Pages

Sabtu, 21 Juli 2018

EKOSISTEM, SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGANNYA


PENGANTAR ILMU ALAM
BAB 6
EKOSISTEM, SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGANNYA



Di susun oleh       :
Mita Juniarti : 02012170018
Niluh Kirana : 02012170004
Shella Ayu : 02012170002

UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
SURABAYA
2018

EKOLOGI SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Pada tahun 1866 seorang ahli Biologi yang berasal dari Jerman yaitu Earns Harckel, istilah ini berasal dari Yunani yang memiliki arti oikos (rumah) dan logos (ilmu). Ekologi jika diartikan menjadi ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungan yang bersifat organic dan anorganik. Pada tahun 1900 ekologi mulai diakui sebagai ilmu dan berkembang dengan cepat, hal ini juga dikarenakan kepekaan yang tinggi terhadap masalah lingkungan dalam memelihara mutu peradaban dunia. Prinsip ekologi dapat memberi pencerahan dalam menxari jalan untuk mencapai kehidupan yang jauh lebih layak dari sebelumnya.
 Ekologi memiliki kajian-kajian yang dibagi menjadi 3 bagian :
a.       Ekosfera
Adalah system alam yang efektif yang mempunyao daya dukung tinggi dalam menjami system kehidupan. Ekosefera dibagi lagi menjadi 3 yaitu, atmosfera, hydorsfera dan litosfera.
-          Atmosfera : merupakan lapisan udara yang terdiri dari berbagai campuran gas yang menyelimuti planet-planet yang ada di bumi. Ada beberapa menfaat dari atmosfer antara lain, melindungi bumi dari benda angkasa yang jatuh ke bumi, memberi perlindungan dari radiasi ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan mahluk hidup, lapisan ini juga mengandung gas-gas baik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada dimuka bumi, keuntungan lain adalah sebagai media cuaca dimana lapisan atmosfer mempengaruhi awan, angin, salju dan lain-lain.
-          Hydrosfera : merupakan lpisan yang terbentuk dari air yang ada dimuka bumi, lautan , air tanah, dan es yang menutupi kulit bumi. Hydrosfera meliputi Samudra, laut, sungai, danau, ait tanah serta semua air yang berada di atmosfer.
-          Litosfera : terdiri dari lapisan tanag dan batuan yang berasal dari kerak bumi yang kemudian membentuk lapisan-lapisan pembentuk mantel di bawah kerak bumi dan magma.
Ekosfera memiliki fungsi antara lain :
1.      Memperlunak iklim.
2.      Meresiklus bahan kimia yang diperlukan oleh makhluk hidup.
3.      Mengontrol lebih dari 95% dari semau hama yang ada pada tumbuhan dan penyakit yang ada pada hewan.
4.      Mengelola plasma nutfah yang luar biasa jumlahnya.



b.      Biosfer
Merupakan bagian luar planet bumi yang mencakup udara, daratan dan air sehingga memungkinkan untuk keberlangsungan kehidupan dan proses biotik. Menurut geofisiologi, biosfer diartikan sebagai system ekonomis global yang menyatukan makhluk hiduo dan hubungan dengan sesame, termaksud interaksinya dengan unsur litosfer, hidrosfer dan atmosfer bumi. Bumi meruoakan satu – satnya tempat yang mendukung terjadinya kehidupan makhluk hidup. Biosfer berlangsung sekitar kurang lebih 3,5 miliar tahu dari 4,5 miliar tahun usia bumi.
c.       Matahari
Merupakan sumber energi yang mendukung keberlangsungannya kehidupan. Dimana matahari memiliki peran penting dan manfaat yang penting bagi kehidupan :
-          Dapat digunakan untuk menjadi energy listri, saat panel surya dipasang diatap maka akan menangkap sinar matahari dan akan mengubah sinar tersebut menjadi sumber energy.
-          Pergerakan dari rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam.
-          Matahari berperan penting dalam proses fotosintesis bagi tumbuhan berklorofil.
-          Saat bumi menerima energi matahari yang cukup maka air akan tetap berbentuk cair yang merupakan siklus ujan, cuaca dan iklim.
Menurut bidang kajiannya ekologi dibagi menjadi 2 yaitu :
·         Autokelogi : bidang ekologi yang mempelajari spesies organisme individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Sebagai conohnya saat kita mempelajari hubungan antara poon pinus merkusii dengan lingkungannya maka hal ini termaksud dalam autokelogi.
·         Sinekologi : ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu. Mempelajari struktur dan komposisi baik tumbuhan maupun hewan maka hal ini termaksud kedalam sinekologi.
Menurut habitatnya ekologi dibagi menjadi :
·         Ekologi bahari
·         Ekologi perairan tawar
·         Ekologi terrestrial atau darat
·         Ekologiestuaria atau ekologi muara sungai
·         Ekologi padang rumput.


