Pages

Jumat, 27 Juli 2018

ALAM PIKIR MANUSIA & PERKEMBANGANNYA SERTA SEJARAH PERKEMBANGAN MANUSIA

ALAM PIKIR MANUSIA & PERKEMBANGANNYA SERTA SEJARAH PERKEMBANGAN MANUSIA


1.1     TEORI KEBENARAN:
1.      Teori Kebenaran Koherensi adalah suatu pernyataan benar jika sesuai dengan pertanyaan sebelumnya yang dianggap benar.
2.      Teori Kebenaran Korespodensi adalah suatu pernyataan benar jika sesuai dengan fakta.
3.      Teori Kebenaran Pragmatis adalah suatu pernyataan benar jika bermanfaat /berguna.
4.      Teori Kebenaran Wahyu  adalah suatu pernyataan benar jika sesuai dengan kitab suci/agama.

1.2      PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA :

1. Sikap Unik Manusia 

Manusia sebagai salah satu penghuni bumi mempunyai beberapa kelebihan yang unik (berbeda) dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Sifat unik manusia adalah rohaninya, yani akal budi dan kemauannya yang sangat kuat sehingga manusia dapat mengembabgkan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Berikut adalah sifat unik manusia yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya :
      Manusia sebagai HOMO SAPIENS 
Homo Sapiens adalah mahluk yang berpikir sehingga merupakan mahluk yang cerdas dan bijaksana. Dengan daya pikirnya manusia dapat berpikir apakah yang sebaiknya dilakukan pada masa sekarang atau masa yang akan datang berdasar kan pertimbangan masa lalu yang merupakan pengalaman. Pemikiran yang sifatnya abstrak merupakan salah satu wujud budaya manusia yang kemudian diikuti wujud budaya lain, berupa tindakan atau perilaku, ataupun kemampuan mengerjakan suatu tindakan.



      Manusia sebagai HOMO FABER
Homo Faber artinya manusia dapat membuat alat-alat dan mempergunakannya atau disebut sebagai manusia kerja dengan salah satu tindakan atau wujud budayanya berupa barang buatan manusia (artifact). Manusia menciptakan alat-alat karena menyadari kemampuan inderanya terbatas, sehingga diupayakan membuat peralatan sebagai sarana pembantu untuk mencapai tujuan. Misalnya, karena indera matanya tidak mampu melihat angkasa luar atau mahluk kecil-kecil maka diciptakan teropong bintang dan mikroskop, karena terbatasnya kekuatan fisik maka diciptakannya roda sebagai sarana utama keretauntuk mengangkut barang-barang berat.

