ALAM PIKIR
MANUSIA & PERKEMBANGANNYA SERTA SEJARAH PERKEMBANGAN MANUSIA
1.1
TEORI KEBENARAN:
1. Teori Kebenaran Koherensi adalah suatu
pernyataan benar jika sesuai dengan pertanyaan sebelumnya yang dianggap benar.
2. Teori Kebenaran Korespodensi adalah suatu
pernyataan benar jika sesuai dengan fakta.
3. Teori Kebenaran Pragmatis adalah suatu
pernyataan benar jika bermanfaat /berguna.
4. Teori Kebenaran Wahyu adalah suatu pernyataan benar jika sesuai
dengan kitab suci/agama.
1.2
PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA :
1. Sikap Unik Manusia
Manusia sebagai
salah satu penghuni bumi mempunyai beberapa kelebihan yang unik (berbeda)
dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Sifat unik manusia adalah rohaninya,
yani akal budi dan kemauannya yang sangat kuat sehingga manusia dapat
mengembabgkan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Berikut adalah sifat unik
manusia yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya :
• Manusia
sebagai HOMO SAPIENS
Homo Sapiens
adalah mahluk yang berpikir sehingga merupakan mahluk yang cerdas dan
bijaksana. Dengan daya pikirnya manusia dapat berpikir apakah yang sebaiknya
dilakukan pada masa sekarang atau masa yang akan datang berdasar kan
pertimbangan masa lalu yang merupakan pengalaman. Pemikiran yang sifatnya
abstrak merupakan salah satu wujud budaya manusia yang kemudian diikuti wujud
budaya lain, berupa tindakan atau perilaku, ataupun kemampuan mengerjakan suatu
tindakan.
• Manusia
sebagai HOMO FABER
Homo Faber
artinya manusia dapat membuat alat-alat dan mempergunakannya atau disebut
sebagai manusia kerja dengan salah satu tindakan atau wujud budayanya berupa
barang buatan manusia (artifact). Manusia menciptakan alat-alat karena
menyadari kemampuan inderanya terbatas, sehingga diupayakan membuat peralatan
sebagai sarana pembantu untuk mencapai tujuan. Misalnya, karena indera matanya
tidak mampu melihat angkasa luar atau mahluk kecil-kecil maka diciptakan
teropong bintang dan mikroskop, karena terbatasnya kekuatan fisik maka
diciptakannya roda sebagai sarana utama keretauntuk mengangkut barang-barang
berat.
• Manusia
sebagai HOMO LONGUENS
Homo
Longuens adalah manusia dapat berbicara sehingga apa yang menjadi pemikiran
dalam otaknya dapat disampaikan melalui bahasa kepada manusia lain. Bahasa
sebagai ekspresi dalam tingkat biasa adalah bahasa lisan. Antara suku bangsa
dengan suku bangsa lain terdapat perbedaan bahasa. Di tingkat bangsa, perbedaan
bahasa tersebut akan semakin jauh. Perbedaan lebih tinggi diwujudkan dalam
tulisan sehingga sebuah pemikiran dapat diterima oleh bangsa atau generasi
bangsa lain (bila tahu mengartikannya).
• Manusia
sebagiai HOMO SOCIUS
Manusia
sebagai Homo Socius artinya manusia dapat hidup bermasyarakat, bukan
bergerombol seperti binatang yang hanya mengenal hukum rimba, yaitu yang kuat
yang berkuasa. Manusia bermasyarakat diatur dengan tata tertib demi kepentingan
bersama. Dalam masyarakat manusia terjadi tindakan tolong-menolong. Dengan
tindakan itu, walaupun fisiknya relatif lemah, tetapi dengan kemampuan nalar
yang panjang tujuan-tujuan bermasyarakat dapat dicapai.
• Manusia
sebahai HOMO AECCONOMICUS
Artinya
manusia dapat mangadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo
Aeconomicus). Salah satu prinsip dalam hukum ekonomi adalah, bahwa semua
kegiatan harus atas dasar untung-rugi, untung apabila input lebih besar
daripada output, rugi sebaliknya. Dalam tingkat sederhana manusia mencukupi
kebutuhannya sendiri, kemudian atas dasar jasa maka dikembangkan sistem pasar
sehingga hasil produksinya dijual di pasaran. Makin luas pemasaran barang makin
banyak diperoleh keuntungan. Salah satu usaha meningkatkan produktivitas kerja
dapat dijalankan dengan mempergunakan teknologi modern sehingga dapat
ditingkatkan produktivitas kerja manusia.