Sedangkan menerut taksonomi ekologi dibagi menjadi  5 :
·         Ekologi tumbuhan.
·         Ekologi hewan.
·         Ekologi serangga.
·         Ekologi burung.
·         Ekologi jasad renik.
A.    Ekosistem
Ekosistem adalah tempat dimana terjadi proses interaksi dan terjadinya ketergantungan antara makhluk hidup yang merupakan komponen biotik dengan lingkungan hidup yang merupakan komponen abiotik. Komponen-komponen ekosistem meliputi  komponen abiotic dan komponen biotik. Komponen abioti meliputi :
a.       Udara : yang berada diatmosfer yang tersusun atas nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan gas-gas lainnya.
b.      Air : terdapat sekitar 80-90% tubuh makhluk hidup yang tersusun atas air.
c.       Mineral : mineral diperoleh tumbuhan dalam bentuk ion-ion yang telah larut dalam air tanah,mineral ini duganakan untuk berlangsungnya metabolisme tubuh dan untuk penyusun tubuh.
d.      Cahaya : cahaya yang dimaksud adalah cahaya yang berasal dari matahari yang digunakan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Cahaya matahari hanya bisa di tangkap oleh tumbuhan, sedangkan makhluk hidup lainnya tidak dapat menangkap cahaya matahari untuk keperluan metabolisme tubuh.
e.       Suhu.
f.       Keasaman : makhluk hidup pada umumnya memerlukan lingkungan yang memiliki keasaman atau PH netral, karena jika terlalu asam maka manusia tidak dapat hidup di lingkungan tersebut.
Sedangkan komponen biotik terdiri dari produser, konsumer dan dekomposer (pengurai)
a.       Produser
Semua organisme yang memiliki kandungan klorofil  termasuk dalam golongan produser. Produser dapat mengubah zat anorganik menjadi zat organik dengan pertolongan cahaya. Organisme yang mampu mengubah zat anorganik hidup secara autotrof, produser dapat menyediakan bahan makanan bagi makhluk hidup yang lainnya.
b.      konsumer
merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai pemakan bahan organic atau energy yang dihasilkan oleh produsen yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup. Manusia, hewan dan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil merupakan konsumen karena tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Konsumen dibagi menjadi beberapa tingkatan :
-          konsumen tingkat pertama : yang merupakan pemakan tumbuhan secara langsung.
-          Konsumen tingkat kedua : merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat pertama, seperti burung pemakan ulat dan ular pemakan tikus.
c.       Dekomposer ( pengurai)
Mikroorganisme yang berperan menguraikan tubuh makhluk hidup lain yang sudah mati atau sampah-sampah. Makhluk hiup yang tergolong sebagai dekomposer adalah jamur dan bakteri. Zat-zat makanan yang berupa zat organic yang terkandung dalam sampah dan bangkai akan terurai menjadi gas H2S, CO2, air dan mineral yang meresap ke dalam tanah.

B.     DAUR BIOGEOKIMIA
Merupakan perubahan yang terjadi secara terus menerus, yang berlangsung antara komponen biosfer yang hidup dan yang tidak hidup. Daur biogeokimia memiliki fungsi yaitu sebagai siklus yang mengembalian semua unsur kimia yang telah terpakai oleh komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga hal ini akan terus menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi.
Ada 5 daur biogeokimia yaitu :
1.      Daur Hidrologi
Daur ini merupakan hal penting dalam keberlangsungan daur air alami. Pemanasan air samudra adalah kunci dari terjadinya proses hidrologi dapat berjalan secara terus menerus. Air yang telah berovaporasi menjadi hujan atau kabut dapat kembali keatas atau langsun jatuh, namun sebelum mencapai tanah, maka air tersebut akan diintersepsi oleh tanaman. Setelah itu daur hidrologi bergerak secara kontinu dengan 3 cara yang berbeda :
-          Evaporasi (transprasi)
Penguapan air yang ada di seluruh muka bumi naik ke atas dan kemudian mengalami penguapan sehingga muncul uap air yang dikenal dengan sebutan awan, kemudian awan tersebut akan berubah menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun dalam bentuk hujan, salju, es maupun kabut.
-          Infiltrasi (perkolasi)
Air hujan yang turun kemudian masuk kedalam tanah melalui pori-pori tanah dan batuan menuju pada permukaan air tanah. Air bergerak akibat aksi kapiler, air juga dapat bergerak secara horizontal maupun vertical sehinga air tersebut dapat memasuki kembali system air permukaan.
-          Air Permukaan
Airal permukaan tanah dapat dilihat di daerah urban, dimana sungai-sungai bergabung menjadi satu sama lain lalu kemudian membentuk sungai yangmembawa seluruh air permukaan menuju sungai.
2.      Daur Nitrogen
Gas nitrogen pada dasarnya stabil namun sulit berekasi, sehingga gas ini tidak bisa dimanfaatkan secara langsung oleh mahkluk hidup. Nitrogen yang ada pada tuuh mahkluk hidup menrupakan komponn yang menyusun asam amino yang kemudian akan membentuk protein. Tumbuhan mampu menyerap nitrogen dalam bentuk nitrit atau nitra yang berasal dari dalam tanah untuk menyusun protein dalam tubuhnya. Pada Negara maju, nitrogen boleh atau bebas dikumpulan untuk keperluan industri, karena selain diproses secara alami melalui proses nitrifikasi, penambahan unsur nitrogen di alam dapat juga melalui poses buatan yaitu pemupukan.
3.      Daur Fosfor
Unsur fasfor memiliki persediaan yang sangat terbatas, padahal unsur ini merupakan unsur yang penting bagi kehidupan. Fosfor sangat penting dalam transformasi energy pada semua organisme karena fosfor memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan kimia yang berenergi tinggi. Fosfor biasanya berasal dari batuan atau endapan-endapan yang berasal dari sisa makhluk hidup, dimana sumber ini nantinya akan mengalami pelapukan dan erosis, bersaan dengan itu fosfor akan dilepaskan ke dalam ekosistem. Fosfor yang terkandung dalam tubuh makhluk hidup merupakan unsur yang menyusun tulang, gigi, DNA atau RNA dan protein. Daur ini dimulai dari fosfat anorganik yang berada dalam tanah yang diserap oelh tumbuhan, maka hewan yang memakan tumbuhan tersebut akan mendapatkan fosfor dari tumbuhan yang di makan. Sedangkan makhluk hidup yang mati atau sisa ekskresi hewan akan diuraikan oleh bakter kemudian menguraikan fosfat organic menjadi fosfat anorganik.
4.      Daur Karbon
Tumbuhan memanfaatkan sumber CO2 di udara yang berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batu bara dan asap pabrik akan dimanfaatkan untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Karbon dioksida berkaitan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat merupakan sumber karbon bagi alga yang memprodusi makanan untuk mereka sendiri dan ornagisme heterotrof lainnya. Pada rantai makanan atom C akan diubah menjadi jaringan dan sebagian untuk respirasi dengan melepas CO2 kembali.
5.      Daur Oksigen
Oksigen terdapat pada atmosfer dan terkandung dalam air. Kemudian digunakan oleh makhluk hidup seperti tumbuhan, heman, dan manusia untuk pernapasan (respirasi). Kemudian oksigen yang sudah terpakai atau diambil akan diganti oleh tumbuhan hijau yang melepas oksigen ke atmosfer melalui proses fotosintesis.




