PENGANTAR ILMU ALAM
BAB 6
EKOSISTEM, SUMBERDAYA ALAM DAN
LINGKUNGANNYA
Di
susun oleh :
Mita
Juniarti : 02012170018
Niluh
Kirana : 02012170004
Shella
Ayu : 02012170002
UNIVERSITAS
PELITA HARAPAN
SURABAYA
2018
EKOLOGI
SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Pada tahun 1866 seorang
ahli Biologi yang berasal dari Jerman yaitu Earns Harckel, istilah ini berasal
dari Yunani yang memiliki arti oikos
(rumah) dan logos (ilmu). Ekologi
jika diartikan menjadi ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dengan
lingkungan yang bersifat organic dan anorganik. Pada tahun 1900 ekologi mulai
diakui sebagai ilmu dan berkembang dengan cepat, hal ini juga dikarenakan
kepekaan yang tinggi terhadap masalah lingkungan dalam memelihara mutu
peradaban dunia. Prinsip ekologi dapat memberi pencerahan dalam menxari jalan
untuk mencapai kehidupan yang jauh lebih layak dari sebelumnya.
Ekologi memiliki kajian-kajian yang dibagi
menjadi 3 bagian :
a.
Ekosfera
Adalah
system alam yang efektif yang mempunyao daya dukung tinggi dalam menjami system
kehidupan. Ekosefera dibagi lagi menjadi 3 yaitu, atmosfera, hydorsfera dan
litosfera.
-
Atmosfera : merupakan lapisan udara yang
terdiri dari berbagai campuran gas yang menyelimuti planet-planet yang ada di
bumi. Ada beberapa menfaat dari atmosfer antara lain, melindungi bumi dari
benda angkasa yang jatuh ke bumi, memberi perlindungan dari radiasi ultraviolet
yang berbahaya bagi kehidupan mahluk hidup, lapisan ini juga mengandung gas-gas
baik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada dimuka bumi, keuntungan
lain adalah sebagai media cuaca dimana lapisan atmosfer mempengaruhi awan,
angin, salju dan lain-lain.
-
Hydrosfera : merupakan lpisan yang
terbentuk dari air yang ada dimuka bumi, lautan , air tanah, dan es yang
menutupi kulit bumi. Hydrosfera meliputi Samudra, laut, sungai, danau, ait
tanah serta semua air yang berada di atmosfer.
-
Litosfera : terdiri dari lapisan tanag dan
batuan yang berasal dari kerak bumi yang kemudian membentuk lapisan-lapisan
pembentuk mantel di bawah kerak bumi dan magma.
Ekosfera memiliki fungsi
antara lain :
1.
Memperlunak iklim.
2.
Meresiklus bahan kimia yang diperlukan
oleh makhluk hidup.
3.
Mengontrol lebih dari 95% dari semau hama
yang ada pada tumbuhan dan penyakit yang ada pada hewan.
4.
Mengelola plasma nutfah yang luar biasa
jumlahnya.
b.
Biosfer
Merupakan
bagian luar planet bumi yang mencakup udara, daratan dan air sehingga
memungkinkan untuk keberlangsungan kehidupan dan proses biotik. Menurut
geofisiologi, biosfer diartikan sebagai system ekonomis global yang menyatukan
makhluk hiduo dan hubungan dengan sesame, termaksud interaksinya dengan unsur
litosfer, hidrosfer dan atmosfer bumi. Bumi meruoakan satu – satnya tempat yang
mendukung terjadinya kehidupan makhluk hidup. Biosfer berlangsung sekitar
kurang lebih 3,5 miliar tahu dari 4,5 miliar tahun usia bumi.
c.
Matahari
Merupakan
sumber energi yang mendukung keberlangsungannya kehidupan. Dimana matahari
memiliki peran penting dan manfaat yang penting bagi kehidupan :
-
Dapat digunakan untuk menjadi energy
listri, saat panel surya dipasang diatap maka akan menangkap sinar matahari dan
akan mengubah sinar tersebut menjadi sumber energy.
-
Pergerakan dari rotasi bumi menyebabkan
terjadinya siang dan malam.
-
Matahari berperan penting dalam proses
fotosintesis bagi tumbuhan berklorofil.
-
Saat bumi menerima energi matahari yang
cukup maka air akan tetap berbentuk cair yang merupakan siklus ujan, cuaca dan
iklim.
Menurut bidang kajiannya
ekologi dibagi menjadi 2 yaitu :
·
Autokelogi : bidang ekologi yang
mempelajari spesies organisme individu yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Sebagai conohnya saat kita mempelajari hubungan antara poon pinus merkusii
dengan lingkungannya maka hal ini termaksud dalam autokelogi.
·
Sinekologi : ekologi yang mempelajari
kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi
di dalam daerah tertentu. Mempelajari struktur dan komposisi baik tumbuhan
maupun hewan maka hal ini termaksud kedalam sinekologi.
Menurut habitatnya
ekologi dibagi menjadi :
·
Ekologi bahari
·
Ekologi perairan tawar
·
Ekologi terrestrial atau darat
·
Ekologiestuaria atau ekologi muara sungai
·
Ekologi padang rumput.
Sedangkan menerut
taksonomi ekologi dibagi menjadi 5 :
·
Ekologi tumbuhan.
·
Ekologi hewan.
·
Ekologi serangga.
·
Ekologi burung.
·
Ekologi jasad renik.
A. Ekosistem
Ekosistem
adalah tempat dimana terjadi proses interaksi dan terjadinya ketergantungan
antara makhluk hidup yang merupakan komponen biotik dengan lingkungan hidup
yang merupakan komponen abiotik. Komponen-komponen ekosistem meliputi komponen abiotic dan komponen biotik.