• Manusia
sebagai HOMO RELIGIUS
Artinya
manusia menyadari adanya kekauatan ghaib yang memiliki kemampuan lebih hebat
daripada kemampuan manusia, sehingga
menjadikan manusia berkepercayaan atau beragama. Dalam tahap awal lahir
animisme, dinamisme, dan totenisme yang sekarang dikategorikan sebagai
kepercayaan, kadang-kadang dikatakan sebagai agama alami. Kemusian lahirlah
kepercayaan yang disebut sebagai agama samawi yang percaya kepada Tuhan Yang
Maha Esa, percaya kepada nabi-Nya, dan kitab suci-Nya yang dipergunakan sebagai
pedoman.
• Manusia
sebagai HOMO HUMANUS dan HOMO AESTETICUS
Artinya
manusia berbudaya, sedangkan homo aesteticus artinya manusia yang tahu akan
keindahan. Dari perbedaan-perbedaan yang sedemikian banyak makin nyata bahwa
manusia memang memilki sifat-sifat yang unik yang jauh berbeda dari pada hewan
apalagi tumbuhan. Sehingga manusia tidak dapat disamakan dengan binatang atau
tumbuhan
2. Rasa Ingin Tahu
Manusia mempunyai
naluri dan daya nalar. Dengan nurai, manusia ingin selalu berbuat baik untuk
dirinya dan lingkungannya, manusia memiliki kemampuan berpikir yang menyebabkan
terus berkembangnya rasa ingin tahu manusia tentang segala sesuatu yang terjadi
di alam semesta. Dengan daya nalar, pengetahuan yang diperoleh saat ini
merupakan dasar dari munculnya rasa ingin tahu tetntang lainnya
Rasa ingin tahu
manusia (curiosity) selalu berkembang karena pikiran manusia berkembang dari
waktu kewaktu, rasa ingin tahunya atau pengetahuannya selalu bertambah sehingga
terjadi timbunan pengetahuan . Jadi pengetahuannya tidak idle, sedemikian rupa
terjadilah perkembangan akal manusia sehingga justru daya pikirnya lebih
berperan dari pada fisiknya. Dengan akal tersebut manusia memenuhi tujuan
hidupnya disamping untuk melestarikan hidup untuk memenuhi kepuasan hidup serta
juga untuk mencapai cita-cita.
Manusia selalu
ingin tahu dalam hal apa sesungguhnya yang ada (know what), bagaimana sesuatu
terjadi (know how), dan mengapa demikian (know why) terhadap segala hal. Orang
tidak puas apabila yang ingin diketahui tidak terjawab. Keingintahuan manusia
tidak terbatas pada keadaan diri manusia sendiri atau keadaan sekelilingnya,
tetapi terhadap semua hal yang ada di alam fana ini bahkan terhadap hal-hal
yang gaib. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta tersebut merupakan dasar
dari perkembangan ilmu alam.
Ada 2 dorongan
yang mempengaruhi perkembangan pengetahuan manusia antara lain, yaitu:
1. Dorongan
yang bersifat praktis :
Manusia sebagai makhluk yang
dapat berpikir, berakal, berkebudayaan berusaha menjadikan hidupnya lebih aman,
nyaman, dan mutunya lebih tinggi. Dorongan ini membuahkan ilmu pengetahuan
terapan atau teknologi.
2. Dorongan
yang bersifat non-praktis/teoritis :
Manusia memiliki sifat ingin tahu
dan mengerti akan obykenya. Dorongan ini lah yang akan menumbuhkan pengetahuan
dalam ilmu pengetahuan murni atau ilmu murni.
Mitos merupakan
cerita yang dibuat-buat (dongeng) menyangkut tokoh kuno, seperti dewa, peri, manusia
yang sangat perkasa, raksasa dan sebagainya yang berkenaan dengan keberadaan
alam untuk menjawab keterbatasan manusia tentang alam. Dalam mitos manusia
bersungguh-sungguh menggunakan imajinasinya untuk menerangkan gejala alam yang
ada, meskipun belum tepat karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki.