      Manusia sebagai HOMO LONGUENS
Homo Longuens adalah manusia dapat berbicara sehingga apa yang menjadi pemikiran dalam otaknya dapat disampaikan melalui bahasa kepada manusia lain. Bahasa sebagai ekspresi dalam tingkat biasa adalah bahasa lisan. Antara suku bangsa dengan suku bangsa lain terdapat perbedaan bahasa. Di tingkat bangsa, perbedaan bahasa tersebut akan semakin jauh. Perbedaan lebih tinggi diwujudkan dalam tulisan sehingga sebuah pemikiran dapat diterima oleh bangsa atau generasi bangsa lain (bila tahu mengartikannya).
      Manusia sebagiai HOMO SOCIUS
Manusia sebagai Homo Socius artinya manusia dapat hidup bermasyarakat, bukan bergerombol seperti binatang yang hanya mengenal hukum rimba, yaitu yang kuat yang berkuasa. Manusia bermasyarakat diatur dengan tata tertib demi kepentingan bersama. Dalam masyarakat manusia terjadi tindakan tolong-menolong. Dengan tindakan itu, walaupun fisiknya relatif lemah, tetapi dengan kemampuan nalar yang panjang tujuan-tujuan bermasyarakat dapat dicapai.
      Manusia sebahai HOMO AECCONOMICUS 
Artinya manusia dapat mangadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo Aeconomicus). Salah satu prinsip dalam hukum ekonomi adalah, bahwa semua kegiatan harus atas dasar untung-rugi, untung apabila input lebih besar daripada output, rugi sebaliknya. Dalam tingkat sederhana manusia mencukupi kebutuhannya sendiri, kemudian atas dasar jasa maka dikembangkan sistem pasar sehingga hasil produksinya dijual di pasaran. Makin luas pemasaran barang makin banyak diperoleh keuntungan. Salah satu usaha meningkatkan produktivitas kerja dapat dijalankan dengan mempergunakan teknologi modern sehingga dapat ditingkatkan produktivitas kerja manusia.
      Manusia sebagai HOMO RELIGIUS
Artinya manusia menyadari adanya kekauatan ghaib yang memiliki kemampuan lebih hebat daripada kemampuan  manusia, sehingga menjadikan manusia berkepercayaan atau beragama. Dalam tahap awal lahir animisme, dinamisme, dan totenisme yang sekarang dikategorikan sebagai kepercayaan, kadang-kadang dikatakan sebagai agama alami. Kemusian lahirlah kepercayaan yang disebut sebagai agama samawi yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, percaya kepada nabi-Nya, dan kitab suci-Nya yang dipergunakan sebagai pedoman.
      Manusia sebagai HOMO HUMANUS dan HOMO AESTETICUS
Artinya manusia berbudaya, sedangkan homo aesteticus artinya manusia yang tahu akan keindahan. Dari perbedaan-perbedaan yang sedemikian banyak makin nyata bahwa manusia memang memilki sifat-sifat yang unik yang jauh berbeda dari pada hewan apalagi tumbuhan. Sehingga manusia tidak dapat disamakan dengan binatang atau tumbuhan

2. Rasa Ingin Tahu

Manusia mempunyai naluri dan daya nalar. Dengan nurai, manusia ingin selalu berbuat baik untuk dirinya dan lingkungannya, manusia memiliki kemampuan berpikir yang menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin tahu manusia tentang segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Dengan daya nalar, pengetahuan yang diperoleh saat ini merupakan dasar dari munculnya rasa ingin tahu tetntang lainnya