Populasi
Adalah kumpulan individu organisme sejenis yang dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil, yang terdapat pada suatu daerah tertentu & waktu tertentu. Konsep populasi banyak dipakai dalam ekologi dan genetika. Populasi suatu spesies adalah bagian dari suatu komunitas. Selain itu, evolusi juga bekerja melalui populasi. Ahli-ahli genetika, di sisi lain, memandang populasi sebagai sarana atau wadah bagi pertukaran alel-alel yang dimiliki oleh individu-individu anggotanya. Dinamika frekuensi alel dalam suatu populasi menjadi perhatian utama dalam kajian genetika populasi.
Contoh : populasi kuda sumbawa, populasi ikan lumba-lumba
Berdasarkan aliran energi, maka populasi dapat digolongkan :
  • Produsen : tumbuhan berklorofil, fitoplankton
  • Konsumen I   : herbivora
  • Konsumen II  : karnivora
  • Konsumen III : karnivora pemakan karnivora
  • Parasit : organisme yang memakan makanan yang    telah dicerna
  • Pemakan bangkai : hewan yang hidup dari organisme yang sudah mati
  • Pengurai / dekomposer : jamur & bakteri
Komunitas
Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti sama”.
Adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup di suatu tempat secara bersamaan. umumnya memiliki ketertarikan yang sama.
Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen:
  • Berdasarkan Lokasi atau Tempat
  • Berdasarkan Minat
  • Berdasarkan Komuni
Contoh : komunitas perairan air tawar, komunitas air laut, komunitas darat.
Ekosistem sebagai sumber daya alam
Ekosistem alami menyediakan banyak SDA yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Berdasarkan jenisnya SDA dapat dibedakan menjadi 2 :
  1. Sumber Daya Alam nonhayati (abiotik) atau Sumber daya alam fisik
yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Contoh : bahan tambang, tanah, air dan kincir angin.
  1. Sumber Daya Alam hayati (biotik)
yaitu sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Contoh : hewan, tumbuhan, mikroba, manusia.
Berdasarkan sifatnya SDA dapat dibedakan menjadi 2 :
  1. SDA yang dapat diperbaharui(renewable/nonkonvensional)
yaitu Sumber Daya Alam yang dapat bereproduksi dan beregenerasi (pulih kembali).
Contoh : Energi matahari, energi panas bumi, magma, energi angin, energi pasang surut, energi biogas, energi biomassa.
  1. SDA yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable)
yaitu Sumber Daya Alam yang pembentukannya membutuhkan waktu yang sangat lama (ratusan hingga jutaan tahun) dengan kata lain sumber daya macam ini dapat habis pada suatu saat nanti.
Contoh : minyak bumi, batu bara, gas bumi & energi nuklir.
Berdasarkan daya/nilai pakai SDA:
Daya Konsumtif
  1. Sumber Daya Alam yang tidak cepat habis
yaitu karena nilai konsumtif terhadap barang itu relatif kecil. Di samping itu sumber daya alam ini dapat dipakai berulang-ulang. Contoh : intan, batu permata, serta logam mulia.
  1. Sumber Daya Alam yang cepat habis
yaitu karena nilai konsumtif barang ini relatif tinggi. Manusia menggunakan dalam jumlah besar, sehingga sumber daya alam ini cepat habis. Di samping itu, daur ulangnya sukar dilakukan. Contoh : gas bumi, minyak bumi. Dll.
Nilai Ekonomi

