdapat pembentukan bintang aktif, bila dilihat dari samping, galaksi
ini tampak seperti elips berlengan dan dikelilingi atmosfer bercahaya, serta
terdapat lingkaran-lingkaran kumpulan beribu-ribu bintang yang disebut Globular
Cluster. Jumlah galaksi ini kurang lebih 80% dari galaksi yang ada. Salah satu
contoh galaksi spiral adalah galaksi Canes Venatici.
·
Galaksi
Tak Beraturan
Galaksi
Tak Beraturan terdiri dari bermiliar-miliar bintang muda berwarna putih
kebiruan dan bintang raksasa biru yang sangat panas. Diantara bintang-bintang
tersebut bertebaran gas dan debu luar angkasa. Banyaknya galaksi berbentuk tak
beraturan ialah 3%.
·
Bima
Sakti
Induk
dari matahari kita ialah galaksi Bima Sakti atau Milky Way, karena berdasarkan
pengamatan, Galaksi Bima Sakti bila dilihat dari atas berwujud seperti spiral
raksasa yang berputar. Dari samping terlihat seperti elips yang sangat besar. Bintang-bintang
bertebaran dalam lengan spiral, diantaranya matahari kita. Jaraknya 30.000
tahun cahaya dari pusat galaksi atau 20.000 tahun cahaya dari ujung atau
pinggir galaksi. Galaksi Bima Sakti bergaris tengah 100.000 tahun cahaya. Makin
ke tengah, tebaran bintang makin merapat dan diperkirakan pusat galaksi
merupakan bola bintang raksasa sehingga galaksi ini berbentuk bulat pipih
seperti kue cucur.
2.
Tata
Surya
Terdiri
dari benda-benda seperti meteor-meteor, planet, satelit, komet-komet, debu dan
gas antar planet yang beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Banyak
teori yang dikemukakan tentang terbentuknya tata surya namun dari beberapa
teori tersebut belum ada satu pun yang diterima oleh semua pihak, teori-teori
tersebut diantaranya :
a. Hipotesis Nebular
Dikemukakan
oleh Kant dan Laplace (1796) yang meyakini terbentuknya tata surya merupakan
kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas, yang sebagian terpisah
dan merupakan cicin yang mengelilingi pusat. Pusatnya itu menjadi sebuah bintang
atau matahari. Bagian yang mengelilingi pusat tersebut berkondensasi membentuk
suatu formula yang serupa dengan terbentuknya matahari tadi, setelah mendingin,
benda-benda ini akan menjadi planet-planet seperti bumi dengan benda-benda yang
mengelilinginya.
b. Hipotesis
planettesimal
Dikemukakan
oleh Chamberlain dan Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran yang
sama dengan teori Nebular yang menyatakan bahwa system tata surya terbentuk
dari kabut gas yang sangat besar, berkondensasi, perbedaannya ialah terletak
pada asumsi bahwa terbentuknya planet-planet itu tidak harus dari satu badan,
tetapi diasumsikan adanya bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat di
dekat bintang yang merupakan bagian dari tata surya kita. Kabut gas dari bintang
lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah
mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut Planettesemal. Planettesemal
merupakan benda-benda kecil yang padat. Teori ini merupakan jawaban dari
pertanyaan mengapa ada satelit-satelit pada Jupiter maupun saturnus yang
orbitnya berlawanan rotasi planet itu.
c. Teori Tidal atau
teori pasang surut
Dikemukakan
oleh James dan Harold Jeffreys (1919). Menurutnya planet merupakan pecikan dari
matahari yang disebut Tidal. Tidal yang besar akan menjadi planet baru
disebabkan karena bergerak mendekatnya dua matahari, hal ini jarang sekali
terjadi. Seperti dalam teori diatas bahwa dua bintang yang saling mendekat akan
membentuk planet yang baru.
d. Teori Bintang Kembar
Berpendapat
bahwa dulu matahari adalah sepasang bintang kembar. Oleh suatu sebab salah satu
bintang meledak akibat gaya tarik gravitasi, bintang yang satunya sekarang
menjadi matahari, pecahannya tetap beredar mengelilinginya.
e. Teori Creatio
Continua
Dikemukakan
Fred Hoyle, Bondi dan Gold. Berpendapat bahwa saat diciptakan alam semesta ini
tidak ada, alam semesta ada dan selamanya tetap ada setelah diciptakan. Setiap
saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap, yang kemudian mengembun
menjadi kabut, bintang dan jasad alam semesta, karena partikel yang lebih besar
daripada partikel yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan
mengakibatkan pemuaian alam semesta. Penegmbangan tersebut mencapai titik batas
10 milyar tahun, dalam kurun waktu tersebut akan menghasilkan kabut-kabut baru.
Teori ini berpendapat bahwa 90 % materi alam semesta ialah hedrogen yang
akhirnya membentuk helium dan zat-zat lainnya.
f. Teori G.P. Kuiper
(1950)
Teori
ini didasari keadaan yang ditemui di luar tata surya yang mengandaikan matahari
serta semua planet berasal dari gas purba di ruang angkasa, proses terlahirnya
bintang dikarenakan banyaknya kabut gas, yang lambat laun memampatkan diri
menjadi massa yang semakin lama semakin padat dikarenakan gaya gravitasi
molekul tersebut. Satu atau dua materi memadat di tengah dan gumpalan kecil
melesat di sekeitarnya. Gumpalan tengah menjadi matahari dan gumpalan kecil
menjadi bakal planet. Matahari yang sudah menjadi padat menyala dengan adanya
api nuklir dan kemudian mendorong gas yang masih membungkus planet menjadi
sirna sehingga tampak telanjang.
Sistem Tata Surya
Tata
surya adalah susunan benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari
sebagai pusatnya. Benda-benda langit tersebut terdiri dari 8 planet dengan
orbit berbentuk elips, satelit alami, komet, asteroid, dan meteroid.
Planet-planet tersebut senantiasa bergerak memutari matahari dikarenakan adanya
pengaruh dari gaya gravitasi matahari.
Tata
surya atau solar system termasuk dalam bagian alam semesta yang sangat luas.
Tata surya terletak di dalam salah satu galaksi dari sekian banyak galaksi yang
ada di ruang angkasa, yaitu galaksi Bimasakti (Milky Way). Kata Bimasakti
berasal dari tokoh pewayangan yang memiliki kulit berwarna hitam. Hal itu
dikarenakan orang jawa kuno menganggap bintang-bintang di langit membentuk
gambar Bima yang dililit ular naga.
Sistem
tata surya tersusun menjadi beberapa bagian yaitu matahari, 4 planet luar, 4
planet dalam, sabuk asteroid (main asteroid belt), dan dibagian terluar
terdapat sabuk Kuiper. Hanya enam dari delapan planet itu yang memiliki satelit
alami sedangkan 2 lainnya yaitu Venus dan Merkurius tidak mempunyai satelit
alami.
a)
Susunan
Tata Surya
Tata
Surya berarti adanya suatu organisasi yang teratur dengan matahari sebagai
induk. Pada zaman yunani kuno, orang-orang yunani mengenal lima planet yang
dilakukan dengan pengamatan secara kasar, planet tersebut ialah Merkurius,
Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus dengan bumi sebagai pusatnya, namun pada
abad ke-16 Nicolas Copernicus ( ilmuwan Polandia ) berhasil mengubah pandangan
salah yang dianut selama berabad-abd tersebut, menurutnya bumi ialah planet
sama halnya seperti planet lain, bumi beredar mengelilingi matahari sebagai
pusatnya ( heliosentris ), pandangan tersebut didasari perhitungan yang sistematis
yakni berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan dengan berkembangnya
matematika dan fisika sebagai sarana penunjang sehingga dapat mengamati
planet-planet lainnya termasuk planet Pluto sebagai planet terjauh.