Rasa ingin tahu manusia (curiosity) selalu berkembang karena pikiran manusia berkembang dari waktu kewaktu, rasa ingin tahunya atau pengetahuannya selalu bertambah sehingga terjadi timbunan pengetahuan . Jadi pengetahuannya tidak idle, sedemikian rupa terjadilah perkembangan akal manusia sehingga justru daya pikirnya lebih berperan dari pada fisiknya. Dengan akal tersebut manusia memenuhi tujuan hidupnya disamping untuk melestarikan hidup untuk memenuhi kepuasan hidup serta juga untuk mencapai cita-cita.
Manusia selalu ingin tahu dalam hal apa sesungguhnya yang ada (know what), bagaimana sesuatu terjadi (know how), dan mengapa demikian (know why) terhadap segala hal. Orang tidak puas apabila yang ingin diketahui tidak terjawab. Keingintahuan manusia tidak terbatas pada keadaan diri manusia sendiri atau keadaan sekelilingnya, tetapi terhadap semua hal yang ada di alam fana ini bahkan terhadap hal-hal yang gaib. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta tersebut merupakan dasar dari perkembangan ilmu alam.
Ada 2 dorongan yang mempengaruhi perkembangan pengetahuan manusia antara lain, yaitu:
1.      Dorongan yang bersifat praktis :
Manusia sebagai makhluk yang dapat berpikir, berakal, berkebudayaan berusaha menjadikan hidupnya lebih aman, nyaman, dan mutunya lebih tinggi. Dorongan ini membuahkan ilmu pengetahuan terapan atau teknologi.
2.      Dorongan yang bersifat non-praktis/teoritis :
Manusia memiliki sifat ingin tahu dan mengerti akan obykenya. Dorongan ini lah yang akan menumbuhkan pengetahuan dalam ilmu pengetahuan murni atau ilmu murni. 
Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat (dongeng) menyangkut tokoh kuno, seperti dewa, peri, manusia yang sangat perkasa, raksasa dan sebagainya yang berkenaan dengan keberadaan alam untuk menjawab keterbatasan manusia tentang alam. Dalam mitos manusia bersungguh-sungguh menggunakan imajinasinya untuk menerangkan gejala alam yang ada, meskipun belum tepat karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Disampaikan dari mulut ke mulut sehingga sulit diperiksa kebenarannya meskipun gejala yang dibahas memang ada dan meyakinkan.
Mitos juga bisa mengkaitkan seorang tokoh dengan terbentuknya suatu daerah. Terlepas dari tokoh tersebut pernah ada atau tidak, namun dihubungkan dengan kejadian disuatu daerah sebagai “bukti pembenaran”. Misalnya tokoh Sangkuriang dengan gunung Tangkuban Perahu di jawa barat.
Mitos dipercayai kebenarannya karena beberapa faktor. Pertama, keterbatasan manusia dalam hal pengetahuan. Manusia pada zaman tertentu mengalami keterbatasan pengetahuan, belum banyak yang diketahui. Pengetahuan diperoleh dari orang kemudian diceritakan lagi kepada orang lainnya baik pengetahuan tersebut sudah benar atau tidak, hal tersebut tidak menjadi permasalahan karena jika tidak benar maka akan dikalahkan setelah adanya kebenaran dan membuat pengetahuan seseorang bertambah. Kedua, keterbatasan penalaran manusia. Untuk menemukan penalaran yang benar maka pikiran manusia harus terus menerus dilatih sehingga penalaran yang salah akan kalah oleh penalaran yang benar. Ketiga, keingintahuan manusia harus segera terpenuhi. Sebagian kebenaran yang ada dapat diterima manusia dengan akal, namun sebagian lainnya diterima dengan intuisi yaitu atas dasar kata hati tentang sesuatu yang benar. Kata hati irrasional yang diterima masyarakat awam sebagai suatu kebenaran disebut pseudo science.