Komponen abioti meliputi :
a. Udara
: yang berada diatmosfer yang tersusun atas nitrogen, oksigen, karbon dioksida,
dan gas-gas lainnya.
b. Air
: terdapat sekitar 80-90% tubuh makhluk hidup yang tersusun atas air.
c. Mineral
: mineral diperoleh tumbuhan dalam bentuk ion-ion yang telah larut dalam air
tanah,mineral ini duganakan untuk berlangsungnya metabolisme tubuh dan untuk
penyusun tubuh.
d. Cahaya
: cahaya yang dimaksud adalah cahaya yang berasal dari matahari yang digunakan
tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Cahaya matahari hanya bisa di tangkap
oleh tumbuhan, sedangkan makhluk hidup lainnya tidak dapat menangkap cahaya
matahari untuk keperluan metabolisme tubuh.
e. Suhu.
f. Keasaman
: makhluk hidup pada umumnya memerlukan lingkungan yang memiliki keasaman atau
PH netral, karena jika terlalu asam maka manusia tidak dapat hidup di
lingkungan tersebut.
Sedangkan komponen biotik
terdiri dari produser, konsumer dan dekomposer (pengurai)
a.
Produser
Semua
organisme yang memiliki kandungan klorofil
termasuk dalam golongan produser. Produser dapat mengubah zat anorganik
menjadi zat organik dengan pertolongan cahaya. Organisme yang mampu mengubah
zat anorganik hidup secara autotrof, produser dapat menyediakan bahan makanan
bagi makhluk hidup yang lainnya.
b.
konsumer
merupakan
makhluk hidup yang berperan sebagai pemakan bahan organic atau energy yang
dihasilkan oleh produsen yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup.
Manusia, hewan dan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil merupakan konsumen
karena tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Konsumen
dibagi menjadi beberapa tingkatan :
-
konsumen tingkat pertama : yang merupakan
pemakan tumbuhan secara langsung.
-
Konsumen tingkat kedua : merupakan
konsumen yang memakan konsumen tingkat pertama, seperti burung pemakan ulat dan
ular pemakan tikus.
c.
Dekomposer ( pengurai)
Mikroorganisme
yang berperan menguraikan tubuh makhluk hidup lain yang sudah mati atau
sampah-sampah. Makhluk hiup yang tergolong sebagai dekomposer adalah jamur dan
bakteri. Zat-zat makanan yang berupa zat organic yang terkandung dalam sampah
dan bangkai akan terurai menjadi gas H2S, CO2, air dan mineral yang meresap ke
dalam tanah.
B. DAUR BIOGEOKIMIA
Merupakan
perubahan yang terjadi secara terus menerus, yang berlangsung antara komponen
biosfer yang hidup dan yang tidak hidup. Daur biogeokimia memiliki fungsi yaitu
sebagai siklus yang mengembalian semua unsur kimia yang telah terpakai oleh
komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga hal ini akan terus menjaga
keberlangsungan kehidupan di bumi.
Ada
5 daur biogeokimia yaitu :
1. Daur
Hidrologi
Daur ini merupakan hal penting dalam
keberlangsungan daur air alami. Pemanasan air samudra adalah kunci dari
terjadinya proses hidrologi dapat berjalan secara terus menerus. Air yang telah
berovaporasi menjadi hujan atau kabut dapat kembali keatas atau langsun jatuh,
namun sebelum mencapai tanah, maka air tersebut akan diintersepsi oleh tanaman.
Setelah itu daur hidrologi bergerak secara kontinu dengan 3 cara yang berbeda :
-
Evaporasi (transprasi)
Penguapan air yang ada di seluruh muka
bumi naik ke atas dan kemudian mengalami penguapan sehingga muncul uap air yang
dikenal dengan sebutan awan, kemudian awan tersebut akan berubah menjadi
bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun dalam bentuk hujan, salju, es
maupun kabut.
-
Infiltrasi (perkolasi)
Air hujan yang turun kemudian masuk
kedalam tanah melalui pori-pori tanah dan batuan menuju pada permukaan air
tanah. Air bergerak akibat aksi kapiler, air juga dapat bergerak secara
horizontal maupun vertical sehinga air tersebut dapat memasuki kembali system
air permukaan.
-
Air Permukaan
Airal permukaan tanah dapat dilihat di
daerah urban, dimana sungai-sungai bergabung menjadi satu sama lain lalu
kemudian membentuk sungai yangmembawa seluruh air permukaan menuju sungai.
2. Daur
Nitrogen
Gas nitrogen pada dasarnya stabil namun
sulit berekasi, sehingga gas ini tidak bisa dimanfaatkan secara langsung oleh
mahkluk hidup. Nitrogen yang ada pada tuuh mahkluk hidup menrupakan komponn
yang menyusun asam amino yang kemudian akan membentuk protein. Tumbuhan mampu
menyerap nitrogen dalam bentuk nitrit atau nitra yang berasal dari dalam tanah
untuk menyusun protein dalam tubuhnya. Pada Negara maju, nitrogen boleh atau
bebas dikumpulan untuk keperluan industri, karena selain diproses secara alami
melalui proses nitrifikasi, penambahan unsur nitrogen di alam dapat juga
melalui poses buatan yaitu pemupukan.
3. Daur
Fosfor
Unsur fasfor memiliki persediaan yang
sangat terbatas, padahal unsur ini merupakan unsur yang penting bagi kehidupan.
Fosfor sangat penting dalam transformasi energy pada semua organisme karena
fosfor memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan kimia yang berenergi tinggi.
Fosfor biasanya berasal dari batuan atau endapan-endapan yang berasal dari sisa
makhluk hidup, dimana sumber ini nantinya akan mengalami pelapukan dan erosis,
bersaan dengan itu fosfor akan dilepaskan ke dalam ekosistem. Fosfor yang
terkandung dalam tubuh makhluk hidup merupakan unsur yang menyusun tulang,
gigi, DNA atau RNA dan protein. Daur ini dimulai dari fosfat anorganik yang
berada dalam tanah yang diserap oelh tumbuhan, maka hewan yang memakan tumbuhan
tersebut akan mendapatkan fosfor dari tumbuhan yang di makan. Sedangkan makhluk
hidup yang mati atau sisa ekskresi hewan akan diuraikan oleh bakter kemudian
menguraikan fosfat organic menjadi fosfat anorganik.