Planet-planet
dapat dikelompokan menjadi dua, yakni planet dalam dan planet luar. Planet
dalam yakni planet yang dekat dengan matahari, yakni : merkurius, venus, bumi
dan mars. Planet Luar yakni terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, neptunus
dan Pluto. Planet dalam umumnya lebih kecil dari [lanet luar, namun mempunyai
massa jenis yang lebih besar.
Peredaran
planet mengelilingi matahri disebut gerak revolusi. Disamping itu planet-planet
beredar mengelilingi sumbunya disebut gerak rotasi yang menyebabkan timbulnya
peredaran siang dan malam. Gerak revolusi dan gerak rotasi searah jarum jam
yakni dari timur ke barat. Waktu untuk satu putaran revolusi disebut kala
revolusi yakni 365 ¼ hari dan waktu satu putaran rotasi disebut kala rotasi
yakni 24 jam.
b)
Bagian-Bagian
Tata Surya
Tata
surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet ,
satelit, meteor, komet, debu dan gas antarplanet beredar mengelilinginya.
Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi. Planet merupakan
suatu benda yang dingin, sinarnya yang tampak kemilau dari bumi itu, tidak lain
ialah cahaya matahari yang dipantulkan. Jadi, tidak ubahnya seperti bulan
purnama. Sebelum kita mengenal masing-maisng planet tersebut secara lebih
mendalam, sebaiknya kita bicarakan lebih dahulu tentang matahari sebagai pusat
tata surya.
1.
Matahari
Matahari
ialah suatu bola gas pijar yang terdiri dari 49% atom hidrogen (H) dan 5,6%
atom helium (He), serta sisanya campuran unsur-unsur karbon (C ) dan atom
lainnya. Bentuk matahari ternyata tidak bulat benar. Ia mempunyai semacam
ekuatoe dan kutub, karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000
mil, sedangkan garis tengah antarkutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari juga
merupakan tata surya yang paling besar karena 98% massa tata surya terkumpul
pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan
sumber-sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan
tiga lapisan kulit, masing-maisng fotosfer, kromosfer dan korona. Menurut
perhitungan para pakar, temperatur di permukaan matahari sekitar 6.0000 C.
jenis batuan atau logam apa pun yang kita kenal di bumi akan lebur pada tempera
tur setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya, yang
diperkirakan tidak kurang dari 25 juta 0C. Lapisan bola matahari bagian dalam
disebut fotosfer (bahasa Yunani, photos: cahaya, sphera: bola), yang artinya
bola bercahaya memancar, radiasi fotosfer sangat kuat pad agelombang tampak
mata. Sedangkan atmosfer bumi dapat meloloskan panjang gelombang tampak mata.
Mata manusia sangat sensitif terhadap panjang gelombang tampak mata ini. Fotosfer
tebalnya kira-kira 220 mil. Kromosfer (bahasa Yunani, chromos; warna, sphera:
bola). merupakan lapisan luar dari fotosfer. Warnanya kemerahan berasal dari
hidrogen yang berpijar. Lapisan ini mempunyai lidah-lidah api yang menjilat ke
laur. Tebal kromosger kira-kira 9.000 mil. Lapisan lebih luar dari kromosfer
ialah korona. Korona berupa sinar kemilauan yang tebalnya kadang-kadang meleihi
garis tengah matahari itu sendiri. Korona tampak jelas (berwarna putih perak)
mengelilingi matahari pada waktu terjadi gerhana matahari, karena fotosfer dan
kromosfer terhalang oleh bulan.
Matahari
sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :
·
Merupakan sumber energi
(sinar panas). Energi yang terkandung dalam batbara dan minyak bumi sebenarnya
juga berasal dati matahari;
·
Mengontrol stabilitas
peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan,
tahun serta mengontrol peredarana planet lainnya.
2.
Planet
Merkurius
Planet
merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius
tidak mempunyai satelit atau bulan dan juga hawa atau udara. Planet ini
mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan
yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang
berasal dari matahari diserapknya. Garis tengahnya 4.500 km lebih besar
daripada garis tengah bulan yang hanya 3.160 km. karena letaknya yang begitu
dekat dengan matahari maka bagian yang menghadap matahari sangat panas,
sebaliknya yang tidak menghadap matahari dingin sekali. Hal ini disebabkan
karena Merkurius tidak memiliki atmosfer dan bulan (satelit). Diperkirakan
tidak ada kehidupan sama sekali di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam
waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya lebih dari 28 hari, demikian
juga pada malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.
3.
Planet
Venus
Planet
ini dinamakan Venus karena bila dilihat dari bumi merupakan planet yang paling
banyak memantulkan cahaya matahari akibat sifat dari permukaanya. Orang Yunani
menganggap keadaan planet itu sangat cantik seperti dewi kecantikan mereka
(Venus). Planet ini lebih kecil dari bumi, mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya
matahari yang datang akan diserapnya. Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer)
yang mungkin terjadi dari karbon dioksida, tetapi tidak mengandung uap air dan
oksigen. Planet ini juga tidak mempunyai satelit. Venus menempati urutan kedua
terdekat dengan matahari. Planet ini terkenal sebagai bintang kejora yang
bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari. Besarnya hampir sama dengan
bumi, bergaris tengah 12.320 km, sedangkan bumi bergaris tengah 12.640 km.
rorasi Venus kurang lebih 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari)
selama 225 hari, artinya 1 tahun venus adalah 225 hari. Dengan analisis
spektrum atas cahaya yang datang dari Venus, dapat diketahui bahwa di sana
terdapat oksigen. Atas dasar analogi bahwa keberadaan gas oksigen yang tetap
jumlahnya di udara disebabkan oleh tumbuhan yang mengadakan fotosintesis maka
dapat diperkirakan bahwa di Venus pun ada kehidupan. Rotasi Venus berlawanan
dengan rotasi bumi, bumi berotasi dengan arah barat-timur, sedangkan venus
rotasinya timur-barat.
4.
Planet
Bumi dan Bulannya
Bumi
Bumi
menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Besarnya hampir sama dengan
venus dan bergaris tengah 7.900 mil atau 12.646 km.jarak antara bumi dengan
matahari ialah 149 juta km. jarak ini dijadikan satuan jarak astronomical Unit (AU).
Jadi, 1 AU = 149 juta km. Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti satu hari bumi
lamanya ialah 24 jam, sedangkan satu hari venus ialah 247 kali dari bumi, yakni
247 x 24 jam. Bumi mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Satu kali putaran
mengelilingi matahari disebut juga satu tahun . sekarang mari kita bandingkan
dengan 1 tahun merkurius = 88 hari bumi, sedangkan 1 tahun mars = 1,9 tahun
bumi. Berat jenis rata-rata bumi ialah 5,52.
Bulan
Bulan
merupakan satu-satuan satelit bumi dan tidak memiliki atmosfer. Jarak bulan dengan
bumi adalah 240 ribu mil= 384 ribu km dan bargaris tengah 2.160 mil atau 3,456
km. jarak terjauh bulan dari pusat bumi 406.700 km dan jarak terdekatnya
356.400 km. Pada permukaan bulan, terdapat gunung-gunung dan dataran rendah
seperti bumi. Namun lubang-lubang kepundannya tampak besar-besar sampai ada
yang bergaris tengah 8 km. Oleh karena bulan tidak beratmosfer maka raut
permukaan bulan tetap abadi sebab tidak ada erosi. Tidak adanya atmosfer dapat
dibuktikan dengan tidak dibiaskannya sama sekali sinar bintang yang datangnya
dari belakang bulan ke bumi. Sinarnya merupakan pantulan sinar matahari sehinga
dengan pantulan itu permukaan bulan dapat berubah-ubah. Perubahan penampakan
bulan disebut fase. Fase bulan terjadi karena bulan mengitari bumi (revolusi).