Disampaikan dari mulut ke mulut sehingga sulit diperiksa kebenarannya meskipun
gejala yang dibahas memang ada dan meyakinkan.
Mitos juga bisa
mengkaitkan seorang tokoh dengan terbentuknya suatu daerah. Terlepas dari tokoh
tersebut pernah ada atau tidak, namun dihubungkan dengan kejadian disuatu
daerah sebagai “bukti pembenaran”. Misalnya tokoh Sangkuriang dengan gunung
Tangkuban Perahu di jawa barat.
Mitos dipercayai
kebenarannya karena beberapa faktor. Pertama, keterbatasan manusia dalam hal
pengetahuan. Manusia pada zaman tertentu mengalami keterbatasan pengetahuan,
belum banyak yang diketahui. Pengetahuan diperoleh dari orang kemudian
diceritakan lagi kepada orang lainnya baik pengetahuan tersebut sudah benar
atau tidak, hal tersebut tidak menjadi permasalahan karena jika tidak benar
maka akan dikalahkan setelah adanya kebenaran dan membuat pengetahuan seseorang
bertambah. Kedua, keterbatasan penalaran manusia. Untuk menemukan penalaran
yang benar maka pikiran manusia harus terus menerus dilatih sehingga penalaran
yang salah akan kalah oleh penalaran yang benar. Ketiga, keingintahuan manusia
harus segera terpenuhi. Sebagian kebenaran yang ada dapat diterima manusia
dengan akal, namun sebagian lainnya diterima dengan intuisi yaitu atas dasar
kata hati tentang sesuatu yang benar. Kata hati irrasional yang diterima
masyarakat awam sebagai suatu kebenaran disebut pseudo science.
1.3
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA
Ø TAHAP TEOLOGIS
Tingkat pemikiran
manusia bahwa benda-benda di dunia ini semuanya berjiwa dan disebabkan oleh
suatu kekuatan yang berada diatas manusia.
Tahap Teologis dibagi menjadi 3
sub-ordinat, yaitu:
-
Fetishism/Animisme; gejala yang terjadi karena
kekuatan gaib/supernatural.
-
Polytheisme; gejala yang terjadi karena adanya
kekuatan para dewa.
-
Monotheism; gejala yang terjadi karena adanya
satu Tuhan.
Ø TAHAP METAFISIS
Pada tahap ini, manusia masih percaya bahwa
gejal-gejala didunia ini disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada diatas
manusia. Manusia belum berusaha untuk mencari sebab-sebab dan akibat-akibat
gejala-gejala tersebut.
Ø TAHAP POSITIF
Tahap dimana
manusia telah sanggup untuk berfikir secara ilmiah, dan pada tahap ini ilmu
pengetahuan berkembang.
1.4
SEJARAH PENGETAHUAN MANUSIA :
Pada umumnya
manusia belajar dari mengamati alam sekitar. Meskipun pada awalnya manusia
memperoleh pengetahuan berdasarkan intuisi (bisikan hati), berdasarkan firasat,
seperti mendung pertanda akan hujan; berdasar mitos, seperti pelangi adalah
selendang bidadari. Kemudian manusia mulai melakukan percobaan, seperti
memperbanyak tanaman dengan biji dan sebagainya.
Perkembangan lebih
lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk memenuhi kebutuhan nonfisik
atau kebutuhan alam pikirannya, untuk itu manusia mereka-reka sendiri
jawabannya. Auguste Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan
manusia, yaitu tahap teologi (tahap
metafisika), tahap filsafat dan tahap
positif (tahap ilmu).
Mitos termasuk
tahap teologi atau tahap metafisika. Mitologi ialah pengetahuan tentang mitos
yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos sendiri
disebarluaskan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain. Secara garis
besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat
dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan pengetahuan, penalaran dan panca
indera manusia serta keingintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya
sementara. Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600
SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar Matahari) dan
bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar
sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap.