4. Daur
Karbon
Tumbuhan memanfaatkan sumber CO2 di udara
yang berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batu
bara dan asap pabrik akan dimanfaatkan untuk melakukan fotosintesis dan
menghasilkan oksigen. Karbon dioksida berkaitan dengan air membentuk asam
karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat merupakan sumber
karbon bagi alga yang memprodusi makanan untuk mereka sendiri dan ornagisme
heterotrof lainnya. Pada rantai makanan atom C akan diubah menjadi jaringan dan
sebagian untuk respirasi dengan melepas CO2 kembali.
5. Daur
Oksigen
Oksigen terdapat pada atmosfer dan terkandung dalam
air. Kemudian digunakan oleh makhluk hidup seperti tumbuhan, heman, dan manusia
untuk pernapasan (respirasi). Kemudian oksigen yang sudah terpakai atau diambil
akan diganti oleh tumbuhan hijau yang melepas oksigen ke atmosfer melalui
proses fotosintesis.
Populasi
Adalah kumpulan individu organisme sejenis yang dapat saling kawin dan
menghasilkan keturunan yang fertil, yang terdapat pada suatu daerah tertentu
& waktu tertentu. Konsep
populasi banyak dipakai dalam ekologi dan genetika. Populasi suatu spesies adalah bagian dari suatu komunitas. Selain itu, evolusi juga bekerja
melalui populasi. Ahli-ahli genetika, di sisi lain, memandang populasi sebagai
sarana atau wadah bagi pertukaran alel-alel
yang dimiliki oleh individu-individu anggotanya. Dinamika frekuensi alel dalam
suatu populasi menjadi perhatian utama dalam kajian genetika populasi.
Contoh : populasi kuda sumbawa, populasi ikan lumba-lumba
Berdasarkan aliran energi, maka populasi dapat digolongkan :
- Produsen : tumbuhan berklorofil, fitoplankton
- Konsumen I : herbivora
- Konsumen II : karnivora
- Konsumen III : karnivora pemakan karnivora
- Parasit : organisme yang memakan makanan yang telah
dicerna
- Pemakan bangkai : hewan yang hidup dari organisme yang sudah mati
- Pengurai / dekomposer : jamur & bakteri
Komunitas
Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan",
kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti ”sama”.
Adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup di suatu
tempat secara bersamaan. umumnya
memiliki ketertarikan yang sama.
Komunitas
dapat terbagi menjadi 3 komponen:
- Berdasarkan Lokasi atau Tempat
- Berdasarkan Minat
- Berdasarkan Komuni
Contoh : komunitas perairan air tawar, komunitas air
laut, komunitas darat.
Ekosistem sebagai
sumber daya alam
Ekosistem alami menyediakan banyak SDA yang bermanfaat
bagi kehidupan manusia.
Berdasarkan jenisnya SDA dapat dibedakan menjadi 2 :
- Sumber Daya Alam nonhayati (abiotik) atau Sumber daya alam fisik
yaitu sumber daya alam yang berupa
benda-benda mati. Contoh : bahan tambang, tanah, air dan kincir angin.
- Sumber Daya Alam hayati (biotik)
yaitu sumber daya alam yang berupa makhluk
hidup. Contoh : hewan, tumbuhan, mikroba, manusia.
Berdasarkan sifatnya SDA dapat dibedakan menjadi 2 :
- SDA yang dapat diperbaharui(renewable/nonkonvensional)
yaitu Sumber Daya Alam yang dapat
bereproduksi dan beregenerasi (pulih kembali).
Contoh : Energi matahari, energi panas bumi,
magma, energi angin, energi pasang surut, energi biogas, energi biomassa.
- SDA yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable)
yaitu Sumber Daya Alam yang pembentukannya
membutuhkan waktu yang sangat lama (ratusan hingga jutaan tahun) dengan kata
lain sumber daya macam ini dapat habis pada suatu saat nanti.
Contoh : minyak bumi, batu bara, gas bumi
& energi nuklir.
Berdasarkan daya/nilai pakai SDA:
Daya Konsumtif
- Sumber Daya Alam yang tidak cepat habis
yaitu karena nilai konsumtif terhadap barang
itu relatif kecil. Di samping itu sumber daya alam ini dapat dipakai
berulang-ulang. Contoh : intan, batu permata, serta logam mulia.
- Sumber Daya Alam yang cepat habis
yaitu karena nilai konsumtif barang ini
relatif tinggi. Manusia menggunakan dalam jumlah besar, sehingga sumber daya
alam ini cepat habis. Di samping itu, daur ulangnya sukar dilakukan. Contoh :
gas bumi, minyak bumi. Dll.
Nilai Ekonomi
1.
Sumber Daya Alam Ekonomis
yaitu Sumber Daya Alam yang mempunyai nilai
ekonomis, sangat berharga, menghasilkan keuntungan, dan untuk mendapatkannya
memerlukan biaya yang cukup besar. Contoh : emas, perak, timah, minyak bumi,
dan batu bara.
2.
Sumber Daya Alam nonEkonomis
yaitu Sumber Daya Alam yang mendapatkannya
dengan biaya yang relatif kecil atau gratis. Contoh : air, udara, dan sinar
matahari.
Berdasarkan potensi/penggunaan SDA dapat dibedakan
menjadi 4 :
- Sumber Daya Alam materi
yaitu Sumber Daya Alam yang dimanfaatkan
dalam bentuk fisiknya. Contoh : batu, besi, emas, kayu, serat kapas, dsb.
- Sumber Daya Alam Energi
yaitu Sumber Daya Alam yang dimanfaatkan
energinya. Contoh : batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar
matahari, dsb.
- Sumber Daya Alam ruang
yaitu Sumber Daya Alam yang berupa ruang atau
tempat hidup manusia yang dipengaruhi oleh letak geografis, topografi /relief
(bentuk daratan). Contoh : tanah / daratan dan angkasa.