Ada
delapan fase bulan, yakni :
- Fase bulan baru, terjadi pada kedudukan dengan urutan matahari bulan-bumi (konjungsi)
- Fase bulan sabit, terjadi pada kedudukan setelah konjungsi dan akan memasuki kedudukan kuartir
- Fase bulan setengah penuh, terjadi pada kedudukan bulan-bumi tegak lurus pada matahari –bumi (kuartir)
- Fase bulan bungkuk, terjadi pada kedudukan setelah kuartir dan akan memasuki kedudukan oposisi
- Fase bulan purnama, terjadi pada kedudukan dengan urutan matahari bumi-bulan (oposisi)
- Fase bulan bungkuk, terjadi pada kedudukan oposisi dan akan memasuki kedudukan kuartir
- Fase bulan setengah penuh, terjadi pada kedudukan bulan bumi tegak lurus pada matahari-bumi.
- Fase bulan sabit, terjadi pada keadaan setelah kuartir dan akan memasuki kedudukan konjungsi.
Dalam
kalender yang mendasarkan pada peredaran bulan sebagai acuannya, tanggal
diambil pada saat bulan baru atau disebut bulan mati. Pada saat tersebut bulan
berada diantara bumi dan matahari sehingga tidak ada cahaya matahari yang bisa
dipantulkan bulan ke bumi. Kemudian, karena bulan bergerak mengelilingi bumi,
makin lama semakin banyak permukaan bulan yang tampak disinari matahari., bulan
mulai kelihatan sebagai bulan sabit. Dan ini langsung sampai sekitar tanggal 7,
yakni saat bulan dalam keadaan setengah penuh. Antara tanggal 7 dan tanggal 15, permukaan bulan yang
disinari matahari semakin banyak. Keadaan ini disebut bulan bungkuk.
Saat
bulan purnama, yaitu sekitar tanggal 14, bumi berada diantara bulan dan
matahari. Pada kedudukan ini bulan bersinar penuh, karena bulan berada persis
di belakang bumi, apabila dilihat dari matahari. Setelah bulan purnama
berlangsung, bulan memasuki fase bungkuk lagi, kemudian menjadi setengah penuh
pad atangga 21, dan menjadi bulan sabit lagi sampai bulan baru berikutnya. Perhitungan
tahun menurut bulan mengelilingi bumi disebut perhitungan qamariah (bahasa
Arab, qamar = bulan). Penanggalan Hijriah dasarnya adalah peredaran bulan
mengelilingi bumi. Perhitungan kapan mulai bulan baru dan kapan pula akhirnya
bulan ramadhan bagi umat islam menjadi sangat penting. Meningat pada bulan
ramadhan umat Islam berpuasa, kemudian setelah bulan Ramadhan berakhir, umat
islam dilarang berpuasa. Oleh sebab itu, pemeluk agama Islam harus mengetahui
secara tepat kapan mulai dan kapan berakhirnya bulan Ramadhan tersebut.
Perhitungan tahun menurut peredaran bumi mengitari matahari disebut perhitungan
Syamsiah (bahan arab, Syam = matahari). Contohnya penanggalan Masehi.
Gerhana bulan
Apabila
permukana bulan terkena oleh bayang-bayang bumi maka akan terjadi gerhana bulan
dan bila bumi yang terkena bayangan bulan maka terjadilah gerhana matahari.
Para ilmuwan telah dapat memperhitungkan dengan akurat, kapan akan terjadi
gerhana bulan, tidak saja pada tahun berapa, tapi hari, tanggal, jam bahkan perhitungan
detiknya.
5.
Planet
Mars
Planet
ini diberi nama sesuai dengan nama Dewa Pernah orang Yunani, karena planet ini
berwarna kemerah-merahan seperti darah yang diduga tanahnya mengandung banyak
besi oksigen. Pada permukana planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan
sawo matang yang selalu berubah sepanjang tahun. Dugaan ini bertolak pada
kenyataan-kenyataan berikut ini : Berdasarkan pengamatan melalui teropong dan
foto, pada permukana Mars terdapat semacam kanal (saluran atau dam air) yang
sangat panjang dan lurus sekali. Kanal ini menghubungkan bagian Mars yang
tertutup salju dengan bagian yang panas. Bila kanal ini buatan alam, apakah
mungkin selurus itu? Mars tampaknya diselubungi oleh atmosfer. Dugaan ini
bertolak dari kenyataan bahwa permukaan Mars dari waktu ke waktu selalu tampak
berbah, baik berubah dalam bentuk atau gambar maupun wa rnanya. Fenomena ini
mengarah kepada adanya tumbuhan pada permukaanya dan adanya awan yang menyelubungi
seperti layaknya di bumi. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa pada planet
Mars terdapat uap air meskipun dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi para
pakar lebih cenderung mengatakan bahwa perubahan warna permukana planet
disebabkan oleh angin pasir, bukan oleh organisme.
Hal
lain yang menarik di planet ini adalah adanya dua buah bulan dan biasa disebut
dengan nama satelit. Satelit yang kecil diberi nama phobos. Satelit ini dekat
dengan planet Mars dan hanya berjarak 3.700 mil (dibandingkan dengan jarak
bumi-bulan, 240 ribu mil). Garis tengah 10 mil (16 km). ia mengadakan revolusi
mengelilingi Mars dalam waktu 7 jam 39 menit, dan anehnya ia terbit dari barat,
terbenam di Timur. Phobos dalam satu hari Mars, terbit dan terbenam sebanyak 3
kali. Satelit yang besar dinamakan deimos. Satelit ini terbit ari timur dan terbenam
di sebelah barat setelah beberapa hari. Hal ini disebabkan karena revolusi
satelit Deimos hanya berbeda sedikit lebih cepat daripada rotasi Mars.
Fakta
lain yang perlu dicatat tentang mars adalah :
·
Jarak mars ke matahari
adalah 1,52 AU;
·
Bergaris tengah 3.920
mil (setengah dari bumi);
·
Bere volusi 1,9 tahun;
·
Berotasi 24 hari 37
menit;
·
Perlu pula diketahui,
bahwa menurut data yang dikirim oleh Mariner-4, di Mars tak ada oksigen, hampir
tak ada air sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air,
ternyata tak lebih dari lapisan salju yang sangat tipis. Ini pula kiranya yang
menjadi sebab, mengapa pada waktu tertentu kutub yang berwarna putih itu lenyap
dari pandangan mata.
6.
Planet
Jupiter
Jupiter
merupakan planet terbesar dalam tata surya kita. Ia bergaris tengah 86.600 mil
atau 138.560 km, mengadakan rotasi dengan cepat yaitu 10 jam (bandingkan 24 jam
untuk Bumi dan 247 hari untuk Venus). Jupiter tampak sebagai bintang yang
terang yang muncul di tengah malam. Akibat berotasi dengan cepat, bagian
ekuator lainnya menjadi sedikit mengembang dan mebentuk sabuk yang jelas. Berdasarkan
analisis spektroskopis, planet ini mengandung gas metana dan amo niak dalam
jmlah banyak, begitu juga gas hidrogen. Albedonnya 0,44 Bercak kemerahan
bergaris tengah 30.000 mil di bagian Selatan (telah diketahui dari tahun 1831)
diperkirakan adalah suatu kawah yang masih hidup (karena warnanya
berubah-ubah). Planet ini mempunyai 14 satelit atau bulan. Massa planet ini
sangat besar, hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya, yaitu 2,6 kali
gravitasi bumi. Artinya, bila suatu benda di bumi beratnya 100 kg maka berat
benda tersebut di JUPiter menjadi 260 kg. akibat selanjutnya, ia memiliki daya
tarik yang sangat kuat sehingga mampu menarik 12 satelit atau bulan yang berukuran
sangat besar. Dua diantaranya lebih besar daripada planet Merkurius. Tiga
darinya beredar berlawanan arah dengan sembilan lainnya. Bulan-bulan tersebut
memiliki lapisan atmosfer yang cukup tebal.