Tonggak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia ialah Thales
(624546) seorang astronom, pakar di bidang matematika dan teknik, berpendapat
bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya memantulkan sinar matahari, dan
lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh perubahan lainnya seperti
Anaximander, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras dan sebagainya yang
mengemukakan sederet teori dan konsep tentang alam yang kemudian disebut ilmu
pengetahuan. Ilmu pengetahuan manusia terbentuk oleh proses akumulasi secara
kuantitatif (semakin banyak) dan kualitatif (semakin teliti daya ramalnya)
selama berabad-abad.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dapat dan selalu terjadi karena manusia :
1. Mempunyai
dorongan dan rasa ingin tahu untuk mengembangkan pengetahuan serta pengetahuan
bermanfaat praktis untuk memecahkan masalah.
2. Memiliki
bahasa. Bahasa manusia bersifat : dapat mewakili istilah yang bersifat abstrak
atau konkret; dapat berkembang (sehingga timbul istilah baru); dapat direkam
(berbentuk tulisan, gambar, lambang atau bunyi).
3. Mempunyai
daya nalar. Manusia memiliki daya nalar yang membedakan dengan hewan. Hewan
mempunyai naluri yang jauh lebih kuat dibanding manusia. Kemampuan burung pelatuk
untuk membuat sarang bukan karena mempunyai daya nalar atau mempunyai bahasa
sehingga induk pelatuk dapat mengajarkan pengetahuan membuat sarang kepada
anaknya, melainkan karena naluri (insting).
Pada perkembangan
berikutnya pengetahuan disusun secara sistematis karena ketidakmampuan manusia
memahami pengetahuan secara keseluruhan. Ilmu Pengetahuan dalam arti luas
dibedakan jadi :
1. Ilmu
Pengetahuan Sosial (Social Science): Psikologi, Antropologi, Sejarah, Ekonomi,
Sosiologi, dll.
2. Ilmu
Pengetahuan Alam (Natural Science): Fisika, Kimia, Biologi.
3. Ilmu
Pengetahuan Bumi dan Antariksa: Geologi, Geografi, Astronomi.
Sejarah
perkembangan pengetahuan dari zaman ke zaman dapat didiskusikan secara singkat
sebagai berikut.
A. Zaman Purba
1.
Zaman batu tua
Ciri khas
perkembangan pengetahuan pada zaman ini antara lain adalah menggunakan
alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, mengenal cocok taman dan
beternak, dan dalam kehidupan sehari-hari didasari dengan pengamatan primitif
menggunakan sistem trial and error (mencoba-coba dan salah) kemudian bisa
berkembang menjadi know how.
2.
Zaman batu muda
Pengetahuan di
zaman ini telah berkembang dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang sangat
signifikan dari zaman batu tua. Kemampuan itu berupa tulisan (dengan gambar dan
simbol), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan
kemampuan menghitung, masalah perbintangan, matematika, dan hukum. Pada zaman
batu muda sudah ada kerajaan-kerajaan besar yang ikut andil dalam mengukir
sejarah. Kerajaan itu adalah Mesir, Babylon, Sumeria, Niniveh, India , dan
Cina.
B. Zaman Logam
Perkembangan
pengetahuan manusia pada zaman ini ditandai dengan pemakaian logam, perunggu
dan besi sebagai peralatan sehari-hari, bahkan sebagai perhiasan, peralatan
masak, atau bahkan peralatan perang. Pada masa ini pengetahuan manusia
berkembang lebih maju. Mereka telah mengenal membaca, menulis, dan berhitung.
Kebudayaan mereka pun mulai berkembang di berbagai tempat tertentu, yaitu Mesir
di Afrika, Sumeria, Babilonia, Niniveh, dan Tiongkok di Asia, Maya dan Inca di
Amerika Tengah.
C. Zaman Yunani
Beberapa pakar yang berpengaruh antara
lain :
a.
Thales (624-548)
menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinar, bulan memantulkan cahaya matahari.
b.
Phytagoras(580-500)
adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui
teoremanya. Dikenal sebagai “Bapak Bilangan”, dan salah satu peninggalan
Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras.
c.
Socrates(470-399)
dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan Yunani penganut faham logika dan
sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.
d.