1.3     TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA  

Ø TAHAP TEOLOGIS 

Tingkat pemikiran manusia bahwa benda-benda di dunia ini semuanya berjiwa dan disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada diatas manusia. 
Tahap Teologis dibagi menjadi 3 sub-ordinat, yaitu:
-          Fetishism/Animisme;        gejala   yang    terjadi karena kekuatan gaib/supernatural. 
-          Polytheisme; gejala yang terjadi karena adanya kekuatan para dewa. 
-          Monotheism; gejala yang terjadi karena adanya satu Tuhan. 

Ø TAHAP METAFISIS 

Pada tahap ini, manusia masih percaya bahwa gejal-gejala didunia ini disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada diatas manusia. Manusia belum berusaha untuk mencari sebab-sebab dan akibat-akibat gejala-gejala tersebut.  

Ø TAHAP POSITIF 

Tahap dimana manusia telah sanggup untuk berfikir secara ilmiah, dan pada tahap ini ilmu pengetahuan berkembang.  

1.4     SEJARAH PENGETAHUAN MANUSIA :
Pada umumnya manusia belajar dari mengamati alam sekitar. Meskipun pada awalnya manusia memperoleh pengetahuan berdasarkan intuisi (bisikan hati), berdasarkan firasat, seperti mendung pertanda akan hujan; berdasar mitos, seperti pelangi adalah selendang bidadari. Kemudian manusia mulai melakukan percobaan, seperti memperbanyak tanaman dengan biji dan sebagainya. 
Perkembangan lebih lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk memenuhi kebutuhan nonfisik atau kebutuhan alam pikirannya, untuk itu manusia mereka-reka sendiri jawabannya. Auguste Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap positif (tahap ilmu).
Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metafisika. Mitologi ialah pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos sendiri disebarluaskan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain. Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan pengetahuan, penalaran dan panca indera manusia serta keingintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara. Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600 SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar Matahari) dan bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap. Tonggak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia ialah Thales (624546) seorang astronom, pakar di bidang matematika dan teknik, berpendapat bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya memantulkan sinar matahari, dan lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh perubahan lainnya seperti Anaximander, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras dan sebagainya yang mengemukakan sederet teori dan konsep tentang alam yang kemudian disebut ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan manusia terbentuk oleh proses akumulasi secara kuantitatif (semakin banyak) dan kualitatif (semakin teliti daya ramalnya) selama berabad-abad.
Perkembangan ilmu pengetahuan dapat dan selalu terjadi karena manusia :
1.      Mempunyai dorongan dan rasa ingin tahu untuk mengembangkan pengetahuan serta pengetahuan bermanfaat praktis untuk memecahkan masalah.
2.      Memiliki bahasa. Bahasa manusia bersifat : dapat mewakili istilah yang bersifat abstrak atau konkret; dapat berkembang (sehingga timbul istilah baru); dapat direkam (berbentuk tulisan, gambar, lambang atau bunyi).
3.      Mempunyai daya nalar. Manusia memiliki daya nalar yang membedakan dengan hewan. Hewan mempunyai naluri yang jauh lebih kuat dibanding manusia. Kemampuan burung pelatuk untuk membuat sarang bukan karena mempunyai daya nalar atau mempunyai bahasa sehingga induk pelatuk dapat mengajarkan pengetahuan membuat sarang kepada anaknya, melainkan karena naluri (insting).
Pada perkembangan berikutnya pengetahuan disusun secara sistematis karena ketidakmampuan manusia memahami pengetahuan secara keseluruhan. Ilmu Pengetahuan dalam arti luas dibedakan jadi :
1.      Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science): Psikologi, Antropologi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, dll.
2.      Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science): Fisika, Kimia, Biologi.
3.      Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa: Geologi, Geografi, Astronomi.
Sejarah perkembangan pengetahuan dari zaman ke zaman dapat didiskusikan secara singkat sebagai berikut.

A. Zaman Purba

1.        Zaman batu tua 
Ciri khas perkembangan pengetahuan pada zaman ini antara lain adalah menggunakan alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, mengenal cocok taman dan beternak, dan dalam kehidupan sehari-hari didasari dengan pengamatan primitif menggunakan sistem trial and error (mencoba-coba dan salah) kemudian bisa berkembang menjadi know how.
2.        Zaman batu muda
Pengetahuan di zaman ini telah berkembang dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang sangat signifikan dari zaman batu tua. Kemampuan itu berupa tulisan (dengan gambar dan simbol), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan kemampuan menghitung, masalah perbintangan, matematika, dan hukum. Pada zaman batu muda sudah ada kerajaan-kerajaan besar yang ikut andil dalam mengukir sejarah. Kerajaan itu adalah Mesir, Babylon, Sumeria, Niniveh, India , dan Cina.

B. Zaman Logam

Perkembangan pengetahuan manusia pada zaman ini ditandai dengan pemakaian logam, perunggu dan besi sebagai peralatan sehari-hari, bahkan sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang. Pada masa ini pengetahuan manusia berkembang lebih maju. Mereka telah mengenal membaca, menulis, dan berhitung. Kebudayaan mereka pun mulai berkembang di berbagai tempat tertentu, yaitu Mesir di Afrika, Sumeria, Babilonia, Niniveh, dan Tiongkok di Asia, Maya dan Inca di Amerika Tengah.

C. Zaman Yunani

Beberapa pakar yang berpengaruh antara lain :
a.                   Thales (624-548) menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinar, bulan memantulkan cahaya matahari.
b.                   Phytagoras(580-500) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya. Dikenal sebagai “Bapak Bilangan”, dan salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras.
c.                   Socrates(470-399) dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan Yunani penganut faham logika dan sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.
d.                   Aristotelles (384-322) menyatakan bahwa silogisme satu pikiran yang terdiri dari 3 premis (Premis mayor, premis minor, simpulan)

D.  Zaman Pertengahan

Pada zaman pertengahan perkembangan pengetahuan dikembangkan melalui metode eksperimen menyangkut bidang kedokteran, farmasi, astronomi, kimia dan biologi. Penulisan bilangan arab dan desimal serta memunculkan ilmu aljabar.