- Sumber Daya Alam waktu
yaitu Sumber Daya Alam yang ketersediaannya
terikat dengan waktu atau musim. Contoh : air sulit didapat pada musim kemarau,
sebaliknya ketika musim penghujan terjadi bahaya banjir
Konsep pengelolaan
sumber daya alam
Dalam pengelolaan sumber daya
alam, ada beberapa konsep/prinsip yang harus diperhatikan :
- Prinsip daya toleransi
SDA dibatasi baik secara gegrafis maupun
ekologis oleh daya toleransi terhadap faktor lingkungan.
- Prinsip inoptimum
Tidak ada SDA yang dapat berkembang dalam
satu lingkungan yang optimum bagi semua faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
- Prinsip faktor pengontrol
Faktor pengontrol harus beroperasi dengan
baik, sehinnga dapat menentukan dinamika populasi dari suatu jenis SDA.
- Prinsip ke-tanpabalikan
SDA ada yang tidak dapat memperbaharui diri
lagi karena proses fisis & biologis, sehingga mengakibatkan kepunahan SDA
tersebut.
- Prinsip pembudidayaan
SDA yang
telah dibudidayakan harus terus dipelihara
& dilindungi oleh manusia.
Manusia dan Lingkungan Hidup
Manusia adalah makhluk hidup
ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan
hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan
seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya
dalam sebuah hubungan timbale balik baik itu positif maupun negatif.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk
hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang
khas yang mana terkait secara timbale balik dengan keberadaan makhluk hidup
yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks
dan riilJadi
lingkungan hidup manusia adalah semua yang ada di sekeliling manusia beserta
sistem hubungannya.
Peran Manusia Terhadap
Lingkungannya
1.Manusia sebagai Organisme
yang Dominan Secara Ekologis
Manusia memiliki peranan penting dalam biosfer karena manusia merupakan makhluk
yang dominan secara ekologi.
Terdapat dua alas an mengapa manusia disebut dominan secara ekologi,yaitu:
A.Manusia dapat berkompetisi
secara lebihbaik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dalam hal makanan,
jika dibandingkan dengan makhluk lain slain yang ada dalam ekosistem.
B.Manusia mampu memberikan pengaruh
yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya atau organisme lain.
Suatu makhluk hidup dikatakan dominan secara ekologi, apabila menyangkut jumlah
populasi,ukuran tubuh,dan kemampuan untuk mengubah lingkungannya.
2.Manusia sebagai Makhluk
Pembuat Alat
Kemampuan membuat alat, erat hubungannya dengan sifat tegak manusia yang
memungkinkan dia bebas menggunakan tangannya, disamping itu, kemampuan itu juga
erat hubungannya dengan kemampuan penglihatan,kecekatan, dan kemampuan penalaran
otaknya yang tinggi, jadi manusia menjadi dominan dalam ekosistem berkat
kemampuan membuat dan menggunakan alat.
Manusia juga merupakan organism yang membudidayakan makanannya. Perubahan hidup
dari pengumpulan makanan menjadi penanam serta pemetik hasil tanam, merupakan
suatu pencapaian yang memiliki dampak ekologi yang luas. Alat alat pertanian
berkembang dari tingkat penanaman menjadi mesin modern yang dapat mengelolah
tanah yang jauh lebih luas. Dengan demikian, terbentuklah ekosistem buatan
manusia.
3.Manusia Sebagai Makhluk
Perampok
Perkembangan sominasi manusia sejalan dengan perkembangan alat alat yang
digunakan. Manusia dikenal sebagai makhluk yang paling hebat dalam
mengeksploitasi ekosistem. Ia dapat mengeksploitasi ekosistem darat maupun
laut. Hal ini terjadi karena sifatnya yang omnivore dan kebutuhannya yang
beraneka ragam, sejak semula manusia mengeksploitasi ekosistem tidak hanya
untuk memenuhi kebutuhan makanannya saja, tetapi juga keperluannya, misalnya
pakaian dan perumahan.
Sebagai salah satu mata rantai dari jarring jarring makanan, manusia dapat
memusnahkan organism lain yang berkompetisi denganny, dalam mendapatkan makanan
dan kebutuhan lainnya.
Manusia juga mengeksploitasi ekosistem untuk keperluan yang konsumtif, misalnya
untuk kepercayaan, seperti hewan qurban, hewn untuk olahraga, untuk peliharaan,
maupun untuk pretise sosial. Sedangkan tumbuhan juga dijadikan sebagai tumbuhan
estetika seperti bunga hias.
4.Manusia Sebagai Sebab Revolusi
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan merupakan penyebab utama dalam proses
evolusi organic. Evolusi alamiah berlangsung sangat lamban, tetapi perusakan
alam oleh manusia baik disengaja maupun tidak disengaja akan mempercepat
evolusi organic. Akibatnya adalah menurunnya jumlah organisme tertentu bahkan
ada beberapa yang punah. Tetapi lain pihak terdapat organisme jenis tertentu
jumlahnya meningkat dengan pesat terutama varietasnya. Semua ini adalah akibat
dari adanya intervensi manusia.
Cara manusia mempercepat evolusi adalah dengan membudidayakan hewan dan
tumbuhan, menciptakan habitat baru, serta penyebaran hewan dan tumbuh
tumbuhan.Sampai sekarang manusia masih terus mengusahakan perkembangan varietas
baru yang memenuhi kebutuhan dan selera.
Selain mengubah habitat yang diikuti terciptanya varietas baru organisme,
manusia juga mempercepat evolusi dengan mendistribusikan hewan dan tumbuhan
baru tersebut kewilayah dimana awalnya tidak ada organisme tersebut. Kadar
penyebaran ini dipercepat lagi dengan perbaikan komunitas dari suatu tempat ke
tempat lain.
