1. Aprillya Mega Miru -02121170009
2. Irna Parung Allo-0121170020
3. Kelvin Mitchell Potalangi-02121170003
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
PELITA HARAPAN SURABAYA
2018
v Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang
mempelajari pemanfaatan makluk hidup maupun produk dari makhluk hidup maupun
produk dari makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan
jasa. Ada juga pengertian yang mengatakan bahwa Bioteknologi adalah upaya
untuk merekayasa.
v Prinsip Ilmiah
v
MH Berkembang Biak
v
MH mudah diperoleh
v
MH dikembangkan secara Aseksual ( Kloning )
v
Sifat MH bisa diubah – ubah
v
Dapat dihasilkan berbagai produk yang dobutukan
Untuk dapat menghasilkan produk yang
berkualitas ( keluaran ), maka diperlukan bahan awal (masukan). Dari bahan
awal hingga menjadi produk yang berkualitas, harus melewati serangkaian proses
yang disertai prinsip – prinsip ilmiah.
v Sejarah Bioteknologi
Hobbelink (1988) menyatakan bahwa
bioteknologi sebagai suatu teknologi sebenarnya bukanlah hal baru.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun
yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah
pembuatan bir, roti, maupun keju yang
sudah dikenal sejak abad ke-19. Prinsip dasar upaya pembuatan makanan tersebut
pada umumnya sama, yaitu sejumlah bahan dasar didedahkan (exposure) ke jasad
renik tertentu yang akan mentransformasikan bahan dasar (anggur, barley, susu
atau gandum) menjadi produk yang diinginkan. Selain pembuatan bir,
bioteknologi juga diterapkan pada proses pemuliaan tanaman untuk
menghasilkan varietas-varietas
baru di bidang pertanian dan pemuliaan dan reproduksi hewan.
Di bidang medis, penerapan bioteknologi
di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik,
dan insulin walaupun masih
dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang
tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan
alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal
(Defri, 2008). Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara
negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam
teknologi, misalnya teknologi yang berkaitan dengan rekayasa genetika, kultur jaringan,
rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, dan kloning. Teknologi ini memungkinkan kita untuk
memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum
dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel
induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun
penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh
dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan,
dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan rekombinan
DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung
zat gizi yang lebih jika
dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun
tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai
pada pelestarian lingkungan
hidup dari polusi.
Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang
tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik
(racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru. Kini,
bioteknologi modern dapat menghasilkan produk-produk yang bersumber dari sel
(cellular product) dan dapat dilakukan melalui transformasi biologis (biotransformation).
Terlebih lagi bioteknologi modern dalam prosesnya dapat
dipengaruhi serta dikendalikan sepenuhnya oleh manusia sebagai pelakunya
(Defri, 2008).
v Manfaat Bioteknologi untuk memenuhi :
1.
Makanan
Dengan
pemanfaatan mikroba dalam bidang
pangan maka dapat dihasilkan produk makanan yang bergizi tinggi. Contohnya
tempe,roti dan nata de coco.
2.
Bahan Industri
Bioteknologi industry bermanfaat untuk
mengurangi penggunaan lahan yang biasanya digunakan untuk menanam bahan
pangan, contoh lain dari bahan industry juga bisa digunakan di lahan pertanian misalnya pupuk hayati untukdiaplikasikan
ke tanaman pertanian sehingga produksi bahan pangan meningkat.
3.
Pencemaran
Peran bioteknologi dalam pelestarian
lingkunagan, contohnya adalah produksi biogas dari limbah peternakan (kotoran
ternak) yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat peternakan
tersebut.
4.
Produk bahan ramah lingkungan
Peran bioteknologi dalam pelestarian
lingkunagan, contohnya adalah produksi biogas dari limbah peternakan (kotoran
ternak) yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat peternakan
tersebut.
5.
Pemberantasan penyakit dengan aman
Limbah mengandung bakteri dari saluran
pencernaan manusi yang mungkin membahayakan. Bakteri- bakteri tersebut harus
dimusnakan untuk penyebaran penyakit saluran pencernaan.
6.
Memperoleh energy dengan aman
Proses pengelohan limbah cair mikroorganisme
terutama bakteri dan protozoa, memainkan peran penting dalam pengelolahan
limbah. Pengolahan limbah membersikan bahan- bahan buangan padat dan cair dari
limbah sehingga air yang keluar dari tempat pengelolahan limbah aman untuk
digunakan.
v Ilmu Pendukung Bioteknologi
1.