1.      Sumber Daya Alam Ekonomis
yaitu Sumber Daya Alam yang mempunyai nilai ekonomis, sangat berharga, menghasilkan keuntungan, dan untuk mendapatkannya memerlukan biaya yang cukup besar. Contoh : emas, perak, timah, minyak bumi, dan batu bara.
2.      Sumber Daya Alam nonEkonomis
yaitu Sumber Daya Alam yang mendapatkannya dengan biaya yang relatif kecil atau gratis. Contoh : air, udara, dan sinar matahari.
Berdasarkan potensi/penggunaan SDA dapat dibedakan menjadi 4 :
  1. Sumber Daya Alam materi
yaitu Sumber Daya Alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Contoh : batu, besi, emas, kayu, serat kapas, dsb.
  1. Sumber Daya Alam Energi
yaitu Sumber Daya Alam yang dimanfaatkan energinya. Contoh : batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, dsb.
  1. Sumber Daya Alam ruang
yaitu Sumber Daya Alam yang berupa ruang atau tempat hidup manusia yang dipengaruhi oleh letak geografis, topografi /relief (bentuk daratan). Contoh : tanah / daratan dan angkasa.
  1. Sumber Daya Alam waktu
yaitu Sumber Daya Alam yang ketersediaannya terikat dengan waktu atau musim. Contoh : air sulit didapat pada musim kemarau, sebaliknya ketika musim penghujan terjadi bahaya banjir
Konsep pengelolaan sumber daya alam
Dalam pengelolaan sumber daya alam, ada beberapa konsep/prinsip yang harus diperhatikan :
  • Prinsip daya toleransi
SDA dibatasi baik secara gegrafis maupun ekologis oleh daya toleransi terhadap faktor lingkungan.
  • Prinsip inoptimum
Tidak ada SDA yang dapat berkembang dalam satu lingkungan yang optimum bagi semua faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
  • Prinsip faktor pengontrol
Faktor pengontrol harus beroperasi dengan baik, sehinnga dapat menentukan dinamika populasi dari suatu jenis SDA.
  • Prinsip ke-tanpabalikan
SDA ada yang tidak dapat memperbaharui diri lagi karena proses fisis & biologis, sehingga mengakibatkan kepunahan SDA tersebut.
  • Prinsip pembudidayaan
            SDA yang telah dibudidayakan  harus terus dipelihara & dilindungi oleh manusia.
Manusia dan Lingkungan Hidup
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbale balik baik itu positif maupun negatif.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbale balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riilJadi lingkungan hidup manusia adalah semua yang ada di sekeliling manusia beserta sistem hubungannya.
Peran Manusia Terhadap Lingkungannya
1.Manusia sebagai Organisme yang Dominan Secara Ekologis
            Manusia memiliki peranan penting dalam biosfer karena manusia merupakan makhluk yang dominan secara ekologi.
            Terdapat dua alas an mengapa manusia disebut dominan secara ekologi,yaitu:
A.Manusia dapat berkompetisi secara lebihbaik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dalam hal makanan, jika dibandingkan dengan makhluk lain slain yang ada dalam ekosistem.
B.Manusia mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya atau organisme lain.
            Suatu makhluk hidup dikatakan dominan secara ekologi, apabila menyangkut jumlah populasi,ukuran tubuh,dan kemampuan untuk mengubah lingkungannya.