7.
Planet
Saturnus
Planet
terbesar kedua setelah Jupiter ialah Saturnus, karena planet ini bergaris
tengah 74.000 mil atau 118. 400 km dengan kecepatan rotasi yang sama dengan
Jupiter. Planet ini juga memiliki lapisan atmosfer yang terdiri dari gas etan,
amoniak dan hidrogen yang bersuhu rata rata 1030 C, tetapi suhu pada
permukaanya sangat rendah, yakni 2430 F. walaupun demikian, massa jenisnya
sangat kecil bila dibandingkan dengan air yakni 0,75 g/cm3. Yang paling menarik
dari planet ini ialah ditemukannya sabuk putih yang melilit ekuatornya dengan
jarak dari permukaan sejauh 7.000 mil sampai kurang lebih 37.000 mil. Sabuk ini
berbentuk pipih setebal 10 mil, dan berupa debu. Sabuk ini ternyata berputar
mengelilingi planet dengan kecepatan yang berbeda, sabuk bagian dalam jauh
lebih cepat daripada bagian luarnya. Sabuk atau cincin in I diduga berasal dari
satelit yang tidak pernah terbentuk, karena gaya ganggu Saturnus yang besar,
akibat letaknya yang terlalu dekat dengan Saturnus sehingga calon satelit itu
menjadi tidak stabil. Saturnus mempunyai 10 satelit dan yang terbesar ialah
titan (besarnya 2 kali bulan-bumi). Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan
sembilan satelit lainnya, menunjukkan bahwa phoebe bukan anak kandung saturnus.
Keanehan phoebe dan sabuk raksasa itu memperkuat Teori Tidal. Keanehan lainnya
ialah sabuk Saturnus itu itu mengembang dan merapat pada permukaan planet 15
tahun sekali.
8.
Planet
Uranus
Planet
ini ditemukan secara tak sengaja oleh Herschel dan keluarga pada tahun 1781,
ketika mereka sedang mengamati Saturnus. Besarnya Uranus kurang dari setengah
saturnus dengan garis tengah 50. 560 km atau 4 kali bumi. Oleh karenanya,
planet ini merupakan planet pertama yang dapat ditangkap oleh teleskop, karena
letaknya yang cukup jauh dari matahari. Uranus memiliki lima satelit. Berbeda
dengan planet lain, rotasi Uranus bergerak dari Timur ke Barat. Jarak ke
matahari adalah 2.860 juta km atau 19,2 AU, dan mengelilinginya dalam waktu 84
tahun. Kecepatan rotasi 10 jam 47 menit. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager
pada bulan Januari 1986, Uranus memiliki 14 satelit. Sama seperti Venus,
rotasinya berlawanan arah dengan rotasi bumi.
9.
Planet
Neptunus
Neptunus
ditemukan pada saat para astronom mengamati planet baru Uranus yang orbitannya
agak menyimpang dari perhitungan. Berdasarkan Hukum Newton (gaya tarik menarik
antara dua benda) diperkirakan ada benda langit besar lain yang mempengaruhi
orbit Uranus. Ternyata pengaruh tersebut disebabkan adanya Neptunus yang
merupakan planet terbesar ketiga pad atahun 1846. Planet ini, jika dilihat
dengan teleskop dari bumi berwarna kebiru-biruan. Dari spektrum cahayanya,
planet ini diketahui mempunyai atmosfer yang sebagian besar terdiri dari gas
metana. Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton.satelit
Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari
adalah 30,1 AU atau 4,470 juta km, bergaris tengah 28.000 mil dan mengelilingi
matahari dalam waktu 165 tahun sekali putar.
c)
Benda-Benda Langit Lain Dari Tata Surya
1) Asteroida atau
Planetoid
Pada
tahun 1801, piazzi seorang astronom Italia melalui pengamatan teleskopnya,
menemukan benda langit yang berdiameter 500 mil atau ± 900 km (bulan
berdiameter 2.160 mil atau 3.000 km) beredar mengelilingi matahari. Pada masa
ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak ± 2.000 buah, berbentuk
bulat-bulat kecil, yang terbesar disebut ceres dengan diameter 750 km.
benda-benda langit yang terkecil yang bisa diamati adalah yang berdiamter 1
mil. Kelompok benda langit ini disebut planetoida atau bkan planet untuk
membedakannya dengan sembilan planet utama yang telah dijelaskan tadi. Bila
seluruh massa planetoida ini dikumpulkan, jumlahnya tidak lebih dari 2% dari
massa bulan.
2)
Komet
atau Bintang Berekor
Meskipun
komet disebut sebagai bintang berekor, komet bukan tergolong bintang alam dalam
arti yang sebenarnya. Komet merupakan anggota tata surya yang beredar
mengelilingi matahari dan menerima energinya dari matahari. Komet sebenarnya
merupakan kumpulan bungkahan batu yang diselubungi oleh kabut gas. Diameter
komet termasuk selubung gasnya ± 100.000 km, sedangkan diameter inti yang
berupa bungkah-bungkah batu sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar
ultra violet akan bereksitasi pad agas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi
ini akan terjadi resonansi atau fluoresce nsi, dan gas akan berpendar
memancarkan cahaya. Akibat tekanan cahaya matahari, gas pendar ini akan
terdorong menjauhi matahari maka terbentuklah ekor komet. Karena komet selalu
menjauhi matahari maka jika komet mendekati matahari, ekornya dibelakang dan di
depan sewaktu menjauhinya.
3)
Meteor
Meteor
adalah benda angkasa yang tidak mengeluarkan cahayanya sendiri, tetapi dia
bukan binatang. Jadi, semacam benda-benda planetoida yang mungkin saja datang
dari luar tata surya kita. Meteor berupa batu-batu kecil yang bergaris tengah
antara 0,2-05 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor ini semacam debu
angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60
km per jam.
4)
Satelit
Satelit
merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet dan
bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi
planet disebut gerak revolusi satelit. Disamping itu, satelit juga melakukan
gerak rotasi, yaiotu beredar mengelilingi sumbunya sendiri Pada umumnya, arah
rotasi revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya, yaitu
dari Barat ke Timur kecuali satelit dari planet Neptunus. Planet yang telah
diketahui tidak mempunyai satelit adalah Merkurius maupun Venus. Bulan
merupakan satu satunya satelit dari planet bumi. Kala rotasi bulan adalah satu
hari, sedang kala revolusinya satu bulan. Karena kala rotasi bulan sama dengan
kala rotasi bumi, mengakibatkan permukana bulan yang menghadap ke bumi selalu
tetap. Jarak antara bumi dengan bulan, kurang lebih 384.403 km dan merupakan
benda langit yang paling dekat terhadap bumi jika dibandingkan bumi, bulan
mempunyai ukuran :
·
Massa bulan : 1/10
massa bumi
·
Garis tengah bulan : ¼
diameter bumi-3000 km
·
Gravitasi bulan : 1/6
gravitasi bumi.