Mikrobiologi
Mikrobiologi merupakan cabang ilmu biologi
yang khusus mempelajari jasad – jasad renik,
secara singkat dapat diartikan bahwa mikrobiologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang makhluk – makhluk hidup yang kecil- kecil.
2.
Genetika
Genetika merupakan ilmu yang mempelajari
berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organism
,aupun suborganisme ( seperti virus dan prion).
3.
Biologi sel
Biologi Sel adalah ilmu yang dipelajari
dalam biologi sel mencakup sifat – sifat fisiologis sel seperti struktur dan
organel yang terdapat di dalam sel, lingkungan dan anraksi sel, daur hidup
sel, pembelahan seldan fungsi sel, hingga kematian sel..
4.
Teknik Kimia
Adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari
makhluk suborganisme, terutama virus.
5.
Enzimologi
Enzimologi adalah biomolekul yang berfungsi
sebagai katalis( senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi)
dalam suatu reaksi kimia.
6.
Biokimia
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari
molekul dan reaksi kimia terkatalisis oleh enzim yang berlansung dalam semua
oraganisme.
v
Perbedaan kultur pada Hewan dan Tumbuhan
·
Kultur pada Hewan
Kultur pada hewan yang dapat digunakan adalah dengan kultur sel, jaringan, dan organ. Kultur sel adalah teknik pemeliharaan sel di dalam kondisi in-vitro. Seperti halnya pada kultur organ, kultur bakal organ, maupun kultur jaringan, kultur sel juga mempertahankan karakteristik sel seperti saat sel tersebut berada di dalam kondisi in-vivo. Sel hewan diisolasi dari organ yang bersangkutan. Selanjutnya, sel diupayakan untuk terpisah satu dari yang lainnya. Sel hewan dipisahkan secara mekanis dan secara enzimatis. Sel-sel yang diperoleh sebagian dipelihara di dalam kultur suspensi, dan sebagian dipelihara di dalam kultur yang melekat. Selanjutnya kultur tersebut dipelihara di dalam medium yang dilengkapi dengan serum di dalam suhu yang sesuai dengan asalnya. Untuk sel mamalia suhu pemeliharaan adalah 37°C dan untuk sel aves suhu pemeliharaannya adalah 39°C.
Ukuran keberhasilan yang dapat digunakan dalam pembuatan kultur ini adalah tidak adanya kontaminasi pada kultur, kesehatan sel selama dipelihara di dalam kondisi in-vitro, dan keberhasilan sel memperbanyak diri. Menurut Listyorini (2001), cara pembuatan kultur sel hewan adalah sebagai berikut.
Kultur pada hewan yang dapat digunakan adalah dengan kultur sel, jaringan, dan organ. Kultur sel adalah teknik pemeliharaan sel di dalam kondisi in-vitro. Seperti halnya pada kultur organ, kultur bakal organ, maupun kultur jaringan, kultur sel juga mempertahankan karakteristik sel seperti saat sel tersebut berada di dalam kondisi in-vivo. Sel hewan diisolasi dari organ yang bersangkutan. Selanjutnya, sel diupayakan untuk terpisah satu dari yang lainnya. Sel hewan dipisahkan secara mekanis dan secara enzimatis. Sel-sel yang diperoleh sebagian dipelihara di dalam kultur suspensi, dan sebagian dipelihara di dalam kultur yang melekat. Selanjutnya kultur tersebut dipelihara di dalam medium yang dilengkapi dengan serum di dalam suhu yang sesuai dengan asalnya. Untuk sel mamalia suhu pemeliharaan adalah 37°C dan untuk sel aves suhu pemeliharaannya adalah 39°C.
Ukuran keberhasilan yang dapat digunakan dalam pembuatan kultur ini adalah tidak adanya kontaminasi pada kultur, kesehatan sel selama dipelihara di dalam kondisi in-vitro, dan keberhasilan sel memperbanyak diri. Menurut Listyorini (2001), cara pembuatan kultur sel hewan adalah sebagai berikut.
a. Menyiapkan peralatan kultur yang dipakai, mematikan hewan coba secara
mekanis kemudian mengambil organ atau jaringan yang dikehendaki untuk dibuat
kultur selnya, mencuci organ atau jaringan di dalam larutan garam seimbang
kemudian memindahkan ke dalam wadah lain yang berisi larutan garam seimbang
segar, Memindahan bahan yang akan dikultur ke dalam sterile bench,
kemudian melakukan penyiapan sel untuk dikultur.