2.Manusia sebagai Makhluk Pembuat Alat
            Kemampuan membuat alat, erat hubungannya dengan sifat tegak manusia yang memungkinkan dia bebas menggunakan tangannya, disamping itu, kemampuan itu juga erat hubungannya dengan kemampuan penglihatan,kecekatan, dan kemampuan penalaran otaknya yang tinggi, jadi manusia menjadi dominan dalam ekosistem berkat kemampuan membuat dan menggunakan alat.
            Manusia juga merupakan organism yang membudidayakan makanannya. Perubahan hidup dari pengumpulan makanan menjadi penanam serta pemetik hasil tanam, merupakan suatu pencapaian yang memiliki dampak ekologi yang luas. Alat alat pertanian berkembang dari tingkat penanaman menjadi mesin modern yang dapat mengelolah tanah yang jauh lebih luas. Dengan demikian, terbentuklah ekosistem buatan manusia.
3.Manusia Sebagai Makhluk Perampok
            Perkembangan sominasi manusia sejalan dengan perkembangan alat alat yang digunakan. Manusia dikenal sebagai makhluk yang paling hebat dalam mengeksploitasi ekosistem. Ia dapat mengeksploitasi ekosistem darat maupun laut. Hal ini terjadi karena sifatnya yang omnivore dan kebutuhannya yang beraneka ragam, sejak semula manusia mengeksploitasi ekosistem tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makanannya saja, tetapi juga keperluannya, misalnya pakaian dan perumahan.
            Sebagai salah satu mata rantai dari jarring jarring makanan, manusia dapat memusnahkan organism lain yang berkompetisi denganny, dalam mendapatkan makanan dan kebutuhan lainnya.
            Manusia juga mengeksploitasi ekosistem untuk keperluan yang konsumtif, misalnya untuk kepercayaan, seperti hewan qurban, hewn untuk olahraga, untuk peliharaan, maupun untuk pretise sosial. Sedangkan tumbuhan juga dijadikan sebagai tumbuhan estetika seperti bunga hias.
4.Manusia Sebagai Sebab Revolusi
            Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan merupakan penyebab utama dalam proses evolusi organic. Evolusi alamiah berlangsung sangat lamban, tetapi perusakan alam oleh manusia baik disengaja maupun tidak disengaja akan mempercepat evolusi organic. Akibatnya adalah menurunnya jumlah organisme tertentu bahkan ada beberapa yang punah. Tetapi lain pihak terdapat organisme jenis tertentu jumlahnya meningkat dengan pesat terutama varietasnya. Semua ini adalah akibat dari adanya intervensi manusia.
            Cara manusia mempercepat evolusi adalah dengan membudidayakan hewan dan tumbuhan, menciptakan habitat baru, serta penyebaran hewan dan tumbuh tumbuhan.Sampai sekarang manusia masih terus mengusahakan perkembangan varietas baru yang memenuhi kebutuhan dan selera.
            Selain mengubah habitat yang diikuti terciptanya varietas baru organisme, manusia juga mempercepat evolusi dengan mendistribusikan hewan dan tumbuhan baru tersebut kewilayah dimana awalnya tidak ada organisme tersebut. Kadar penyebaran ini dipercepat lagi dengan perbaikan komunitas dari suatu tempat ke tempat lain.
5.Manusia Sebagai Makhluk Pengotor
            Manusia merupakan satu satunya makhluk yang mengotori lingkungan. Hewan membuang kotoran berupa fases yang dapat diuraikan untuk daur ulang karena terdiri dari zat organik. Tetapi pada manusia,selain fases,manusia juga membuang kotoran zat organik lain yang penguraiannya sangat lambat.Kotoran tersebut berasal dari bahan sintetik dan bahkan zat yang beracun.
            Sumber kotoran manusia ini berasal dari rumah, perkebunan tempat kerja, alat transportasi dan kegiatan lain. Semua ini akan mencemari lingkungan. Bahan pengotor ini biasanya adalah zat buangan yang dapat terbentuk padaat, cair, maupun gas.
            Bahan buangan berbentuk gas merupakan polutan yang banyak dihasilkan oleh industry, misalnya senyawa karbon (CO,CO2,hidrokarbon), belerang dioksida, dan lain lainnya. Juga dapat dihasilkan dari embakaran sampah atau barang tambang seperti batu bara.
Peranan Manusia yang Merugikan dan Menguntungkan Lingkungan.
            Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negative adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.
A.Peranan manusia yang bersifat negative terhadap lingkungan,antara lain sebagai berikut:
1.Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion)
2.Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota.
3.Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerluka subsidi energi.
4.Berubahnya Profil permukaan bumi yang dapat menggangggu kestabilan tanah hingga menimbulkan tanah longsor
5.Masuknya energy bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, tanah. Hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup dan terhadap manusia itu sendiri.
B.Peranan Manusia yang Menguntungkan Lingkungan, antara lain:
1.Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam Scara tepat dan bijaksana terutama SDA yang dapat diperbaharui
2.Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora sertauntuk mencegah terjadinya erosi dan banjir.
3.Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya.
4.Melakukan system pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanianyang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus.
5.Membuat peraturan, organisasi atau undang undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jeenis makhluk hidup.
Masalah kependudukan dan Lingkungan hidup
1.  Masalah Kependudukan
A.      Kualitas Penduduk dan Kesehatan
Kualitas penduduk dicerminkan dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.
1.         Tingkat Pendapatan
Pendapatan penduduk Indonesia walaupun mengalami peningkatan tetapi masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, yaitu sekitar 2.580 USD.
Rendahnya pendapatan per kapita penduduk di Indonesia terutama disebabkan oleh:
a.         Pendapatan nasional yang masih rendah karena sumber daya alam yang dimiliki belum sepenuhnya dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
b.        Jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan penduduk yang tinggi tiap tahunnya.
c.         Masih rendahnya penguasaan teknologi oleh penduduk sehingga pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam kurang optimal.
Oleh karena itu dalam upaya untuk menaikkan pendapatan perkapita, pemerintah melakukan usaha, antara lain:
a.         Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
b.        Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
c.         Memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program KB dan peningkatan pendidikan.
d.        Memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
e.         Memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu berkurang.