Struktur Bumi
Struktur
bumi menurut pada ahli
Ada
juga ahli mengidentifikasi struktur bumi berdasarkan klasifikasi struktur dan
unsur kimianya. Latar belakang klasifikasi yakni berdasarkan ketika planet bumi
telah terbentuk dari massa gas, maka akan lambat laun mengalami sebuah proses
pendinginan. sehingga bagian terluar planet bumi berubah menjadi keras,
sedangkan bagian dalam bumi masih tetap dimana itu merupakan massa zat yang
panas dalam keadaan lunak.
Pada
saat proses pendinginan berlangsung dalam waktu yang menghabiskan jutaan tahun,
maka zat-zat pembentuk bumi yang terdiri dari berbagai jenis sifat kimia dan
fisikanya telah sempat memisahkan diri berdasarkan dengan perbedaan sifat-sifat
tersebut. Dari hasil-hasil penelitian terhadap bagian fisik bumi menunjukkan bahwa
batuan-batuan pembentuk sistem tata surya
pada bagian planet bumi dimulai dari bagian kerak bumi sampai inti bumi
dengan komposisi kandungan mineral dan
unsur kimia yang berbeda-beda.
Secara
struktur, Berikut adalah penjelasan mengenai struktur bumi :
A.
Kerak
bumi (crush)
Kerak
bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal
lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri
dari batu-batuan dan masam. Lapisan menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk
hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajat Celcius. Lapisan
kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalamn 100 km dinamakan litosfer.
Kerak dean mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity. Susunan kerak bumi
yaitu terdiri dari feldsfar dan mineral silikat. Lapisan bagian atas kerak bumi
yang berada di daerah daratan, biasanya dilapisi oleh tanah. Tanah, yang
terdiri atas kandingan partikel batuan yang telah ditimpa cuaca, dan juga
mengandung banyak zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup pada
zaman purba.Tanah bisa mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang
karena makanan hewan, baik langsung maupun tidak berasal dari tanaman.
B.
Selimut
atau selubung bumi (mantle)
Lapisan
ini juga disebut juga astenosfer. Selimut atau selubung merupakan lapisan yang
terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan
merupakan lapisan batuan padat. Selimut bumi terdiri dari campuran berbagai
bahan yang memiliki baik cair,padat dan gas dengan suhu yang tinggi. Suhu di
bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 derajat celcius. Mantel atau selimut
bumi ini yang membungkus inti bumi. adapun komposisinya kaya dengan magnesium.
Mantel bumi terdiri atas dua yaitu mantel atas yang memiliki sifat plastis hingga
semiplastis dengan kedalaman sampai 400 km sedangkan mantel bagian bawah
memiliki sifat padat dengan kedalaman hingga 2.900 km.
C.
Inti
bumi (core)
Inti
bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90
%),nikel (8 %), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900-5200 km.
Lapisan ini dibedakan menjadi dua yaitu lapisan inti luar (outer core) dan
lapisan inti dalam (innner core). Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km
dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 derajat Celcius. Adapun
inti bagian dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar
2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai
4.500 derajat Celcius. Pada penelitian geofisikia,inti bumi memiliki material dengan
berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri atas
material besi dan nikel. Sehingga para ahli percaya inti bumi tersusun dari
beberapa senyawa besi dan nikel. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat
disimpulkan bahwa karakteristik lapisan bumi paling dalam (inti) memiliki sifat
pejal atau keras yang diselubungi lapisan cair relatif kental, sedangkan pada
bagian luar atau atasnya berupa litosfer yang pejal dan keras pula.
Berdasarkan
susunan kimianya,bumi dapat dibagi menjadi empat bagian,yakni bagian padat
(lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan,bagian cair (hidrosfer) yang
terdiri dari berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut,danau,dan sungai
dan bagian udara (atmosfer) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi serta bagian
yang ditempati oleh berbagai jenis organisme (biosfer). Keempat komponen
tersebut berinteraksi secara aktif satu sama lain,misalnya dalam siklus
biogekimia dari berbagai unsur kimia yang ada di bumi,proses transfer panas dan
perpindahan materi padat.
Dari empat macam susunan kimia yang terdapat pada
bumi yang bisa dijelaskan yakni dua yaitu:
Atmosfer – Atmosfer
adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan
lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi terutama karena adanya
pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi. Fungsi atmosfer adalah
pada perputaran bumi ini akan mengakibatkan bergeraknya massa udara, sehingga
terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang
dapat menimbulkan arus angin. Pada lapisan atmosfer terdapat kandungan berbagai
jenis gas. Berdasarkan volumenya,jenis gas yang paling banyak terkandung
berturut-turut adalah nitrogen (N2) sebanyak 78,08 %,oksigen (O2) sebanyak
20,95%,argon sebanyak 0,93 %,serta karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,03%.
Berbagai jenis gas lainnya juga terkandung dalam atmosfer,tetapi dalam
konsentrasi yang jauh lebih rendah,misalnya neon (Ne),helium (He),kripton
(Kr),hidrogen (H2),xenon (Xe),ozon (O3), metan dan uap air.
Hidrosfer
– merupakan wilayah perairan yang mengelilingi bumi. hidrosfer meliputi
samudra, laut, danau, air, tanah,mata air, hujan, dan air yang berada di
atmosfer. Sekitar tiga perempat dari permukaan bumi ditutupi oleh air. Air di
bumi bersirkulasi dalam lingkaran hidrologi, dimana air jatuh sebagai hujan dan
mengalir ke samudra-samudra sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer.
Air di alam terbagi
menjadi tiga,sebagai berikut
- Air di permukaan bumi, meliputi laut, sungai, danau, rawa,salju, es dan glester
- Air di udara, meliputi uap air, kabut,dan berbagai macam awan
- Air di dalam tanah, meliputi air tanah,air kapiler,geiser dan artois
Jumlah
air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya
sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat,cair,dan gas) membentuk
suatu siklus atau daur yang disebut siklus/daur hidrologi. Siklus hidrologi
adalah proses perputaran air, seperti proses terjadinya hujan dari air menguap
menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh awan tersebut akan jatuh
dalam bentuk air hujan begitu seterusnya. Dalam siklus hidrologi air mengalami
perubahan bentuk.
Lapisan Pada Bumi
Sejauh
yang diketahui, bumilah satu-satunya tempat tinggal di jagatraya ini yang
dihuni makhluk hidup, di mana manusia berada. Bumi pada dasarnya adalah sebuah
bola batuan raksasa yang melakukan pergerakan di angkasa dengan kecepatan
hampir mencapai 3000 m per detik. Adapun Berat bumi sekitar 6000 juta ton.
Hampir dua pertiga bagian permukaan bumi yang berbatu-batu tertutupi oleh air. Pada
bagian batuan yang tidak tertutup air inilah akan membentuk bagian bumi yang
lain lalu kemudian disebut sebagai daratan. Bumi diselimuti oleh lapisan gas
yang dinamakan atmosfer dengan ketinggian lapisan sejumlah 700 km dari
permukaan bumi. Dari luar batas atmosfer inilah, di situlah lapisan yang
disebut lapisan luar angkasa.
Bumi terdiri atas
beberapa lapisan yaitu:
Atmosfer
– merupakan lapisan udara yang
mengelilingi bumi. Tebalnya ± 2.000 km. Lapisan udara ini terutama mengandung
nitrogen, oksigen,dan gas. Lapisan atmosfer menjaga bumi agar tidak terlalu
panas kena sinar matahari dan tidak terlalu dingin. Lapisan udara ini juga
melindungi bumi terhadap sinar ultra ungu dari matahari, sinar ini berbahaya
bagi berlangsungnya kehidupan. Di lapisan bawah atmosfer terdapat awan yang
mengandung butir-butir air yang berasal dari uap air lautan dan uap air daratan
turun ke bumi sebagai hujan.