5.Manusia Sebagai Makhluk
Pengotor
Manusia merupakan satu satunya makhluk yang mengotori lingkungan. Hewan
membuang kotoran berupa fases yang dapat diuraikan untuk daur ulang karena
terdiri dari zat organik. Tetapi pada manusia,selain fases,manusia juga
membuang kotoran zat organik lain yang penguraiannya sangat lambat.Kotoran
tersebut berasal dari bahan sintetik dan bahkan zat yang beracun.
Sumber kotoran manusia ini berasal dari rumah, perkebunan tempat kerja, alat
transportasi dan kegiatan lain. Semua ini akan mencemari lingkungan. Bahan
pengotor ini biasanya adalah zat buangan yang dapat terbentuk padaat, cair,
maupun gas.
Bahan buangan berbentuk gas merupakan polutan yang banyak dihasilkan oleh
industry, misalnya senyawa karbon (CO,CO2,hidrokarbon), belerang
dioksida, dan lain lainnya. Juga dapat dihasilkan dari embakaran sampah atau
barang tambang seperti batu bara.
Peranan
Manusia yang Merugikan dan Menguntungkan Lingkungan.
Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang
bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negative adalah peranan yang
merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung
timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan
manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan
lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.
A.Peranan
manusia yang bersifat negative terhadap lingkungan,antara lain sebagai berikut:
1.Eksploitasi yang melampaui
batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion)
2.Punah atau merosotnya jumlah
keanekaan jenis biota.
3.Berubahnya ekosistem alami
yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena
terus menerus memerluka subsidi energi.
4.Berubahnya Profil permukaan
bumi yang dapat menggangggu kestabilan tanah hingga menimbulkan tanah longsor
5.Masuknya energy bahan atau
senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara,
tanah. Hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup dan terhadap
manusia itu sendiri.
B.Peranan
Manusia yang Menguntungkan Lingkungan, antara lain:
1.Melakukan eksploitasi Sumber
Daya Alam Scara tepat dan bijaksana terutama SDA yang dapat diperbaharui
2.Mengadakan penghijauan dan
reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora sertauntuk mencegah
terjadinya erosi dan banjir.
3.Melakukan proses daur ulang serta
pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar terbuang ke dalam lingkungan tidak
melampaui nilai ambang batasnya.
4.Melakukan system pertanian
secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk
tanah pertanianyang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta
terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus.
5.Membuat peraturan, organisasi
atau undang undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jeenis makhluk
hidup.
Masalah kependudukan dan Lingkungan hidup
1. Masalah
Kependudukan
A. Kualitas
Penduduk dan Kesehatan
Kualitas penduduk dicerminkan dari tingkat pendapatan, tingkat
pendidikan, dan tingkat kesehatan.
1. Tingkat
Pendapatan
Pendapatan penduduk Indonesia walaupun mengalami peningkatan
tetapi masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, yaitu
sekitar 2.580 USD.
Rendahnya pendapatan per
kapita penduduk di Indonesia terutama disebabkan oleh:
a. Pendapatan
nasional yang masih rendah karena sumber daya alam yang dimiliki belum
sepenuhnya dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
b. Jumlah
penduduk yang besar dan pertumbuhan penduduk yang tinggi tiap tahunnya.
c. Masih
rendahnya penguasaan teknologi oleh penduduk sehingga pengelolaan dan
pemanfaatan sumber daya alam kurang optimal.
Oleh karena itu dalam
upaya untuk menaikkan pendapatan perkapita, pemerintah melakukan usaha, antara
lain:
a. Meningkatkan
pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
b. Meningkatkan
kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang
dimiliki bangsa Indonesia.
c. Memperkecil
pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program KB dan peningkatan
pendidikan.
d. Memperbanyak
hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan, perindustrian,
perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
e. Memperluas
lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu berkurang.
2. Tingkat
Pendidikan
Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat
pendidikan penduduk Indonesia sebagai berikut :
a. Rendahnya
kualitas sarana fisik
b. Rendahnya
kualitas guru
c. Rendahnya
kesejahteraan guru
d. Rendahnya
prestasi siswa
e. Rendahnya
kesempatan pemerataan pendidikan
f. Mahalnya
biaya pendidikan.
g. Rendahnya
pendapatan per kapita penduduk,
h. Ketidakseimbangan
antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada
i. Masih
kurangnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan
Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan
pendidikan di Indonesia yaitu:
a. Menambah
jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
b. Menambah
jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
c. Pelaksanaan
program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai tahun ajaran
1994/1995.
d. Pemberian
bea siswa kepada pelajar dari keluarga tidak mampu tetapi berprestasi di
sekolahnya.
e. Membangun
perpustakaan dan laboratorium di sekolah-sekolah.
f. Menambah
sarana pendidikan seperti alat ketrampilan dan olah raga.
g. Meningkatkan
pengetahuan para pendidik (guru/dosen) dengan penataran dan pelatihan.
h. Penyempurnaan
kurikulum sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
i. Menggalakkan
partisipasi pihak swasta untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan
keterampilan.
3. Tingkat
Kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka
kematian bayi dan usia harapan hidup penduduknya. Faktor-faktor yang dapat
menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah:
a. Banyaknya
lingkungan yang kurang sehat.
b. Penyakit
menular sering berjangkit.
c. Gejala
kekurangan gizi sering dialami penduduk.
d. Angka
kematian bayi tahun 1980 sebesar 108 per 1000 bayi dan tahun 1990 sebesar 71
per 1000 kelahiran bayi.
Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa
Indonesia adalah:
a. Kekurangan
vitamin A
b. Kekurangan
kalori protein
c. Kekurangan
zat besi
d. Gondok
Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan
kualitas kesehatan penduduk Indonesia yaitu:
a. Melaksanakan
program perbaikan gizi.
b. Perbaikan
lingkungan hidup dengan cara mengubah perilaku sehat penduduk, serta melengkapi
sarana dan prasarana kesehatan.
c. Penambahan
jumlah tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat.
d. Pencegahan
dan pemberantasan penyakit menular.
e. Pembangunan
Puskesmas dan rumah sakit.
f. Pemberian
penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
g. Penyediaan
air bersih.
h. Pembentukan
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu),
B. Kuantitas
Penduduk (Jumlah Penduduk Besar Dan Pertumbuhan Penduduk Cepat)
Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk
Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak 237.641.326 jiwa .Diantara
negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia menempati
posisi keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Ketidakmerataan
persebaran penduduk di Indonesia menyebabkan ketidak merataan juga pembangunan
fasilitas fisik maupun non fisik.Jumlah penduduk Indonesia yang besar
mengakibatkan permasalahan kuantitas penduduk di
Indonesia,
yaitu:
1. Jumlah
penduduk Indonesia, besarnya
sumber daya manusia Indonesia dapat dilihat dari jumlah penduduk yang ada.
2. Pertumbuhan
Penduduk Indonesia, Angka pertumbuhan penduduk Indonesia lebih kecil
dibandingkan Laos, Brunei, dan Filipina.
3. Kepadatan
penduduk Indonesia, Permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah
persebarannya yang tidak merata. Kondisi demikian
menimbulkan banyak permasalahan, misalnya pengangguran, kemiskinan,
kriminalitas, pemukiman kumuh dsb.
4. Susunan
penduduk Indonesia, sejak sensus penduduk tahun 1961, piramida penduduk
Indonesia berbentuk limas atau ekspansif. Artinya
pada periode tersebut, jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk
usia tua.
C. Mobilitas
(Persebaran Penduduk Tidak Merata)
Persebaran atau distribusi penduduk adalah
bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk
tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk adalah angka yang
menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap kilometer pada suatu wilayah
negara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan
kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut:
1. Faktor
Fisiografis, meliputi keadaan fisik pulau tersebut, misal keadaan tanah, iklim
dan cuaca.
2. Faktor
Biologis, meliputi keanekaragaman makhluk hidup yang ada.
3. Faktor
Kebudayaan dan Teknologi, meliputi kemajuan teknologi yang ada.
Untuk mengatasi masalah pemerataan penduduk, program pemerintah
yang terkenal dalam upaya mengatasi masalah tersebut adalah transmigrasi, yaitu
pemindahan penduduk dari daerah yang padat penduduk ke daerah yang belum padat
penduduk. Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
a. Meratakan
persebaran penduduk di Indonesia.
b. Peningkatan
taraf hidup transmigran.
c. Pengolahan
sumber daya alam.
d. Pemerataan
pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
e. Menyediakan
lapangan kerja bagi transmigran.
f. Meningkatkan
persatuan dan kesatuan bangsa.
g. Meningkatkan
pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Beberapa solusi lain upaya lain yang dapat
dilakukan adalah:
a. Pengadaan
rumah vertikal atau rusun
b. Mengatur
jarak kelahiran
c. Menambah
pengetahuan tentang kependudukan\
d. Meningkatkan
usaha ekonomi keluarga
e. Para
transmigran yang sukses bisa kembali membangun daerah asalnya.
D. Rendahnya
Usia Kawin Pertama
Data BPS tahun 2010, menunjukkan rata-rata
perempuan di daerah perkotaan menikah pada usia 20-22 tahun, hal ini
disebabkan karena partisipasi perempuan dalam karir dan pekerjaan sebelum
perkawinan sehingga dapat menunda usia perkawinan. Hasil penelitian
menemukan bahwa ada beberapa factor yang berpengaruh
terhadap perkawinan pertama pada perempuan, diantaranya adalah factor
agama, social,pendidikan ,ekonomi, budaya dan factor tempat tinggal
desa-kota.
Salah satu program
kependudukan yang dapat mengendalikan jumlah penduduk dan langsung sasarannya
terhadap perkawinan pertama pada perempuan adalah program Pendewasaan Usia Perkawinan
(PUP). Program PUP ini adalah upaya untuk meningkatkan usia perkawinan
pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan usia 20
tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.
E. Rendahnya
Partisipasi Pria Dalam Ber-KB
Rendahnya partisipasi pria/suami dalam KB dan
kesehatan reproduksi disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu: (a) faktor
dukungan, baik politis, sosial budaya, (b) faktor akses, baik
akses informasi, maupun akses pelayanan.
F. Masih
Lemahnya Institusi Daerah Dalam Pelaksanaan Program KB
Dimulai sejak awal era reformasi, program KB
seakan mati suri. Bahkan masih banyak kabupaten/kota yang tidak memiliki
badan atau lembaga yang mengurus KB.
G. Rendahnya
Budaya Olahraga Di Kalangan Masyarakat Dan Prestasi Olahraga Indonesia Yang
Tertinggal
Masalah lainnya adalah
rendahnya angka partisipasi penduduk dalam berolahraga yang hanya sekitar 22,6
persen; terbatasnya fasilitas olahraga, baik berupa prasarana maupun sarana
olahraga; rendahnya rasio guru olahraga/penjaskes untuk jenjang SD yaitu hanya
0,5 persen; lemahnya koordinasi antarpembinaan olahraga pendidikan, olahraga
prestasi, dan olahraga masyarakat; dalam era desentralisasi dan otonomi daerah,
penataan peran pembinaan olahraga antarpemerintah pusat dan daerah belum
tertata dengan baik; serta menurunnya prestasi olahraga dalam event-event internasional..
Dalam rangka menumbuhkan budaya olahraga
beberapa permasalahan yang harus diatasi yaitu: (1)
Belum terwujudnya peraturan perundang-undangan tentang keolahragaan; (2)
Rendahnya kesempatan untuk berkreativitas olahraga
dikarenakan semakin berkurangnya lapangan dan fasilitas olahraga; serta (3)
Lemahnya koordinasi lintas lembaga dalam hal
penyediaan ruang publik untuk lapangan dan
fasilitas olahraga bagi masyarakat umum. Maka dari itu, hal tersebut diatas
perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya meningkatkan budaya olahraga di
indonesia.