2.         Tingkat Pendidikan
 Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia sebagai berikut :
a.         Rendahnya kualitas sarana fisik
b.        Rendahnya kualitas guru
c.         Rendahnya kesejahteraan guru
d.        Rendahnya prestasi siswa
e.         Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
f.         Mahalnya biaya pendidikan.
g.        Rendahnya pendapatan per kapita penduduk,
h.        Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada
i.          Masih kurangnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan
Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia yaitu:
a.         Menambah jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
b.        Menambah jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
c.         Pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai tahun ajaran 1994/1995.
d.        Pemberian bea siswa kepada pelajar dari keluarga tidak mampu tetapi berprestasi di sekolahnya.
e.         Membangun perpustakaan dan laboratorium di sekolah-sekolah.
f.         Menambah sarana pendidikan seperti alat ketrampilan dan olah raga.
g.        Meningkatkan pengetahuan para pendidik (guru/dosen) dengan penataran dan pelatihan.
h.        Penyempurnaan kurikulum sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
i.          Menggalakkan partisipasi pihak swasta untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan.
3.         Tingkat Kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan usia harapan hidup penduduknya. Faktor-faktor yang dapat menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah:
a.         Banyaknya lingkungan yang kurang sehat.
b.        Penyakit menular sering berjangkit.
c.         Gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk.
d.        Angka kematian bayi tahun 1980 sebesar 108 per 1000 bayi dan tahun 1990 sebesar 71 per 1000 kelahiran bayi.
Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah:
a.         Kekurangan vitamin A
b.        Kekurangan kalori protein
c.         Kekurangan zat besi
d.        Gondok

Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk Indonesia yaitu:
a.         Melaksanakan program perbaikan gizi.
b.        Perbaikan lingkungan hidup dengan cara mengubah perilaku sehat penduduk, serta melengkapi sarana dan prasarana kesehatan.
c.         Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat.
d.        Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
e.         Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.
f.         Pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
g.        Penyediaan air bersih.
h.        Pembentukan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu),

B.     Kuantitas Penduduk (Jumlah Penduduk Besar Dan Pertumbuhan Penduduk Cepat)
Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak 237.641.326 jiwa .Diantara negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia menempati posisi keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Ketidakmerataan persebaran penduduk di Indonesia menyebabkan ketidak merataan juga pembangunan fasilitas fisik maupun non fisik.Jumlah penduduk Indonesia yang besar mengakibatkan permasalahan kuantitas penduduk di Indonesia, yaitu:
1.         Jumlah penduduk Indonesia, besarnya sumber daya manusia Indonesia dapat dilihat dari jumlah penduduk yang ada.
2.         Pertumbuhan Penduduk Indonesia, Angka pertumbuhan penduduk Indonesia lebih kecil dibandingkan Laos, Brunei, dan Filipina.
3.         Kepadatan penduduk Indonesia, Permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata. Kondisi demikian menimbulkan banyak permasalahan, misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh dsb.
4.         Susunan penduduk Indonesia, sejak sensus penduduk tahun 1961, piramida penduduk Indonesia berbentuk limas atau ekspansifArtinya pada periode tersebut, jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua.
C.      Mobilitas (Persebaran Penduduk Tidak Merata)
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap kilometer pada suatu wilayah negara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut:
1.         Faktor Fisiografis, meliputi keadaan fisik pulau tersebut, misal keadaan tanah, iklim dan cuaca.
2.         Faktor Biologis, meliputi keanekaragaman makhluk hidup yang ada.
3.         Faktor Kebudayaan dan Teknologi, meliputi kemajuan teknologi yang ada.
Untuk mengatasi masalah pemerataan penduduk, program pemerintah yang terkenal dalam upaya mengatasi masalah tersebut adalah transmigrasi, yaitu pemindahan penduduk dari daerah yang padat penduduk ke daerah yang belum padat penduduk. Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
a.         Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
b.         Peningkatan taraf hidup transmigran.
c.         Pengolahan sumber daya alam.
d.        Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
e.         Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
f.          Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
g.         Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Beberapa solusi lain upaya lain yang dapat dilakukan adalah:
a.         Pengadaan rumah vertikal atau rusun
b.         Mengatur jarak kelahiran
c.         Menambah pengetahuan tentang kependudukan\
d.        Meningkatkan usaha ekonomi keluarga
e.         Para transmigran yang sukses bisa kembali membangun daerah asalnya.

D.      Rendahnya Usia Kawin Pertama
Data BPS tahun 2010, menunjukkan rata-rata perempuan di daerah perkotaan menikah pada usia 20-22 tahun, hal ini disebabkan karena partisipasi perempuan dalam karir dan pekerjaan sebelum perkawinan sehingga dapat menunda usia perkawinan. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa factor yang berpengaruh terhadap perkawinan pertama pada perempuan, diantaranya adalah factor agama, social,pendidikan ,ekonomi, budaya dan factor tempat tinggal desa-kota.
Salah satu program kependudukan yang dapat mengendalikan jumlah penduduk dan langsung sasarannya terhadap perkawinan pertama pada perempuan adalah program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Program PUP ini adalah upaya untuk meningkatkan usia perkawinan pertama,  sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan usia 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.

E.       Rendahnya Partisipasi Pria Dalam Ber-KB
Rendahnya partisipasi pria/suami dalam KB dan kesehatan reproduksi disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu: (a) faktor dukungan, baik politis, sosial budaya, (b) faktor akses, baik akses informasi, maupun akses pelayanan.
     
F.       Masih Lemahnya Institusi Daerah Dalam Pelaksanaan Program KB
Dimulai sejak awal era reformasi, program KB seakan mati suri. Bahkan  masih banyak kabupaten/kota yang tidak memiliki badan atau lembaga yang mengurus KB.