Aristotelles
(384-322) menyatakan bahwa silogisme satu pikiran yang terdiri dari 3
premis (Premis mayor, premis minor, simpulan)
D. Zaman Pertengahan
Pada zaman
pertengahan perkembangan pengetahuan dikembangkan melalui metode eksperimen
menyangkut bidang kedokteran, farmasi, astronomi, kimia dan biologi. Penulisan
bilangan arab dan desimal serta memunculkan ilmu aljabar.
E. Zaman Renaissance
Renaissance
sering diartikan dengan kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth),
yaitu dilahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh
dari ajaran-ajaran agama.
Tokoh-tokoh
ilmuwan yang berpengaruh di masa ini ialah sebagai berikut :
a.
Nicolaus
Copernicus (1473 M-1543 M), adalah seorang astronom, matematikawan, dan
ekonomi yang berkebangsaan Polandia.
b.
Galileo Galilei
(1564 M-1642 M), adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia.
c.
Tycho Brahe
(1546 M-1601 M), adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai
astronom/astrolog dan alkimiawan.
d.
Johannes Kepler
(1571 M-1630 M), adalah astronom jerman, Matematikawan dan astrolog.
e.
Fancies Bacon
(1561 M-1626 M), adalah seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris.
F. Zaman Modern
Banyak
penemuan yg mengubah pola pikir yang dibantu dengan alat yang lebih baik.
Perubahan yang radikal, seperti geosentrisme ke heliosentrisme oleh Copernicus
(1447-1543) dan didukung oleh Gallileo. Ini dianggap sebagai titik awal ilmu
pengetahuan modern dan membuka cara berpikir yang lebih maju.
G. Zaman Kontemporer
Zaman ini
ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu
yang semakin tajam dan mendalam.
1.5
SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN MANUSIA :
Proses keilmuan
manusia terjadi karena bertemunya subyek ilmu dengan obyek ilmu. Maka suatu
ilmu pada dasarnya terdiri atas tiga unsur yaitu subyek ilmu, obyek ilmu dan
bertemunya subyek ilmu dengan obyek ilmu. Ketiga unsur tersebut terdapat sebuah
pertanyaan yang menyatakan apa hakikat unsur-unsur tersebut dan bagaimana peran
ketiga unsur tersebut dalam proses munculnya pengetahuan atau keilmuan. Disini
akan kami bahas empat aliran yang mengupasnya secara singkat, yaitu:
1.
Aliran Rasionalisme
Paham aliran
ini menyatakan bahwa pengetahuan manusia diperoleh berdasarkan paham bahwa ada
prinsip-prinsip dasar dunia tertentu yang diakui benar oleh rasio atau akal
manusia. Pengetahuan menurut paham ini diyakini berasal dari dalam budi manusia
dan tidak dijabarkan dan diperoleh dari pengalaman. Tokoh paham ini antara lain
Descartes, Spinoza, Leibniez dan lain-lain.penganut aliran menyakini bahwa
sumber pengetahuan manusia itu adalah berpikir dari berpikirlah sebuah
pengetahuan akan terbentuk.
2.
Aliran Empirisme
Paham aliran
ini menyakini bahwa pengalamanlah yang dianggap sebagai sumber utama pengetahuan
baik itu pengalaman lahiriah maupun pengalaman batiniah. Tokoh-tokoh aliran ini
antara lain Franus Bacon, Thomas Hobbes, Jonh Locke, Berkeley dan lain-lain.
Permulaan segala pengenalan. Pengenalan intlektual tidak lain berasal dari
perhitungan (kalkulus) yaitu penggabungan data-data indrawi yang sama dengan
cara berbeda.
3.
Aliran Kritisme
Aliran ini
dipelopori oleh Immanuel Kant yaitu filusuf yang hidup pada puncak perkembangan
zaman pencerahan. Aliran ini berusaha menemukan perbedaan antara aliran rasionalisme
dan aliran empirisme dengan menunjukkan unsur-unsur mana dalam pikiran manusia
yang berasal dari pengalaman dan unsurunsur mana yang terdapat dalam akal,
sumber pengetahuan ini didasarkan atas sifat kritis manusia dengan menyelidiki
kemampuan rasio dengan batas-batasnya. Langkah mencari pengetahuan ini dimulai
dengan kritik atas rasio murni lalu kritik atas rasio praktis dan terakhir
adalah kritik atas daya pertimbangan.