E. Zaman Renaissance

Renaissance sering diartikan dengan kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu dilahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran-ajaran agama.
Tokoh-tokoh ilmuwan yang berpengaruh di masa ini ialah sebagai berikut :
a.                   Nicolaus Copernicus (1473 M-1543 M), adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonomi yang berkebangsaan Polandia.
b.                   Galileo Galilei (1564 M-1642 M), adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia.
c.                   Tycho Brahe (1546 M-1601 M), adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan.
d.                   Johannes Kepler (1571 M-1630 M), adalah astronom jerman, Matematikawan dan astrolog.
e.                   Fancies Bacon (1561 M-1626 M), adalah seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris.

F. Zaman Modern

Banyak penemuan yg mengubah pola pikir yang dibantu dengan alat yang lebih baik. Perubahan yang radikal, seperti geosentrisme ke heliosentrisme oleh Copernicus (1447-1543) dan didukung oleh Gallileo. Ini dianggap sebagai titik awal ilmu pengetahuan modern dan membuka cara berpikir yang lebih maju.

G. Zaman Kontemporer

Zaman ini ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang semakin tajam dan mendalam.


1.5     SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN MANUSIA :
Proses keilmuan manusia terjadi karena bertemunya subyek ilmu dengan obyek ilmu. Maka suatu ilmu pada dasarnya terdiri atas tiga unsur yaitu subyek ilmu, obyek ilmu dan bertemunya subyek ilmu dengan obyek ilmu. Ketiga unsur tersebut terdapat sebuah pertanyaan yang menyatakan apa hakikat unsur-unsur tersebut dan bagaimana peran ketiga unsur tersebut dalam proses munculnya pengetahuan atau keilmuan. Disini akan kami bahas empat aliran yang mengupasnya secara singkat, yaitu:
1.            Aliran Rasionalisme
Paham aliran ini menyatakan bahwa pengetahuan manusia diperoleh berdasarkan paham bahwa ada prinsip-prinsip dasar dunia tertentu yang diakui benar oleh rasio atau akal manusia. Pengetahuan menurut paham ini diyakini berasal dari dalam budi manusia dan tidak dijabarkan dan diperoleh dari pengalaman. Tokoh paham ini antara lain Descartes, Spinoza, Leibniez dan lain-lain.penganut aliran menyakini bahwa sumber pengetahuan manusia itu adalah berpikir dari berpikirlah sebuah pengetahuan akan terbentuk.
2.            Aliran Empirisme
Paham aliran ini menyakini bahwa pengalamanlah yang dianggap sebagai sumber utama pengetahuan baik itu pengalaman lahiriah maupun pengalaman batiniah. Tokoh-tokoh aliran ini antara lain Franus Bacon, Thomas Hobbes, Jonh Locke, Berkeley dan lain-lain. Permulaan segala pengenalan. Pengenalan intlektual tidak lain berasal dari perhitungan (kalkulus) yaitu penggabungan data-data indrawi yang sama dengan cara berbeda.
3.            Aliran Kritisme
Aliran ini dipelopori oleh Immanuel Kant yaitu filusuf yang hidup pada puncak perkembangan zaman pencerahan. Aliran ini berusaha menemukan perbedaan antara aliran rasionalisme dan aliran empirisme dengan menunjukkan unsur-unsur mana dalam pikiran manusia yang berasal dari pengalaman dan unsurunsur mana yang terdapat dalam akal, sumber pengetahuan ini didasarkan atas sifat kritis manusia dengan menyelidiki kemampuan rasio dengan batas-batasnya. Langkah mencari pengetahuan ini dimulai dengan kritik atas rasio murni lalu kritik atas rasio praktis dan terakhir adalah kritik atas daya pertimbangan.
4.            Aliran Intuisionisme
Intuisi merupakan suatu sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika. Unsur utama bagi pengetahuan adalah kemungkinan adanya suatu bentuk penghayatan langsung. Paham aliran ini mengakui bahwa pengetahuan yang sempurna adalah pengetahuan yang diperoleh melalui intuision [1]. (Pengamatan secara langsung) tidak mengenai obyek lahir melainkan mengenai kebenaran dan hakikat suatu obyek. Tokoh-tokoh aliran ini antara lain Henry Bergson, Harole, H. Titus, Douglas V Steerd, William James dan lain-lain. Sumber pengetahuan menurut aliran ini adalah pengalaman pribadi, dan sarana satu-satunya mencapainya adalah Intuisi.
5.            Memperoleh pengetahuan melalui wahyu,
Pengetahuan yang diperoleh manusia melalui wahyu merupakan pengetahuan kebenaran yang berasal dari Tuhan yang kebenarannya bersifat mutlak. Pengetahuan tersebut diberikan Tuhan melalui para utusannya (Nabi, Rasul, Utusan Tuhan)  dengan wahyu. Kebenaran pengetahuan tersebut merupakan keyakinan (kepercayaan) yang harus ditaati dan dilaksanakan  sesuai dengan wahyu yang merupakan petunjuk bagi umat manusia.
6.            Memperoleh pengetahuan dengan trial dan error
Trial dan error adalah cara memperoleh pengetahuan dengan coba-coba dan berharap-harap, mudah-mudahan dapat memperoleh hasil yang mendatangkan keuntungan. Cara ini jauh lebih maju dibandingkan kedua cara diatas walaupun sering salah, namun orang sudah melakukan percobaan seperti dalam metode ilmiah. Hanya karena kurang penegertian dan pengalaman, orang melaukan cobacoba, biasanya diawali dengan penemuan-penemuan yang diperoleh secara kebetulan. 