Hidrosfer lautan
perairan – Lautan merupakan cekungan besar yang
berisi air dengan kedalaman rata-rata 3.500 m. Luas lautan mencapai dua per
tiga permukaan bumi.
Litosfer
– yaitu lapisan yang terletak di atas lapisan pengantara, dengan ketebalan 1200
km, berat jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm3. Suhu di bagian kerak bumi mencapai
sekitar 1.050º C. Litosfer biasa juga disebut sebagai lapisan batuan pembentuk
kulit bumi atau crust. Litosfer berasal dari dua kata yaitu katalithos
yangberarti batu dan katasfhere/sphaira dengan arti bulatan atau lapisan.
Dengan demikian Litosfer dapat dimaknai sebagai suatu lapisan batuan pembentuk
kulit bumi. Dalam kata lain, litosfer merupakan bagian lapisan bumi paling atas
dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun dari batuan penyusun kulit
bumi.
Kulit
bumi atau litosfer terdiri atas :
·
Lapisan
sial (si – silica – al – aluminium) – Yaitu lapisan
kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan aluminium,senyawanya dalam
bentuk SiO2 dan Al2o3. Dalam lapisan ini anatra lain terdapat batuan sedimen,
granit, andesit, jenis batuan metamorf dan batuan lain di daratan benua.
Lapisan sial disebut juga lapisan kerak yang bersifat padat dan kaku dengan
ketebalan rata-rata kurang lebih 35 km.
·
Kerak
benua – Merupakan benda padat yang terdiri
dari betuan beku granit ada bagian tasnya dan batuan beku basalt ada bagian
bawahnya. Kerak ini yang menempati sebagai benua. Kerak benua terdiri kandungan
mineral berupa Si,Al. Adapun ketebalannya sekitar 30-80 km (Condie,1982) dan
rata-rata 35 km sedangkan berat jenisnya yaitu sekitar 2,85 mg/cc. Biasanya
kerak benua disebut juga lapisan granitis karena terdiri dari susunan batuan yang
berkomposisi batuan granit.
·
Kerak
samudera – Merupakan benda padat yang terdiri
dari endapan di laut ada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan-batuan
vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridotit.
Kerak ini yang menempati samudra. Kerak samudra terdiri atas mineral yakni
Si,Fe,Mg. Ketebalan kerak samudra sekitar 5-15 km (Condie,1982). Berat jenisnya
rata-rata sebanyak 3 mg/cc. Nama lain dari kerak samudra yaitu lapisan basaltis
karena penyusunnya berupa batuan yang berkomposisi basalt.
Perbedaan
dari kedua kerak ini bukan hanya dari ketebalan dan berat jenisnya namun juga
terdapat perbedaan umur. Batuan kerak benua telah diketahui sekitar 200 juta
tahun yang lalu. Umur inilah yang muda dibanding dengan kerak benua karena
kerak benua telah ditemukan pada 3800 juta tahun yang lalu. Lapisan sima, yaitu
lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam-logam silisium dan megnesium dalam
bentuk senyawa siO2 dan Mgo. Lapisan ini mempunyai berat jenis lebih besar
daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium,yaitu mineral
ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan yang bersifat
elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.
Kulit
bumi memiliki lapisan batuan dengan ketebalan 4-80 km. Adapun batuan kulit bumi
adalah:
- Batuan beku – Batuan jenis ini ialah batuan yang terbentuk karena magma pijar yang mendingin menjadi padat. Berdasarkan tempat pendinginannyaada tiga macam batuan beku.
- Batuan tubir/batu beku dalam. Batuan ini terbentuk jauh di dalam kulit bumi dan hanya terdiri atas kristal saja. Karena pendinginannya lambat sekali maka kristalnya besar-besar, misalnya granit.
- Batuan leleran/batu beku luar, Batuan ini membeku di luar kulit bumi sehingga temperatur turun cepat sekali. Zat-zat dari magma hanya dapat membentuk kristal-kristal kecil, dan sebagian ada yang sama sekali tidak dapat menjadi kristal. Itu sebabnya batuan leleran ada yang terdiri atas kristal-kristal besar, kristal-kristal kecil dan bahan amorf, misalnya liparit. Ada yang hanya terdiri atas bahan amorf, misalnya batu apung.
- Batuan korok/batu beku gang. Batuan ini terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Karena tempatnya dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat.Itu sebabnya batuan ini terdiri atas kristal besar, kristal kecil, dan bahkan ada yang tidak mengkristal. Misalnya bahan amorf dan granit fosfir. Bila batuan beku lapuk maka bagian-bagiannya yang lepas mudah diangkut oleh air, angin, atau es, dan diendapkan di tempat lain.Batuan yang mengendap ini disebut batuan sedimen. Batuan ini mula-mula lunak, tetapi lama-kelamaan menjadi keras karena proses pembatuan.
- Dilihat dari perantara atau mediumnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut:
- Batuan sedimen aeris atau aeolis .Pengangkut batuan ini adalah angin. Contohnya tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.
- Batuan sedimen glasial, Pengangkut batuan ini adalah es. Contohnya moraine.
- Batuan sedimen aquatis (aqua = air). Batuan ini terdiri dari:
- Breksi, yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batu yang bersudut tajam yang sudah direkat satu sama lain.
- Konglomerat, yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batuyang bulat-bulat yang sudah direkat satu sama lain
- Batu pasir, yakni batuan sedimen yang terdiri atas kristal-kristal.
- Batuan sedimen lakustre, yakni batuan sedimen yang diendapkan di danau. Contoh : turf danau dan tanah liat danau.
- Batuan sedimen kontinental, yakni batuan sedimen yang diendapkan di laut. Contoh : tanah los dan tanah gurun pasir.
- Batuan sedimen marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut. Contoh: lumpur biru di pantai, endapan radiolaria di laut dalam, dan lumpur merah.
2. Batuan metamorf
– Batuan ini merupakan batuan yang mengalami perubahan yang dahsyat. Asalnya
dapat dari batuan beku atau batuan sedimen
Perubahan
itu dapat terjadi karena bermacam-macam sebab sebagai berikut:
- Karena suhu tinggi – Suhu tinggi berasal dari magma, sebab batuan itu berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosa ini disebut metamorfosa kontak. Contoh: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
- Karena tekanan tinggi – Tekanan tinggi dapat berasal dari adanya endapan-endapan yang tebal sekali di atasnya. Contoh: batu pasir dari pasir.
- Karena tekanan dan suhu tinggi – Tekanan dan suhu tinggi kalau ada pelipatan dan geseran waktu terjadi pembentukan pegunungan, metamorfosa seperti ini disebut metamorfosa dinamo.Contoh: batu asbak, schist, dan shale.
3.
Mesosfer atau mantel bumi – Di bawah kerak bumi terdapat lapisan mantel
bumi. Mantel ini merupakan lapisan batuan setebal sekitar 2.900 km. Suhu di
bagian bawah lapisan mantel mencapai 3.700º C, tetapi batuan tetap padat karena
berada di bawah tekanan tinggi.
4.
Barisfer – Yaitu lapisan inti bumi
berupa bahan padat yang tersusun dari lapisan ini (niccolum =nikel dan ferrum=
besi). Jari-jari +- 3.470 km dan batas luarnya ada kurang lebih 2.900 km di
bawah permukaan bumi. Inti bumi terdiri atas dua lapisan, yaitu inti dalam dan
inti luar.1) Inti luar tebalnya ± 2.000 km terdiri atas besi cair, suhunya
mencapai 2.200ºC.2) Inti dalam terdapat di pusat bumi, merupakan sebuah
bolaberdiameter 2.740 km. Bola ini terdiri atas besi dan nikel padat.Suhu di
pusatnya menjadi ± 4.500ºC.