H. Database Serta
Administrasi Kependudukan
Berikut merupakan masalah dari database serta administrasi kependudukan
:
1. Masalah
KTP dan KK
a. Masih
banyak warga DKI Jakarta yang belum memiliki akta kelahiran karena tidak
memiliki KTP, Kartu Keluarga, akta nikah dari KUA/Catatan Sipil dan surat
keterangan lahir anak dari dokter/bidan.
b. Kasus
lain, salah satu orang tua kabur/meninggalkan istri/suami dan anak tanpa kabar
bertahun-tahun dengan membawa KTP dan Akta nikah sehingga istri/suami sulit
untuk membuatkan akta kelahiran untuk anaknya.
2. Masalah
Akta Nikah
a. Masih
banyak warga DKI Jakarta yang tidak memiliki akta nikah sama sekali karena
kawin di bawah tangan atau kawin siri.
b. Ada
juga yang memiliki akta nikah secara agama, namun tidak memiliki akta nikah
dari catatan sipil atau dari KUA sehingga berdampak pula pada status anak dalam
akta kelahirannya,
3. Masih
banyak ditemukan kasus dimana akta nikah catatan sipil tidak dapat diterbitkan
gara-gara salah satu pasangan suami istri itu tidak memiliki akta lahir saat
menikah.
4. Masalah
Status Anak Di luar Nikah
Solusi dari masalah database dan administrasi
kependudukan antara lain dengan menggunakan Sistem Informasi Administrasi
Kependudukan (SIAK) bertujuan untuk menciptakan sistem pengenal tunggal berupa
Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan menjadi identitas tunggal penduduk.
2. Masalah
Lingkungan Hidup
A. Pengertian Lingkungan Hidup
Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk
hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
B. Unsur-Unsur
Lingkungan Hidup
a. Unsur
Fisik (Abiotik).
Fungsi unsur fisik dalam
lingkungan hidup, yaitu sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Apabila
unsur fisik tersebut tidak ada, semua kehidupan yang terdapat di muka bumi ini
dapat terhenti.
b. Unsur
Hayati (Biotik).
Unsur hayati dalam
lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi. Unsur
hayati ini yakni manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Tumbuhan memperoleh
unsur hara dari jasad renik, tumbuhan dimakan hewan dan manusia, hewan dan
manusia mati lalu diuraikan oleh jasad renik menjadi unsur hara.
c. Unsur
Budaya
Unsur budaya adalah
system nilai, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan
perilakunya sebagai makhluk sosial.
Masalah Kependudukan Indonesia
A. Masalah Demografis
1. Besarnya Jumlah
Penduduk
Telah disebutkan sebelumnya di
awal bahwa jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar di
dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah
Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka
237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia
semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia
semakin bertambah.
Akan tetapi permasalahan
kependudukan terkait dengan jumlah penduduk yang besar menjadi sebuah
masalah yang tidak dapat dihindarkan. Indonesia memiliki berbagai potensi
terjadinya konfik. Benturan antara berbagai kepentingan dengan berbagai
organisasi masa lainnya membuat masalah besarnya populasi menjadi hambatan.
Selain itu yang terpenting terkait dengan permasalahan penyediaan sumber daya
alam dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Adanya tekanan penduduk terhadap
daya dukung lingkungan menjadi masalah yang sangat rumit. Kepentingan untuk
membangun tempat tinggal dan ruang gerak sangatlah penting namun di sisi lain
terdapat kepentingan yang terkait dengan permasalah lingkungan seperti halnya
sebagai daerah aliran sungai, daerah resapan air, pertanian, penyediaan sumber
daya alam, dll. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan keduanya perlu
mendapatkan perhatian yang sama demi keseimbangan alam.
Selain itu, masalah yang muncul
terkait dengan jumlah penduduk yang besar adalah dalam penyedian lapangan
pekerjaan. Kebutuhan akan bahan pokok menuntut orang untuk berkerja dan encari
nafkah. Namun, penyedia lapangan kerja sangatlah minim. Yang menjadi masalah
adalah penduduk lebih senang untuk menggantungkan diri terhadap pekerjaan dan
cenderung mencari pekerjaan daripada membuka lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan
masalah baru yaitu pengangguran. Apabila jumlah pengangguran ini tinggi, maka
rasio ketergantungan tinggi sehingga negara memiliki tanggungan yang besar
untuk penduduknya yang dapat menghambat pembangunan dan menyebabkan tingkat
kemiskinan menjadi tinggi.
Jumlah penduduk yang besar
memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya. Jumlah
penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga
kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah
bertambah. Oleh karena itu, perencaan yang matang sangatlah diperlukan guna
penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.
2. Tingginya Tingkat
Pertumbuhan Penduduk
Terkait dengan jumlah penduduk
yang tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah
tingkat atau laju pertumbuhan penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk
membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat.
Semakin besar persentase
kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya
membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin
banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan
prasarana, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam
rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah
muncul program KB dan kini ditangani oleh BKKBN.
3. Persebaran Penduduk
Tidak Merata
Kepadatan penduduk adalah
jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang
dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan sensus penduduk dan survey
penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan
provinsi yang lain tidak merata.
Di Indonesia sendiri terjadi
konsentrasi kepadatan penduduk yang berpusat di Pulau Jawa. Hampir lebih dari
50% jumlah penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila
pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas
hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi
dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.
Faktor faktor yang menyebabkan
terjadinya persebaran penduduk:
1. Kesuburan
tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat
dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
2. Iklim,
wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya
tidak disenangi sebagai tempat tinggal
3. Topografi
atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di
daerah datar
4. Sumber
air
5. Perhubangan
atau transportasi
6. Fasilitas
dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.