b. Penyiapan secara mekanis dilakukan dengan memotong organ atau
jaringan, mencuci potongan tersebut menggunakan larutan garam seimbang,
memindahkan potongan (ekplan) ke dalam wadah yang berisi larutan garam seimbang
segar, menanam eksplan ke dalam cawan atau botol kultur dan menambahkan medium
kultur yang telah ditambahkan dengan serum dan memelihara kultur di dalam
inkubator CO2 dengan suhu yang sesuai. Fungsi larutan garam seimbang
adalah untuk memberikan lingkungan fisiologis dan fisik yang baik bagi sel
selama sel, jaringan atau organ dipersiapkan.
c. Penyiapan secara enzimatis dilakukan dengan memindahkan eksplan ke
dalam labu erlenmeyer dengan adanya larutan tripsin 5% di dalam medium tanpa
serum, mengaduk suspensi di atas magnetic stirrer dengan kecepatan
sedang, setelah didapkan suspensi sel, barulah menambahkan medium yang
mengandung serum kemudian melakukan sentrifuge dengan kecepatan 1500 rpm selama
5 menit. Kemudian membuang supernatan dan mengganti dengan medium segar yang
mengandung serum. Untuk kultur yang melekat menanam sebagian sel ke dalam cawan
atau botol kultur untuk kultur melekat dan menambahkan medium yang mengandung
serum 10% dan memelihara kultur sel di dalam inkubator CO2 dengan suhu
yang sesuai.
Kultur jaringan adalah teknik pemeliharaan jaringan di dalam kondisi in-itro. Seperti halnya pada kultur jaringan juga mempertahankan karakteristik sel seperti saat sel tersebut berada di dalam kondisi in-vivo. Keberhasilan kultur selain dapat dilihat dari tidak adanya kontaminasi pada kultur, kesehatan jaringan selama dipelihara di dalam kondisi in-vivo, dan berfungsinya jaringan yang dipelihara sebagaimana mestinya.
Kultur organ adalah teknik kultur jaringan yang dipakai untuk mempertahankan organ secara utuh dan mempertahankan struktur serta fungsi organ tersebut. Kultur organ terdiri atas dua macam teknik kultur, yaitu kultur organ dewasa dan kultur bakal organ. Kultur organ dewasa pada umumnya dipakai untuk mempertahankan kehidupan organ yang diambil dari tubuh baik yang masih sehat maupun kehidupan organ yang tidak mungkin dapat bertahan hidup. Kultur bakal organ memelihara jaringan-jaringan bakal organ untuk dikembangkan di dalam kondisi in-vitro. Indikator keberhasilan kultur organ hewan sama dengan kultur sel dan jaringan.
Kultur jaringan adalah teknik pemeliharaan jaringan di dalam kondisi in-itro. Seperti halnya pada kultur jaringan juga mempertahankan karakteristik sel seperti saat sel tersebut berada di dalam kondisi in-vivo. Keberhasilan kultur selain dapat dilihat dari tidak adanya kontaminasi pada kultur, kesehatan jaringan selama dipelihara di dalam kondisi in-vivo, dan berfungsinya jaringan yang dipelihara sebagaimana mestinya.
Kultur organ adalah teknik kultur jaringan yang dipakai untuk mempertahankan organ secara utuh dan mempertahankan struktur serta fungsi organ tersebut. Kultur organ terdiri atas dua macam teknik kultur, yaitu kultur organ dewasa dan kultur bakal organ. Kultur organ dewasa pada umumnya dipakai untuk mempertahankan kehidupan organ yang diambil dari tubuh baik yang masih sehat maupun kehidupan organ yang tidak mungkin dapat bertahan hidup. Kultur bakal organ memelihara jaringan-jaringan bakal organ untuk dikembangkan di dalam kondisi in-vitro. Indikator keberhasilan kultur organ hewan sama dengan kultur sel dan jaringan.
·
Kultur pada Tumbuhan
Kultur jaringan termasuk ke dalam jenis perkembangbiakan vegetatif (Anonim, 2009). Bagian tumbuhan yang akan dikultur (eksplan) dapat diperoleh dari dari semua bagian tumbuhan seperti pucuk, akar, meristem, bunga, bahkan serbuk sari.