4.
Aliran Intuisionisme
Intuisi
merupakan suatu sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika. Unsur
utama bagi pengetahuan adalah kemungkinan adanya suatu bentuk penghayatan
langsung. Paham aliran ini mengakui bahwa pengetahuan yang sempurna adalah
pengetahuan yang diperoleh melalui intuision [1]. (Pengamatan secara langsung) tidak
mengenai obyek lahir melainkan mengenai kebenaran dan hakikat suatu obyek.
Tokoh-tokoh aliran ini antara lain Henry Bergson, Harole, H. Titus, Douglas V
Steerd, William James dan lain-lain. Sumber pengetahuan menurut aliran ini
adalah pengalaman pribadi, dan sarana satu-satunya mencapainya adalah Intuisi.
5.
Memperoleh pengetahuan melalui wahyu,
Pengetahuan
yang diperoleh manusia melalui wahyu merupakan pengetahuan kebenaran yang
berasal dari Tuhan yang kebenarannya bersifat mutlak. Pengetahuan tersebut
diberikan Tuhan melalui para utusannya (Nabi, Rasul, Utusan Tuhan) dengan wahyu. Kebenaran pengetahuan tersebut
merupakan keyakinan (kepercayaan) yang harus ditaati dan dilaksanakan sesuai dengan wahyu yang merupakan petunjuk
bagi umat manusia.
6.
Memperoleh pengetahuan dengan trial dan error
Trial dan error adalah cara memperoleh
pengetahuan dengan coba-coba dan berharap-harap, mudah-mudahan dapat memperoleh
hasil yang mendatangkan keuntungan. Cara ini jauh lebih maju dibandingkan kedua
cara diatas walaupun sering salah, namun orang sudah melakukan percobaan
seperti dalam metode ilmiah. Hanya karena kurang penegertian dan pengalaman,
orang melaukan cobacoba, biasanya diawali dengan penemuan-penemuan yang
diperoleh secara kebetulan.
1.6
MASA PERKEMBANGAN FISIK MANUSIA :
Fisik tubuh manusia
mengalami proses pertumbuhan mulai dari bentuk sel yang sangat sedrehana pada
saat pembuahan sampai ke bentuk sel yang sangat kompleks. Di mulai dari manusia
dalam bentuk embrio atau janin di rahim induk yang merupakan hasil pembuahan
sel telur oleh sel sperma. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami
pembelahan sel, diferensiasi sel, sehingga terbentuk janin dan transformasi
bentuk tubuh.
Masa pertumbuhan
manusia cukup cepat pada masa kanak-kanak sampai remaja, kemudian sangat
lambat. Secara umum pertumbuhan manusia dinyatakan sangat lambat karena hanya
memakan waktu sekitar 30% dari masa hidupnya.
Berikut adalah
tahapan perkembangan sifat dan pikiran manusia :
• Masa
Bayi sampai dengan Balita
Pertumbuhan dan
perkembangan manusia terjadi secara bertahap yaitu balita, anak-anak, remaja,
dewasa, dan manula. Balita merupakan kependekan dari anak usia di bawah lima
tahun. Masa balita merupakan tahap pertumbuhan anak mulai dari bayi sampai usia
5 tahun. Perkembangan pada balita juga ditunjukkan dengan kemampuan
berbicaranya, dari hanya mampu mengucapkan satu kata, dua kata, hingga lancar
berbicara.
• Masa
Kanak – Kanak
Tahapan berikutnya proses pertumbuhan dan perkembangan
seorang manusia setelah masa balita adalah masa anak-anak, yaitu usia 6 tahun
hingga 10 tahun. Pada masa anak-anak, pertumbuhan fisik dan mental mulai
meningkat. Pertumbuhan meliputi tinggi badan, berat badan disertai perkembangan
koordinasi otot-otot, dan kemampuan mental. Beberapa ciri yang dapat dilihat
dalam perkembangan masa anak-anak ditunjukkan pada tabel berikut. Kemampuan
menulis, membaca, dan beralasan telah berkembang pada masa anak-anak. Anak pada
masa ini telah dapat membedakan tindakan baik dan buruk.