B. Non Demografis Bersifat
Kualitatif
1. Tingkat Kesehatan
Penduduk yang Rendah
Usaha untuk terus meningkatkan
kualitas hidup manusia Indonesia terus digalakkan. Namun, kembali lagi
permasala itu tetap muncul dan menjadi PR bagi penentu kebijakan guna
meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
Dalam
hal kesehatan yang akan mejadi sorotan bagaimana gambaran
tingkat kesehatan adalah angka kematian bayi. Besarnya kematian yeng
terjadi menujukkan bagaimana kondisi lingkungan dan
juga kesehatan pada masyarakat.
Dari data di atas dapat dilihat
bagaimana penurunan yang terjadi pada angka kematian bayi di Indonesia yang
dihitung berdasar jumlah kematian di setiap 1000 kelahiran per tahun. Penurunan
ini menujukkan usaha untuk perbaikan dalam bidang kesehatan terus saja
diupayakan guna meningkatkan kualitas hidup manusia Indonsia. Berbagai layanan
kesehata yang dibuka seperti imunisasi dan juga posyandu tentunya menjadi
harapan guna memperbaiki kondisi kesehatan yang ada saat ini.
Sebagai tambahan, terdapat
tabel yang menujukkan bagaimana kondisi status gizi buruk yang ada di Indonesia
tahun 1998-2003. Pemenuhan Gizi yang baik tentunya akan sangat berpengaruh pada
kesehatan jika dikaitkan dengan kemampuan bayi untuk bertahan dari penyakit.
Kebutuhan akan gizi yang terpenuhi akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga
lebih kebal terhadap penyakit. Dari grafik di bawah ini, masih banyak terdapat
balita yang mengalami gizi kurang bahkan gizi buruk. Hal ini menujukkan bahwa
perbaikan dalam hal kesehatan masih perlu dilakukan
Selain indikator tersebut,
pengukuran tingkat kesehatan juga dapat dilakukan dengan melihat usia harapan
hidup manusia Indonesia. Dalam Population Data Sheet 2012, usia harapan hidup
orang Indonesia adalah 72 tahun sedangkan tahun 2011 rata-rata usia harapan
hidupnya 71. Hal ini menujukkan usaha peningkatan dan perbaikan kualitas
kesehatan manusia Indonesia. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan
tingkat kesehatan penduduk yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat
dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka
pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang
pendapatannya tinggi dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar
kesehatan.
2. Pendidikan Yang Rendah
Kesadaran masyarakat
akan pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Dari UU yang
dikeluarkan pun terlihat bahwa wajib belajar penduduk Indonesia masih terbatas
9 tahun sementara negara lain bahkan menetapkan angka lebih dari 12 tahun dalam pendidikannya.
Namun bagi Indonesia sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya terlaksana dan
tuntas mengingat banyaknya pulau di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh
berbagai fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human Development Indeks) tahun 2011
pun rata-rata pendidikan bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun.
Dari sini pun sudah terlihat bagaimana tingkat pendidikan di
Indonesia
Akan tetapi, sebenarnya
tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur
kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan
produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya
produktivitas yang tinggi.
Namun kembali pada kenyataan
yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi namun tetap
saja menjadi penggangguran. Orang yang menganggur menjadi beban bagi orang
lain. Seperti yang telihat pada grafik di bawah ini, pengangguran yang di
maksud di sini merupakan pengangguran yang terjadi karena mereka sedang dalam
proses mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan
pekerjaan, dan atau sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Terdapat
angka yang menujukkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi berada pada tamatan
SMA/Umum. Ini menujukkan bahwa pendidikan setara SMA belum cukup untuk
mengentaskan jumlah pengangguran yang ada di Indonesia. Lulusan ini masih
menjadi pertanda bahwa tingkatan produktivitas tidak bertambah jika pendidikan
hanya sebatas ini. Perlunya
peningkatan pendidikan serta pendidikan non formal tentunya
akan membantu agar pengangguran tidak menumpuk pada lulusan SMA.
Jika diamati, kondisi ini
sangat memprihatinkan. Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus
dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang
dilakukan oleh pemerintah membawa dampak positif yang signifikan terhadap
kesejahteraan penduduk.
3. Banyaknya Jumlah
Penduduk Miskin
Kemiskinan juga menjadi salah
satu masalah yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara
miskin menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat
Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan lagi,
Indonesia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar dari
Sabang sampai Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika meihat bagaimana
kemiskinan menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.
Secara garis besar penurunan
jumlah warga miskin memang terlihat signifikan. Hal ini juga dibenarkan oleh
beberapa pakar yang mengamati penurunan ini. namun, angka 30 juta masih menjadi
permasalahan sendiri mengingat adanya berbagai tujuan global yang akan di capai
tahun 2015.
Selain kemiskinan, masalah lain
adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat jelas di Indonesia. Kaum konglomerat
menjadi penguasa namun pemerintah diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak
mengherankan apabila negara Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup
banyak.
Ø Solusi
Untuk mencapai pemerataan dan
keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka beberapa cara untuk mengatasi
masalah kependudukan antara lain :
· melaksanakan program
KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam
suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka
kelahiran.
· Melakukan
transmigrasi.
· menunda
masa perkawinan.
· penambahan
dan penciptaan lapangan kerja,
· meningkatkan
kesadaran dan pendidikan kependudukan.
· mengurangi kepadatan
penduduk dengan program transmigrasi.
· meningkatkan
produksi dan pencarian sumber makanan.
DAFTAR PUSTAKA
- Afia, A 1995. Nuansa Ekosistem
Indonesia. Pusat Pengabdian Pada Masyarakat, Universitas Mercu Buana,
Jakarta.
- Soerjani, M, A. Yuwono dan Dedi
Fardiaz. 2006. Lingkungan Hidup, Pendidikan, Pengelolaan Lingkungan Hidup
dan Pembangunan Berkelanjutan. Yayasan Institut Pendidikan dan
Pengembangan Lingkungan (IPPL), Jakarta.
- http://setyawanws.wordpress.com/2011/05/31/manusia-dan-lingkungan/
- http://www.scribd.com/doc/2513/93/30/makalah-lingkungan-hidup/











0 komentar:
Posting Komentar