Kultur jaringan lebih besar presentase keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem (Hendaryono, 1994). Jaringan meristem adalah jaringan muda yaitu jaringan yang terdiri atas sel-sel yang selalu membelah, dindingnya tipis, belum mengalami penebalan dari zat pektin, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan jaringan meristem digunakan karena keadannya selalu membelah sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.
Kultur jaringan termasuk ke dalam jenis perkembangbiakan vegetatif (Anonim, 2009). Bagian tumbuhan yang akan dikultur (eksplan) dapat diperoleh dari dari semua bagian tumbuhan seperti pucuk, akar, meristem, bunga, bahkan serbuk sari.
Kultur jaringan lebih besar presentase keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem (Hendaryono, 1994). Jaringan meristem adalah jaringan muda yaitu jaringan yang terdiri atas sel-sel yang selalu membelah, dindingnya tipis, belum mengalami penebalan dari zat pektin, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan jaringan meristem digunakan karena keadannya selalu membelah sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.
v
MANFAAT REKAYASA GENETIKA
Perkembangan rekayasa genetika memberikan banyak manfaat bagi manusia
dalam berbagai aspek kehidupan. Adapun manfaat rekayasa genetika jika ditinjau
berdasarkan aspeknya, meliputi:
1.
Bidang Industri
Di bidang industri,
prinsip rekayasa genetika dimanfaatkan dalam upaya pengkloningan bakteri untuk
beberapa fungsi tertentu seperti melarutkan logam-logam langsung dari dalam
bumi, menghasilkan bahan mentah kimia seperti etilen yang diperlukan untuk
pembuatan plastik, menghasilkan bahan kimia yang digunakan sebagai pemanis pada
pembuatan berbagai macam minuman, dan lain sebagainya.
2.
Bidang Farmasi
Dalam bidang farmasi,
rekayasa genetika dimanfaatkan dalam usaha pembuatan protein yang sangat
dibutuhkan untuk kesehatan. Protein ini merupakan gen hasil pengkloningan
bakteri yang berperan dalam mengongtrol sintesis obat-obatan yang jika
diproduksi secara alami akan membutuhkan biaya yang mahal.
3.
Bidang Kedokteran
Lahirnya rekayasa
genetika memberikan banyak manfaat dalam perkembangan ilmu medis, diantaranya:
a.
Pembuatan Insulin
Insulin yang dulunya
disintesis hewan mamalia sudah dapat dihasilkan dengan melakukan pengkloningan
bakteri. Insulin yang dihasilkan ini pun jauh lebih baik dan lebih dapat
diterima oleh tubuh manusia dibandigkan insulin yang disintesis dari hewan.
b.
Pembuatan Vaksin terhadap Virus AIDS
Mengingat AIDS
merupakan virus yang berbahaya dan dapat menyerang sistem kekebalan tubuh, maka
dalam upaya pencegahan penyakit tersebut peneliti membuat suatu vaksin
memanfaatkan rekayasa genetika dalam upaya proteksi diri terhadap penularan
virus AIDS.
c.
Terapi Gen
Rekayasa genetika
juga dimanfaatkan dalam upaya terapi kelainan genetik dengan disisipkannya
beberapa gen duplikat secara langsung ke dalam sel seseorang yang mengalami
kelainan genetis.
4.
Bidang Pertanian
Di bidang pertanian,
rekayasa genetika banyak dimanfaatkan dalam upaya penyisipan gen ke dalam sel
sel tumbuhan sehingga memberikan banyak keuntungan seperti:
·
Menghasilkan tanaman yang mampu menangkap cahaya dengan lebih efektif
untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis.
·
Menghasilkan tanaman yang mampu menghasilkan pestisida sendiri.
·
Menggantikan pemakaian pupuk nitrogen yang mahal namun banyak digunakan
dengan melakukan fiksasi nitrogen secara alamiah seperti pada tanaman
padi.
·
Dapat digunakan untuk menadapatkan tanaman baru yang lebih menguntungkan
lewat pencangkokan gen, seperti pada golongan solanaceae.
5.
Bidang Peternakan
Serupa halnya dengan
pemanfaatan rekayasa genetika di bidang pertanian, di bidang peternakan juga
dilakukan penyisipan gen ke dalam sel-sel hewan tertentu dengan menerapkan
prinsip rekayasa genetika. Hewan yang paling banyak digunakan ialah sapi.
Rekayasa di bidang peternakan memberikan banyak manfaat, seperti:
·
Diperoleh vaksin yang dapat mencegah mencret ganas pada anak babi.
