Pages

Jumat, 27 Juli 2018

Gerakan Cinta Lingkungan dan Pelestariannya



GERAKAN CINTA LINGKUNGAN

DAN PELESTARIANNYA 



Lingkungan tempat tinggal manusia terbagi menjadi 2 yakni lingkungan alam dan lingkungan buatan. Lingkungan alam merupakan lingkungan yang diciptakan Tuhan untuk manusia dan makhluk hidup lainnya. Lingkungan alam bisa berubah-ubah kondisinya dari waktu ke waktu. perubahan kondisi lingkungan alam tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan. Selain faktor bencana alam, kerusakan lingkungan alam juga bisa diakibatkan oleh buruknya perilaku manusia. Agar tidak terjadi kerusakan lingkungan alam, manusia sebagai makhluk paling cerdas di bumi harus berperan aktif dalam melestarikan lingkungan alam.
Pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya (daya dukung) dan melindungi kemampuan lingkungan hidup ter
hadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan suatu kegiatan (daya tampung) UU No. 23/1997 pasal 1 ayat 5, 6, dan 7.
Berikut adalah beberapa cara menjaga kelestarian lingkungan alam.



Melestarikan Sumber Daya Air

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap makhluk hidup. Semua makhluk akan mengalami kesulitan bertahan hidup jika kekurangan konsumsi air. Manusia menggunakan air untuk mandi, cuci dan kakus. Binatang memerlukan air sebagai salah satu sumber energi, sedangkan tumbuhan membutuhkan keberadaan air untuk bisa tumbuh dan berkembang. Lingkungan alam menyediakan banyak air yang melimpah, contohnya air tanah, air laut, air sungai dan air danau. Keberadaan air yang melimpah ruah di lingkungan alam itu harus lah dilestarikan dan dilindungi dari pencemaran air. Beberapa polutan yang dapat mencemari air diantaranya adalah sampah,serta pencemaran limbah, seperti limbah rumah tangga dan limbah industri. Diantara ciri ciri pencemaran air  yaitu air menjadi keruh, memiliki bau tak sedap dan mengandung zat serta bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Untuk mencegah terjadinya pencemaran air, kita harus berperan aktif dalam melestarikan sumber daya air. Beberapa cara menjaga kelestarian air yaitu :

  1. Menghilangkan kebiasaan membuang sampah di sungai.
  2. Membuang sampah di sungai dapat mencemari air sungai yang bermuara di laut, dan pada akhirnya mencemari air laut dan ekosistem pantai.
  3. Menggalakan penanaman pohon, terutama jenis- jenis pohon yang akarnya banyak menyerap air.
  4. Menjaga kelestarian hutan, terutama hutan hujan tropis yang banyak menyimpan sumber- sumber air.
  5. Tidak boros air. Kita harus bijak dalam menggunakan air meskipun tersedia banyak air bersih di lingkungan tempat tinggal kita.
  6. Tidak membuang limbah berbahaya ke dalam aliran air sungai. Setiap industri harus melakukan pengelolaan limbah yang baik agar limbah yang dibuang tidak menimbulkan bahaya dan kerusakan bagi lingkungan alam.





  • Melestarikan Udara Bersih










Kebutuhan pokok makhluk hidup selain air adalah udara. Setiap makhluk yang bernafas membutuhkan udara yang disebut dengan oksigen. Dahulu kala manusia bisa merasakan udara bersih dimana saja. Udara yang bersih bukan berarti tidak bisa tercemar. Tidak seperti udara pegunungan dan pedesaan, udara perkotaan sudah banyak tercemar. Beberapa penyebab pencemaran udara yaitu asap kendaraan, asap hasil pembakaran industri, asap pembakaran batu bara, asap rokok dan kebakaran hutan. Beberapa cara untuk melestarikan  udara agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran yaitu :

  1. Menyaring asap hasil pembakaran proses industri. Jika asap yang dibuang melalui cerobong- cerobong milik industri tidak di filter, maka dapat menimbulkan terjadinya hujan asam. Hal ini dikarenakan asap industri mengandung gas- gas berbahaya.
  2. Menghindari penggunaan bahan bakar batu bara dan mencari alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan.
  3. Meminimalisir faktor- faktor penyebab kebakaran hutan. Asap yang dihasilkan oleh kebakaran hutan cukup berbahaya bagi kesehatan manusia.
  4. Tidak menggunakan peralatan rumah tangga yang mengandung CFC. CFC tersebut dapat menjadi penyebab pemanasan global.
  5. Meminimalisir penggunaan kendaraan motor pribadi dan membiasakan menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.
  6. Menanam pohon di sekitar tempat tinggal dan di tepi- tepi jalan raya, terutama pohon yang banyak menyerap gas karbondioksida.