1.6     MASA PERKEMBANGAN FISIK MANUSIA :
Fisik tubuh manusia mengalami proses pertumbuhan mulai dari bentuk sel yang sangat sedrehana pada saat pembuahan sampai ke bentuk sel yang sangat kompleks. Di mulai dari manusia dalam bentuk embrio atau janin di rahim induk yang merupakan hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pembelahan sel, diferensiasi sel, sehingga terbentuk janin dan transformasi bentuk tubuh. 
Masa pertumbuhan manusia cukup cepat pada masa kanak-kanak sampai remaja, kemudian sangat lambat. Secara umum pertumbuhan manusia dinyatakan sangat lambat karena hanya memakan waktu sekitar 30% dari masa hidupnya.
Berikut adalah tahapan perkembangan sifat dan pikiran manusia :

      Masa Bayi sampai dengan Balita 
Pertumbuhan dan perkembangan manusia terjadi secara bertahap yaitu balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan manula. Balita merupakan kependekan dari anak usia di bawah lima tahun. Masa balita merupakan tahap pertumbuhan anak mulai dari bayi sampai usia 5 tahun. Perkembangan pada balita juga ditunjukkan dengan kemampuan berbicaranya, dari hanya mampu mengucapkan satu kata, dua kata, hingga lancar berbicara.
          

      Masa Kanak – Kanak
Tahapan berikutnya proses pertumbuhan dan perkembangan seorang manusia setelah masa balita adalah masa anak-anak, yaitu usia 6 tahun hingga 10 tahun. Pada masa anak-anak, pertumbuhan fisik dan mental mulai meningkat. Pertumbuhan meliputi tinggi badan, berat badan disertai perkembangan koordinasi otot-otot, dan kemampuan mental. Beberapa ciri yang dapat dilihat dalam perkembangan masa anak-anak ditunjukkan pada tabel berikut. Kemampuan menulis, membaca, dan beralasan telah berkembang pada masa anak-anak. Anak pada masa ini telah dapat membedakan tindakan baik dan buruk.