·
Diperoleh vaksin yang efektif terhadap penyakit kuku dan mulut, yang
merupakan penyakit ganas dan menular pada sapi, domba, kambing, rusa dan babi.
·
Sedang dilakukan pengujian hormone pertumbuhan tertentu untuk sapi yang
diharapkan dapat meningkatkan produksi susu.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa rekayasa genetika tidak selalu memberikan manfaat dalam
penerapannya. Berbagai dampak merugikan juga dapat timbul yang akan sangat
mempengaruhi kehidupan. Oleh sebab itu, penggunaan rekayasa genetika harus
sangat bijak dalam upaya meminimalisir dampak negatif dari rekayasa genetika.
v TRANSPLANTASI INTI
Transplantasi inti adalah pemindahan inti dari suatu sel ke sel yang lain agar didapatkan individu baru dengan sifat yang sesuai dengan inti yang di terimanya . sebagai contoh ,tansplantasi inti pernah di lakukan pada sel katak .inti sel yang dipindahkan adalah inti dari sel usus katak yang bersifat diploid,inti sel tersebut di masukan ke dalam ovum tanpa inti sehingga terbentuk terbentuk ovum dengan inti diploid .setelah diberi inti baru ,ovum membelah secara mitosis berkali – kali sehingga terbentuklah morula yang berkembang menjadi blastula . blastula tersebut selanjutnya dipotong-potong menjadi banyak sel dan d iambi intinya .kemudian inti-inti tersebut dimasukan ke dalam ovum tanpa inti .pada akhirnya terbentuk ovum berinti diploid dalam jumlah yang banyak .dan masing-masing ovum akan berkembang menjadi individu baru dengan sifat dan jenis kelamin yang sama .
Transplantasi inti adalah pemindahan inti dari suatu sel ke sel yang lain agar didapatkan individu baru dengan sifat yang sesuai dengan inti yang di terimanya . sebagai contoh ,tansplantasi inti pernah di lakukan pada sel katak .inti sel yang dipindahkan adalah inti dari sel usus katak yang bersifat diploid,inti sel tersebut di masukan ke dalam ovum tanpa inti sehingga terbentuk terbentuk ovum dengan inti diploid .setelah diberi inti baru ,ovum membelah secara mitosis berkali – kali sehingga terbentuklah morula yang berkembang menjadi blastula . blastula tersebut selanjutnya dipotong-potong menjadi banyak sel dan d iambi intinya .kemudian inti-inti tersebut dimasukan ke dalam ovum tanpa inti .pada akhirnya terbentuk ovum berinti diploid dalam jumlah yang banyak .dan masing-masing ovum akan berkembang menjadi individu baru dengan sifat dan jenis kelamin yang sama .
v TEKNOLOGI PLASMID
Molekul DNA berbentuk sirkuler yang terdapat dalam sel bakteri atau ragi
disebut plasmid. Plasmid ini merupakan molekul DNA nonkromosom yang dapat
berpindah dari bakteri satu ke bakteri yang lain dan memiliki sifat pada
keturunan bakteri sama dengan induknya.
·
Fungsi sel : peleburan dua sel baik dari spesie yang sama atau yang berbeda agar
terbentuk sel bastar disebut hibridoma
·
Tahapan:
1. sel wadah Sel sumber gen (sel yang memiliki sifat yang diinginkan)
2.Fusigen (zat yang mempercepat terjadinya fusi sel)
v FUSI SEL
Fusi sel adalah peleburan dua sel baik secara species yang sama yaitu berbeda agar terbentuk sel bastar yang disebut hibridoma. Disebut hibridoma karena pada mulanya sel yang difusikan adalah sel tertentu dengan sel kanker. Secarta alami fusi sel terdapat pada fertilisasi dan juga pada saat dua sel melakukan konjugasi.
a. Proses fusi sel
Pada proses fusi sel buatan (in vitro) diperlukan sel wadah, sel sumber gen, dan fusi gen.
1. Sel wadah adalah sel yang memiliki sifat membelah cepat, agar dapat menghasilkan hibridoma yang dapat dikultur dan membelah dengan cepat.
2. Sel sumber gen adalah sel-sel yang meiliki sifat yang diinginkan, misalnya mampu menghasilkan antibody.
3. Fusi gen adalah zat-zat yang mempercepat terjadinya fusi sel. Yang tergolong fusi gen misalnya NaNo3, CsCl++, PH tinggi, PEG, medan listrik dan virus.