  • Melestarikan Kesuburan Tanah

Indonesia terkenal dengan negara agraris karena sebagian besar penduduknya bercocok tanam. Unsur hara yang berada dalam tanah yang subur lama kelamaan akan habis sehingga tanah menjadi tandus. Tanah yang tandus akan sulit digunakan untuk bercocok tanam lagi. Untuk menghindari hal itu, kita harus melestarikan kesuburan tanah. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melestarikan kesuburan tanah yakni memupuk tanah, mendaur ulang sampah plastik yang sulit terurai oleh tanah, dan mengelola lahan tandus. Di bawah ini adalah penjabaran masing- masing cara melestarikan kesuburan tanah.

  1. Cara yang pertama yakni memupuk tanah – Tujuan dari memupuk tanah ini tentu saja untuk menyuburkan tanah agar selalu dapat digunakan untuk bercocok tanam. Dengan memberikan pupuk pada tanah maka unsur hara di dalam tanah tidak akan cepat habis. Akan lebih baik jika menggunakan pupuk organik dari pada pupuk anorganik. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran.
  2. Cara yang kedua adalah mendaur ulang sampah plastik – Kegiatan ini perlu dilakukan karena sampah plastik menjadi salah satu penyebab utama pencemaran tanah. Seperti yang kita ketahui bahwa sampah plastik ini sangat sulit untuk diuraikan karena tidak bisa membusuk secara alami. Berbeda dengan sampah organik seperti daun daunan kering yang bisa terurai secara alami sehingga dapat dijadikan kompos yang juga bermanfaat untuk kesuburan tanah.
  3. Cara yang ketiga yaitu mengelola lahan yang tandus – Lahan yang tandus tidak bisa dibiarkan begitu saja. Meski sulit digunakan untuk bercocok tanam karena tidak adanya unsur hara di dalam tanah, tetapi masih ada jenis- jenis pohon yang bisa ditanam di lahan tandus. Hal ini lebih baik dari pada membiarkan lahan tandus ditumbuhi ilalang. Pohon- pohon yang tumbuh dilahan tandus nantinya dapat membantu kesuburan lahan tersebut. Ketika daun- daun dari pohon mengering dan berjatuhan di tanah, maka lama kelamaan daun akan membusuk dan menjadi pupuk alami bagi tanah.


  • Melestarikan Hutan

Hutan adalah lingkungan alam yang mengandung banyak sumber daya. Terdapat berbagai macam tanaman dan satwa yang mendiami hutan. Ekosistem hutan sangat penting, tidak hanya bagi kelangsungan hidup penghuninya tetapi juga bagi manusia. oleh karena itu kelestarian hutan harus tetap dijaga agar tidak terjadi kerusakan hutan

  1. Melakukan penanaman kembali hutan yang gundul.
  2. Menjadikan hutan sebagai cagar alam.
  3. Menjaga keberadaan satwa yang berada di dalamnya, karena pohon- pohon dan satwa saling bergantung satu dengan yang lain.
  4. Melaksanakan sistem tebang pilih, dimana hanya pohon- pohon yang cukup umur saja yang boleh ditebang.
  5. Melakukan sosialisasi pada masyarakat di sekitar hutan agar ikut serta menjaga kelestarian hutan dan mengurangi ketergantungan mereka terhadap hutan

  • Melestarikan Laut & Pantai

Seperti halnya hutan, laut juga merupakan sumber daya alam yang potensial. Karena  sumber daya laut merupakan sumber daya yang meliputi, ruang lingkup yang luas yang mencankup kehidupan laut ( flora dan fauna, mulai dari organisme mikroskopis hingga paus pembunuh dan habitat laut ) mulai dari perairan dalam sampai ke daerah pasang surut dipantai dataran tinggi dan daerah muara yang luas. Berbagai orang memanfaatkan dan berinteraksi dengan lingkungan laut mulai dari pelaut, nelayan komersial, pemanen kerang, ilmuwan dan lain-lain. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai.

Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:

1.      Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.

2.      Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.

3.      Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.

4.      Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.



  • Melestarikan Flora & Fauna

Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:

1.      Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.

2.      Melarang kegiatan perburuan liar.

3.      Menggalakkan kegiatan penghijauan.

0 komentar:

Posting Komentar