      Masa Remaja
Masa remaja disebut juga masa puber, merupakan masa penghubung antara masa anak-anak dengan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja sangat pesat, baik fisik maupun psikologis. Perkembangan yang pesat ini berlangsung pada usia 11–16 tahun pada laki-laki dan 10–15 tahun pada perempuan. Anak perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan anak laki-laki.
Pada masa pubertas mulai ada rasa tertarik terhadap lawan jenisnya. Pesatnya perkembangan pada masa puber dipengaruhi oleh hormon seksual. Organ-organ reproduksi pada masa puber telah mulai berfungsi. Salah satu ciri masa pubertas adalah mulai terjadinya menstruasi pada perempuan. Adapun pada laki-laki mulai mampu menghasilkan sperma. Ciri-ciri perubahan tubuh pada masa remaja dapat dibedakan menjadi ciri kelamin primer dan ciri kelamin sekunder:
1.      Ciri-ciri kelamin primer: Mulai berfungsinya organ reproduksi Organ reproduksi pada laki-laki (testis) mulai berfungsi menghasilkan hormon testosteron. Testosteron berfungsi merangsang testis untuk menghasilkan sperma. Organ reproduksi pada perempuan (ovarium) mulai memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini memengaruhi perkembangan organ reproduksi perempuan. Selain itu, juga memengaruhi ovulasi, yaitu pematangan sel telur dan pelepasan sel telur dari ovarium.
Laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan mengalami menstruasi. Seiring dengan produksi sperma yang meningkat, pada anak laki-laki terjadi mimpi basah. Mimpi basah pertama dapat dijadikan tanda bahwa seorang laki-laki telah akil balig. Organ reproduksi yang telah aktif pada anak perempuan ditandai dengan terjadinya menstruasi. Ketika memasuki masa pubertas, indung telur (ovarium) pada perempuan mulai aktif dan mampu menghasilkan sel telur (ovum).
2.      Ciri-ciri kelamin sekunder sekunder berupa perubahan fisik, terjadi pada laki-laki dan perempuan. Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan, antara lain payudara tumbuh membesar, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin, serta membesarnya panggul. Ciri-ciri kelamin sekunder anak laki-laki adalah tumbuhnya kumis dan jambang, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin, serta dada menjadi lebih bidang. Agar lebih mudah memahami perbedaan perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder anak laki-laki dan perempuan, perhatikan tabel berikut ini :
Perkembangan fisik pada masa remaja paling pesat diantara tahap-tahap perkembangan manusia. Selain perubahan-perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan secara psikologis. Perkembangan jiwa pada masa remaja juga semakin mantap. Pada akhir masa remaja, jiwanya sudah tidak mudah terpengaruh serta sudah mampu memilih dan menyeleksi. Remaja juga mulai belajar bertanggung jawab pada dirinya, keluarga, dan lingkungan.
Remaja mulai sadar akan dirinya sendiri dan tidak mau diperlakukan seperti anak-anak lagi.

      Masa Dewasa
Ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri atau mandiri. Dimana saat manusia telah dewasa, manusia itu mampu untuk mengendalikan perilakunya dengan baik, dapat menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok dan merupakan individu yang sudah memiliki rasa tanggung jawab yang cukup tinggi.
Tubuh manusia mencapai puncak pertumbuhan dan perkembangan sempurna pada usia kurang lebih 20 tahun. Pada masa tersebut otot-otot dan otak telah mencapai kekuatan maksimal. Perkembangan cara berpikir telah matang. Demikian juga emosinya. Organ reproduksi pada masa dewasa telah berkembang dengan sempurna.

      Masa Tua ( Manula)
Ketika manusia memasuki usia 40 sampai 50 tahun mulai terjadi banyak perubahan pada tubuh. Pada masa tua organ-organ tubuh mengalami penurunan fungsi karena proses penuaan. Penurunan fungsi organ tubuh antara lain persendian menjadi 

0 komentar:

Posting Komentar