G.      Rendahnya Budaya Olahraga Di Kalangan Masyarakat Dan Prestasi Olahraga Indonesia Yang Tertinggal
Masalah lainnya adalah rendahnya angka partisipasi penduduk dalam berolahraga yang hanya sekitar 22,6 persen; terbatasnya fasilitas olahraga, baik berupa prasarana maupun sarana olahraga; rendahnya rasio guru olahraga/penjaskes untuk jenjang SD yaitu hanya 0,5 persen; lemahnya koordinasi antarpembinaan olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga masyarakat; dalam era desentralisasi dan otonomi daerah, penataan peran pembinaan olahraga antarpemerintah pusat dan daerah belum tertata dengan baik; serta menurunnya prestasi olahraga dalam event-event internasional..
Dalam rangka menumbuhkan budaya olahraga beberapa permasalahan  yang  harus diatasi  yaitu: (1) Belum  terwujudnya peraturan perundang-undangan tentang keolahragaan; (2) Rendahnya  kesempatan  untuk  berkreativitas olahraga dikarenakan semakin berkurangnya lapangan dan fasilitas olahraga; serta (3) Lemahnya koordinasi lintas  lembaga  dalam  hal  penyediaan  ruang publik  untuk  lapangan  dan  fasilitas olahraga bagi masyarakat umum. Maka dari itu, hal tersebut diatas perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya meningkatkan budaya olahraga di indonesia.

H.      Database Serta Administrasi Kependudukan
Berikut merupakan masalah dari database serta administrasi kependudukan :
1.         Masalah KTP dan KK
a.    Masih banyak warga DKI Jakarta yang belum memiliki akta kelahiran karena tidak memiliki KTP, Kartu Keluarga, akta nikah dari KUA/Catatan Sipil dan surat keterangan lahir anak dari dokter/bidan.
b.    Kasus lain, salah satu orang tua kabur/meninggalkan istri/suami dan anak tanpa kabar bertahun-tahun dengan membawa KTP dan Akta nikah sehingga istri/suami sulit untuk membuatkan akta kelahiran untuk anaknya.
2.         Masalah Akta Nikah
a.    Masih banyak warga DKI Jakarta yang tidak memiliki akta nikah sama sekali karena kawin di bawah tangan atau kawin siri.
b.    Ada juga yang memiliki akta nikah secara agama, namun tidak memiliki akta nikah dari catatan sipil atau dari KUA sehingga berdampak pula pada status anak dalam akta kelahirannya,
3.         Masih banyak ditemukan kasus dimana akta nikah catatan sipil tidak dapat diterbitkan gara-gara salah satu pasangan suami istri itu tidak memiliki akta lahir saat menikah.
4.         Masalah Status Anak Di luar Nikah
Solusi dari masalah database dan administrasi kependudukan antara lain dengan menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) bertujuan untuk menciptakan sistem pengenal tunggal berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan menjadi identitas tunggal penduduk.

2.      Masalah Lingkungan Hidup
A.    Pengertian Lingkungan Hidup
       Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

B.     Unsur-Unsur Lingkungan Hidup
a.       Unsur Fisik (Abiotik). 
   Fungsi unsur fisik dalam lingkungan hidup, yaitu sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Apabila unsur fisik tersebut tidak ada, semua kehidupan yang terdapat di muka bumi ini dapat terhenti.
b.      Unsur Hayati (Biotik).
    Unsur hayati dalam lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi. Unsur hayati ini yakni manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Tumbuhan memperoleh unsur hara dari jasad renik, tumbuhan dimakan hewan dan manusia, hewan dan manusia mati lalu diuraikan oleh jasad renik menjadi unsur hara.

c.       Unsur Budaya
    Unsur budaya adalah system nilai, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilakunya sebagai makhluk sosial.

Masalah Kependudukan Indonesia
A. Masalah Demografis
1. Besarnya Jumlah Penduduk
Telah disebutkan sebelumnya di awal bahwa jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah.
Akan tetapi permasalahan kependudukan terkait dengan jumlah penduduk yang besar menjadi sebuah masalah yang tidak dapat dihindarkan. Indonesia memiliki berbagai potensi terjadinya konfik. Benturan antara berbagai kepentingan dengan berbagai organisasi masa lainnya membuat masalah besarnya populasi menjadi hambatan. Selain itu yang terpenting terkait dengan permasalahan penyediaan sumber daya alam dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Adanya tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungan menjadi masalah yang sangat rumit. Kepentingan untuk membangun tempat tinggal dan ruang gerak sangatlah penting namun di sisi lain terdapat kepentingan yang terkait dengan permasalah lingkungan seperti halnya sebagai daerah aliran sungai, daerah resapan air, pertanian, penyediaan sumber daya alam, dll. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan keduanya perlu mendapatkan perhatian yang sama demi keseimbangan alam.
Selain itu, masalah yang muncul terkait dengan jumlah penduduk yang besar adalah dalam penyedian lapangan pekerjaan. Kebutuhan akan bahan pokok menuntut orang untuk berkerja dan encari nafkah. Namun, penyedia lapangan kerja sangatlah minim. Yang menjadi masalah adalah penduduk lebih senang untuk menggantungkan diri terhadap pekerjaan dan cenderung mencari pekerjaan daripada membuka lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan masalah baru yaitu pengangguran. Apabila jumlah pengangguran ini tinggi, maka rasio ketergantungan tinggi sehingga negara memiliki tanggungan yang besar untuk penduduknya yang dapat menghambat pembangunan dan menyebabkan tingkat kemiskinan menjadi tinggi.
Jumlah penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya. Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena itu, perencaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.


2. Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Terkait dengan jumlah penduduk yang tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah tingkat atau laju pertumbuhan penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat.
Semakin besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan prasarana, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul program KB dan kini ditangani oleh BKKBN.
3. Persebaran Penduduk Tidak Merata
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan sensus penduduk dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.
Di Indonesia sendiri terjadi konsentrasi kepadatan penduduk yang berpusat di Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.
Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran penduduk:
1.      Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
2.      Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
3.      Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
4.      Sumber air
5.      Perhubangan atau transportasi
6.      Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.
B. Non Demografis Bersifat Kualitatif
1. Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah
Usaha untuk terus meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia terus digalakkan. Namun, kembali lagi permasala itu tetap muncul dan menjadi PR bagi penentu kebijakan guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
Dalam hal kesehatan yang akan mejadi sorotan bagaimana gambaran tingkat kesehatan adalah angka kematian bayi. Besarnya kematian yeng terjadi menujukkan bagaimana kondisi lingkungan dan juga kesehatan pada masyarakat.


Dari data di atas dapat dilihat bagaimana penurunan yang terjadi pada angka kematian bayi di Indonesia yang dihitung berdasar jumlah kematian di setiap 1000 kelahiran per tahun. Penurunan ini menujukkan usaha untuk perbaikan dalam bidang kesehatan terus saja diupayakan guna meningkatkan kualitas hidup manusia Indonsia. Berbagai layanan kesehata yang dibuka seperti imunisasi dan juga posyandu tentunya menjadi harapan guna memperbaiki kondisi kesehatan yang ada saat ini.
Sebagai tambahan, terdapat tabel yang menujukkan bagaimana kondisi status gizi buruk yang ada di Indonesia tahun 1998-2003. Pemenuhan Gizi yang baik tentunya akan sangat berpengaruh pada kesehatan jika dikaitkan dengan kemampuan bayi untuk bertahan dari penyakit. Kebutuhan akan gizi yang terpenuhi akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih kebal terhadap penyakit. Dari grafik di bawah ini, masih banyak terdapat balita yang mengalami gizi kurang bahkan gizi buruk. Hal ini menujukkan bahwa perbaikan dalam hal kesehatan masih perlu dilakukan


Selain indikator tersebut, pengukuran tingkat kesehatan juga dapat dilakukan dengan melihat usia harapan hidup manusia Indonesia. Dalam Population Data Sheet 2012, usia harapan hidup orang Indonesia adalah 72 tahun sedangkan tahun 2011 rata-rata usia harapan hidupnya 71. Hal ini menujukkan usaha peningkatan dan perbaikan kualitas kesehatan manusia Indonesia. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar kesehatan.
2. Pendidikan Yang Rendah
Kesadaran masyarakat akan pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Dari UU yang dikeluarkan pun terlihat bahwa wajib belajar penduduk Indonesia masih terbatas 9 tahun sementara negara lain bahkan menetapkan angka lebih dari 12 tahun dalam pendidikannya. Namun bagi Indonesia sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya terlaksana dan tuntas mengingat banyaknya pulau di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh berbagai fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human Development Indeks) tahun 2011 pun rata-rata pendidikan bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun. Dari sini pun sudah terlihat bagaimana tingkat pendidikan di Indonesia
Akan tetapi, sebenarnya tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi.
Namun kembali pada kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi namun tetap saja menjadi penggangguran. Orang yang menganggur menjadi beban bagi orang lain. Seperti yang telihat pada grafik di bawah ini, pengangguran yang di maksud di sini merupakan pengangguran yang terjadi karena mereka sedang dalam proses mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan atau sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Terdapat angka yang menujukkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi berada pada tamatan SMA/Umum. Ini menujukkan bahwa pendidikan setara SMA belum cukup untuk mengentaskan jumlah pengangguran yang ada di Indonesia. Lulusan ini masih menjadi pertanda bahwa tingkatan produktivitas tidak bertambah jika pendidikan hanya sebatas ini. Perlunya peningkatan pendidikan serta pendidikan non formal tentunya akan membantu agar pengangguran tidak menumpuk pada lulusan SMA.


Jika diamati, kondisi ini sangat memprihatinkan. Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.

3. Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin



Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan lagi, Indonesia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika meihat bagaimana kemiskinan menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.
Secara garis besar penurunan jumlah warga miskin memang terlihat signifikan. Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa pakar yang mengamati penurunan ini. namun, angka 30 juta masih menjadi permasalahan sendiri mengingat adanya berbagai tujuan global yang akan di capai tahun 2015.
Selain kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat jelas di Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup banyak.
Ø  Solusi
Untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka beberapa cara untuk mengatasi masalah kependudukan antara lain :
·         melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran.
·         Melakukan transmigrasi.
·         menunda masa perkawinan.
·         penambahan dan penciptaan lapangan kerja,
·         meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan.
·         mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi.
·         meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.







DAFTAR PUSTAKA







0 komentar:

Posting Komentar