5.
Lapisan pengantara – Yaitu lapisan
yang terdapat di atas lapisan nife setebal 1.700 km. Berat jenisnya rata-rata 5
gr/cm3. Lapisan pengantara, disebut juga asthenosfer (mantle), merupakan bahan
cair bersuhu tinggi dan berpijar.
Asal
mula kehidupan manusia di bumi
Pembentukan Bumi
Dalam
terbentuknya bumi tidak diketahui secara pasti tapi yang diketahui bahwa proses
terbentuknya bumi tidak lepas dari proses terbentuknya tata surya yang menurut
pendapat para ahli yang mengemukakan teori-teorinya proses terbentuknya tata
surya yang merupakan juga proses terbentuknya bumi antara lain sebagai berikut:
Teori Nebula (Kabut)
Teori
Nebula disebut jug dengan Teori Kabut Kant-Laplace yang dikemukakan oleh
Immanuel Kant (1755) dan Peiere De Laplace (1796). Teori ini menjelaskan bahwa
di jagat rayat terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut (nebula). Kabut
tersebut berupa debu, es, dan gas yang sebagian besar unsur gas berupa
hidrogen. Adanya gaya gravitasi membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan
kemudian menyusut dan mengeras serta berputar semakin cepat. Dalam proses
perputaran yang sangat cepat, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar
memisah dan memadat karena pendinginan. Bagian yang terlepar tersebut kemudian
membentuk planet-planet dalam tata surya. Tahap-tahap terbentuknya bumi pada
teori tebula adalah sebagai berikut:
- Matahari dan planet-planet masih berbentuk gas, kabut yang pekat dan besar.
- Kabut berputar dan memadat yang terjadi dipusat lingkaran karena gaya gravitasi.
- Kemudian terbentuk planet-planet dari materi-materi kecil pada saat bersamaan terbentuknya matahari yang lebih kecil dari matahari.
- Materi tersebut semakin membesar dan tumbuh melakukan gerakan teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk susunan keluarga matahari.
Teori
Planetisimal
Teori
Planetisimal dikemukakan oleh Forest Ray Multon seorang ahli astronomi dan
bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, ahli geologi , pada awal abad ke -20.
Teori ini mengatakan bahwa matahari terdiri dari gas yang bermassa besar dan suatu ketika bintang melintas disamping
matahari yang sangat dekat yang hampir terjadi tabrakan, Dekatnya bintang dan
matahari terdapat pengaruh gaya gravitasi yang mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi, dari
besarnya gaya gravitasi sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan
matahari dan permukaan bintang dan membentuk gumpalan-gumpalan akibat dari
penyusupan, lalu terjadi pendinginan dan padat, terbentuklah planet-planet yang
mengelilingi matahari.
Teori Pasang Surut Gas
(Tidal)
Teori
pasang surut dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffereys pada tahun 1918.
Teori ini menjeaskan bahwa terdapat suatu bintang besar yang mendekati matahari
yang masih berbentuk gas, dari besarnya massa matahari dan besarnya massa
bintang yang melaju membentuk sebuah tonjolan-tonjolan pada matahari yang disebabkan gaya tarik bintang yang
melaju. Semakin menjauhnya bintang melaju dengan matahari maka
tonjolan-tonjolan tersebut berpisah dan membentuk sebuah gumpalan-gumpalan gas
yang membeku dan terbentuklah plant-planet baru termasuk diantaranya bumi.
Teori Bintang Kembar
teori
bintang kembar dikemukakan oleh R.A. Lyttleton seorang ahli Astronomi.
Menurutnya, bahwa teori ini berasal dari bintang kembar yang berkombinasi.
Dimana salah satu bintang meledak sehingga bahan materialnya terlempar, dari
besarnya gaya gravitas bintang yang tidak meledak membuat material yang
terlempar kemudian akan tertarik dan mengelilingi matahari. Bintang yang tidak
meledak disebut dengan matahari. Sedangkan pecahan bintang yang lain adalah
planet-planet yang mengelilinya.
Teori Big Bang
Teori
Big Bang berawal dari puluhan milyar tahun lalu yang awalnya terdapat gumpalan
kabut raksasa yang berputar pada prosesnya lalu. Putaran tersebut memungkinkan
bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar serta bagian besarnya
berkumpul di pusat dengan membentuk cakram raksasa dimana suatu saat terjadi
ledakan dasyat dari gumpalan besar tersebut membentuk galaksi dan
nebula-nebula, selama kurang lebih 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut
membuka dan membentuk galaksi bimasakti, selanjutnya membentuk sistam tata
surya, Gumpalan yang terlempar keluar mengalami kondensasi sehingga membentuk
gumpalan-gumpalan yang dingin dan memadat. Kemudian gumpalan tersebut membentuk
planet-planet, termasuk bumi. Teori Big Bang banyak dipercaya oleh para ahli
dan merupakan titik terakhir dari pencapaian titi terakhir ilmu pengetahuan
tentang asal mausal alam semesta. Di dibuktikan bahwa Big Bang adalah jumlah
heterogen dan helium sesuai dengan sisa peninggalan peristiwa big bang. Dimana
jika alam semesta tidak memiliki permulaan maka unsur hidrogen telah habis sama
sekali dan berupa menjadi helium.
Teori-Teori
Perkembangan Bumi
Setelah
terbentuknya planet, termasuk bumi, kemudian bumi berkembang yang diketahui
terdapat beberapa teori-teori dalam perkembangan bumi antara lain sebagai
berikut:
1.
Teori
Kontraksi (Contraction Teory)
Teori
yang dikemukakan oleh Descrates (1596-1650), yang mengatakan bahwa bumi semakin
lama akan menyusut dan mengerut dari adanya pendinginan sehingga permukaan
terdapat relief yang beragam seperti gunung, dataran, dan lembah. Teori ini
mendapat dukungan dari James Dana (1847- Elie de Baumant (1852), yang kedunya
berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan
pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut dan
terbentuk pegunungan dan lembah-lembah.
2.
Teori
Dua Benua (Laurasia-Gondwana Teory)
Awalnya
bumi terdiri atas dua benua yaitu Laurasia yang berada di sekitar kutub utara
dan Gondwana disekitar kutup selatan bumi. Kedua benua tersebut bergerak
perlahan ke arah equator bumi yang pada akhirnya terpecah membentuk benua-benua
kecil. Laurasia terpecah menjadi Amerika utara, Asia, Eropa. Sedangkan Gondwana
terpecah menjadi Amerika selatan, Australia, dan Afrika. Teori
Laurasia-Gondwana pertama kali diitemukan pada tahun 1884 oleh Edward Zeuss.
3.
Teori
Pengapungan Benua (Continental Drift Teory)
Teori
ini dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912 yang mengatakan bahwa awalnya bum
terdapat satu benua yang disebut dengan pangea yang kemudian terpecah-pecah dan
terus mengalami perubahan melalui pergerakan dasar laut. Gerakan rotasi bumi
yang sentripugal, mengakibatkan pcahan benua yang bergerak ke arah dan menuju
ke equator. Teori ini didukung dengan bukti-bukti kesamaan garis afrika bagian
barat dengan amerika selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil
di kedua daerah tersebut.
4.