• Masa
Remaja
Masa remaja
disebut juga masa puber, merupakan masa penghubung antara masa anak-anak dengan
dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja sangat pesat, baik fisik
maupun psikologis. Perkembangan yang pesat ini berlangsung pada usia 11–16
tahun pada laki-laki dan 10–15 tahun pada perempuan. Anak perempuan lebih cepat
dewasa dibandingkan anak laki-laki.
Pada masa pubertas
mulai ada rasa tertarik terhadap lawan jenisnya. Pesatnya perkembangan pada
masa puber dipengaruhi oleh hormon seksual. Organ-organ reproduksi pada masa
puber telah mulai berfungsi. Salah satu ciri masa pubertas adalah mulai
terjadinya menstruasi pada perempuan. Adapun pada laki-laki mulai mampu menghasilkan
sperma. Ciri-ciri perubahan tubuh pada masa remaja dapat dibedakan menjadi ciri
kelamin primer dan ciri kelamin sekunder:
1. Ciri-ciri
kelamin primer: Mulai berfungsinya organ reproduksi Organ reproduksi pada
laki-laki (testis) mulai berfungsi menghasilkan hormon testosteron. Testosteron
berfungsi merangsang testis untuk menghasilkan sperma. Organ reproduksi pada
perempuan (ovarium) mulai memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon
ini memengaruhi perkembangan organ reproduksi perempuan. Selain itu, juga
memengaruhi ovulasi, yaitu pematangan sel telur dan pelepasan sel telur dari
ovarium.
Laki-laki mengalami mimpi basah
dan perempuan mengalami menstruasi. Seiring dengan produksi sperma yang
meningkat, pada anak laki-laki terjadi mimpi basah. Mimpi basah pertama dapat
dijadikan tanda bahwa seorang laki-laki telah akil balig. Organ reproduksi yang
telah aktif pada anak perempuan ditandai dengan terjadinya menstruasi. Ketika
memasuki masa pubertas, indung telur (ovarium) pada perempuan mulai aktif dan
mampu menghasilkan sel telur (ovum).
2. Ciri-ciri
kelamin sekunder sekunder berupa perubahan fisik, terjadi pada laki-laki dan
perempuan. Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan, antara lain payudara
tumbuh membesar, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin, serta
membesarnya panggul. Ciri-ciri kelamin sekunder anak laki-laki adalah tumbuhnya
kumis dan jambang, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin,
serta dada menjadi lebih bidang. Agar lebih mudah memahami perbedaan perkembangan
ciri-ciri kelamin sekunder anak laki-laki dan perempuan, perhatikan tabel
berikut ini :
Perkembangan fisik pada masa
remaja paling pesat diantara tahap-tahap perkembangan manusia. Selain
perubahan-perubahan fisik, remaja juga mengalami perubahan secara psikologis.
Perkembangan jiwa pada masa remaja juga semakin mantap. Pada akhir masa remaja,
jiwanya sudah tidak mudah terpengaruh serta sudah mampu memilih dan menyeleksi.
Remaja juga mulai belajar bertanggung jawab pada dirinya, keluarga, dan
lingkungan.
Remaja mulai sadar akan dirinya
sendiri dan tidak mau diperlakukan seperti anak-anak lagi.
• Masa
Dewasa
Ditandai dengan
kemampuan individu untuk berdiri sendiri atau mandiri. Dimana saat manusia telah
dewasa, manusia itu mampu untuk mengendalikan perilakunya dengan baik, dapat
menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok dan merupakan individu yang
sudah memiliki rasa tanggung jawab yang cukup tinggi.
Tubuh manusia
mencapai puncak pertumbuhan dan perkembangan sempurna pada usia kurang lebih 20
tahun. Pada masa tersebut otot-otot dan otak telah mencapai kekuatan maksimal.
Perkembangan cara berpikir telah matang. Demikian juga emosinya. Organ
reproduksi pada masa dewasa telah berkembang dengan sempurna.
• Masa
Tua ( Manula)
Ketika manusia memasuki usia 40 sampai 50 tahun mulai terjadi banyak
perubahan pada tubuh. Pada masa tua organ-organ tubuh mengalami penurunan
fungsi karena proses penuaan. Penurunan fungsi organ tubuh antara lain
persendian menjadi






0 komentar:
Posting Komentar