Teori
Konveksi (Convection Teory)
Teori
yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H.Hess. Kemudian teori ini
dikembangkan oleh Robert Diesz yang mengemukakan bahwa bumi masih dalam keadaan
panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada
di atasnya. Ketika arus konveksi membawa sebuah materi yang berupa lava sampai
ke permukaan bumi di mild oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava
tersebut kemudian akan membeku dan membentuk lapisan kulit bumi yang baru
sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua.
5.
Teori
Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Teory)
Teory
yang dikemukakan oleh Tozo Wilson yang berdasarkan teori lempeng tektonik,
kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada diatasnya lapisan
astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit
bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada
lapisan astenosfer dengan posisi berada dibawah lempeng tektonik kulit bumi.
Proses Terbentuknya
Bumi Secara Singkat
Bumi
dahulunya adalah Debu dan gas. Kemudian Debu dan Gas tersebut terkena sinar
matahari. Tibalah batuan,lama kelamaan suhu di tengah bumi semakin panas. Batuan
tersebut meledak sangat dahsyat sehingga terbentuklah bumi. Bumi terbentuk
sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Sebentuk membentuk lima benua,Bumi terdiri
dari 1 Benua mahabesar yaitu Pangea,Kemudian terbentuklah Benua Laurasia di
Utara dan Benua Godwana diselatan yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik
tengah. Setelah Itu terpecah beberapa benua yaitu Benua Laurasia menjadi
Amerika Utara,Eropa,Asia dan Artik dan Benua Godwana menjadi
Australia,Afrika,Amerika Selatan,India,Kepulauan Indonesia dan Kepulauan
Pasifik sehingga terbentuk bumi sampai sekarang.
Pembentukan Benua
Bumi terbentuk antara 4.600 sampai 3.500 juta tahun
yang lalu. Pertamatama bumi tertutup oleh benda yang meleleh dari gunung
berapi. Benda ini lama kelamaan mendingin dan membentuk kerak. Uap air dalam
lapisan udara memadat dan membentuk lautan. Hanya sedikit yang tersisa dari
bentang darat vulkanis dari zaman dulu. Beberapa batuan yang diendapkan melalui
sungai membuktikan bahwa dulu terdapat daratan di Australia pada lebih dari
4.000 juta tahun yang lalu.
Kehidupan awal
Sejak 3.500 sampai 1.000 juta tahun yang lalu bumi
masih panas dan karbondioksida sangat terpusat dalam lapisan udara. Keadaan ini
membantu bertumbuhnya bentuk kehidupan awal.Pada saat itu hanya ada satu
mahabenua yang sangat besar di dunia, yang dikenal dengan sebutan Pangea.
Terpisah-pisahnya Pangea
Kira-kira antara 400 dan 230 juta tahun yang lalu,
mahabenua Pangaea akhirnya terpecah menjadi dua benua besar. Kedua benua baru
tersebut disebut Gondwana dan Laurasia.Gondwana mengapung ke arah selatan
sedangkan Laurasiamengapung ke arah utara.Australia, India,Antartika, Irian
Jaya, dan bagian-bagian Pulau Sulawesi merupakan bagian dari Gondwana. Diagram
dalam Gambar 11.2 menunjukkan pecahnya Pangea menjadi Laurasia dan daratan
Gondwana. Dalam Gambar 11. 3 daratan Gondwana tampak sebagai suatu mahabenua
yang terpisah.
Gondwana terpecah
Kira-kira 150 juta tahun yang lalu benua besar Gondwana
mulai terpecah. Pertama-tama, Afrika dan Amerika selatan terpisah dengan India,
Antartika danAustralia. Hal ini tampak dalam Gambar 11.4. Kira-kira 100 juta
tahun yang lalu, India terpisah denganAntartika. Hal ini tampak dalam Gambar
11.5
Australia dan Antartika terpisah
Australia tetap tersambung denganAntartika sampai
kira-kira 55 juta tahun yang lalu, kemudian ia terpisah danmulai mengapung ke
arah utara. Pemisahan itu disebabkan adanya keretakan yang terus melebar di
antara kedua benua tersebut. Keretakan tersebut menyebabkan dasar laut meluas,
sebagaimana tampak dalam gambar 11.7.
Australia kemudian menjadi benua tersendiri yang
terpisah. Terus bergeraknya Benua Australia ke utara membawanya ke daerah garis
lintang yang beriklim lebih hangat. IklimBenuaAustralia menjadi lebih hangat
dan lebih lembab, serta banyak hutan tropis bermunculan di seluruhAustralia.
Waktu terus berlalu danBenuaAustraliamemasuki daerah garis lintang yang
bergurun-gurun, sehingga iklimAustralia menjadi lebih kering.
Lempengan-lempengan bumi
Kerak bumi terbagi menjadi lempengan-lempengan. Ada
enam lempengan benua yang besar dan ada beberapa yang kecil. Di antara
lempengan-lempengan itu terdapat retakan-retakan besar di kerak bumi.
Lempengan-lempengan itu bergerak perlahan-lahan ke arah permukaan bumi. Di
beberapa tempat, lempengan-lempengan tersebut bergerak salingmenjauhi dan di
beberapa tempat lain lempengan-lempengan itu bergerak saling mendekati dan
bertabrakan.
Di daerah yang lempengannya saling menjauhi, timbul
bahan lelehan dari dalam bumi melalui retakan-retakan yang ada. Bahan lelehan
ini kemudian menjadi dingin dan membentuk batuan yang disebut basal.
Terpisahnya lempengan-lempengan bumi ini terjadi jauh di bawah lautan di bumi.
Basal yang timbul kemudian membentuk deretan pematang bawah samudera. Deretan
ini disebut pematang tengah samudera. Semakin banyak bahan lelehan muncul dan
membentuk basal, bahan tersebut mendorong lempengan-lempengan bumi untuk
semakin jauh berpisah. Hal inimenyebabkanmelebarnya dasar samudera. Terdapat
pematang tengah samudera di antara Australia dan Antartika.
Pematang ini melebar sebesar 6 sampai dengan 7,5
sentimeter per tahun. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan
India-Australia ke arah utara sehingga bertabrakan dengan lempengan Eurasia.
Tabrakan ini dimulai sekitar 25 juta tahun yang lalu dan terus berlanjut hingga
sekarang. Lempengan India-Australia sedang didorong ke bawah lempengan Eurasia.
Proses ini disebut penunjaman.
Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk Pegunungan
Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa serta tanah
tinggi Nugini.Australia bagian utara telah didorong ke arah bawah sehingga
membentuk Teluk Carpentaria dan Laut Timor serta Laut Arafura. Tabrakan
lempengan-lempengan bumi tersebut tampak dalam Gambar 11. 8. Ketika pinggiran
lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan
tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. Suhu yang sangat
tinggi telah melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. Di
banyak tempat, magma ini kemudian muncul melalui retakan di permukaan bumi dan
membentuk gunung-gunung api.
DAFTAR
PUSTAKA
Mahadua. Teori Terbentuknya Alam Semesta.
(Online)
Sari, Maya. Struktur Bumi dan Penjelasannya.
(Online)
https://ilmugeografi-com.cdn.ampproject.org/v/s/ilmugeografi.com/ilmu-bumi/struktur-bumi/amp?usqp=mq331AQECAE4A&_js_v=0.1. 19 Juni 2018.
Hadi, Abdul.
Proses Terbentuknya Bumi. (Online)
http://www.softilmu.com/2014/01/sejarah-terbentuknya-bumi.html. diunduh
pada 19 Juni 2018.
Respati,
Dian. Proses Pembentukan Benua.
(Online)
http://geografisku.blogspot.com/2017/01/proses-pembentukan-benua.html. diunduh
pada 19 Juni 2018.













0 komentar:
Posting Komentar