Fusi sel adalah peleburan dua sel baik secara species yang sama yaitu berbeda agar terbentuk sel bastar yang disebut hibridoma. Disebut hibridoma karena pada mulanya sel yang difusikan adalah sel tertentu dengan sel kanker. Secarta alami fusi sel terdapat pada fertilisasi dan juga pada saat dua sel melakukan konjugasi.
a. Proses fusi sel
Pada proses fusi sel buatan (in vitro) diperlukan sel wadah, sel sumber gen, dan fusi gen.
1. Sel wadah adalah sel yang memiliki sifat membelah cepat, agar dapat menghasilkan hibridoma yang dapat dikultur dan membelah dengan cepat.
2. Sel sumber gen adalah sel-sel yang meiliki sifat yang diinginkan, misalnya mampu menghasilkan antibody.
3. Fusi gen adalah zat-zat yang mempercepat terjadinya fusi sel. Yang tergolong fusi gen misalnya NaNo3, CsCl++, PH tinggi, PEG, medan listrik dan virus.
b. Manfaat fusi sel
1. Pemetaan kromosom
Ketika terbentuk hibridoma, terjadi penghancuran secara acak. Ribuan sel wadah difusikan dengan ribuan sel sumber gen, sehingga diperoleh ribuan hibridoma (sel C). Setiap hibridoma memiliki kerusakan yang berbeda sehingga memiliki kromosom yang berbeda pula. Dengan memetakan kromosom, para ahli dapat menunjukkan letak gen pada kromosom tertentu.
1. Pemetaan kromosom
Ketika terbentuk hibridoma, terjadi penghancuran secara acak. Ribuan sel wadah difusikan dengan ribuan sel sumber gen, sehingga diperoleh ribuan hibridoma (sel C). Setiap hibridoma memiliki kerusakan yang berbeda sehingga memiliki kromosom yang berbeda pula. Dengan memetakan kromosom, para ahli dapat menunjukkan letak gen pada kromosom tertentu.
Sel bakteri dapat disisipi gen protein ayam atau kambing (memanen
protein dalam waktu singkat dan jumlah besar)
Tumbuhan MIMBA dapat menghasilkan insektisida (tanaman bebas
insekta/unggul)
Bakteri Rhizobium dapat menambat nitrogen dari udara (tanaman memupuk
sendiri)
v MASA DEPAN REKOMBINASI
·
Sel bakteri dapat disisipi gen protein ayam atau kambing (memanen
protein dalam waktu singkat dan jumlah besar)
·
Tumbuhan MIMBA dapat menghasilkan insektisida (tanaman bebas
insekta/unggul)
·
Bakteri Rhizobium dapat menambat nitrogen dari udara (tanaman memupuk
sendiri)
v Pengembangan
Bioteknologi
·
Pertanian:
1.
Pembentukan
tumbuhan tahan hama
2.
Pembuatan tumbuhan
yang mampu menambat nitrogen
·
Kedokteran
1.
Pembuatan antibody
monoclonal
2.
Terapi gen manusia
3.
Pembuatan vaksi
dan produk obat-obatan
·
Peternakan
1.
Vaksin dan
antibody untuk mengobati hewan
2.
Hormone
pertumbuhan (BGH)
3.
Hewan transgenic
Industri Makanan – pemanfaatan mikroba
1.
Tempe à proses fermentasi
2.
Ragi à fermentasi ragi/yeast
·
Bahaya
bioteknologi
1.
Senjata biologis
2.
Memunculkan
organisme strain jahat
3.
Menganggu
keseimbangan lingkungan
4.
Hukum dan nilai
masyarakat
5.
Berpotensi
menimbulkan penyakit pada manusia
6.
Berkurangnya
tangkat keragaman makhluk hidup
v Bioteknologi
dan Lingkungan
-
Gas
-
Cacing tanah
-
Mikroorganisme
pengolah limbah
v Pencegahan
dampak bioteknologi
1.
Peraturan
rekombinasi DNA
2.
Pelarangan cloning
3.
UU Pembuatan
senjata biologis
4.
Kondisi lab
Aseptik
v Apa itu Kloning?
·
Clone à potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman
·
Kloning à perbanyakan individu dengan memanfaatkan sebagian
kecil dari tubuh organisme untuk ditumbuhkembangkan menajdi individu baru tanpa
melalui perkawinan atau peleburan sel kelamin
·
Tahap cloning
1.
Pengambilan
intisel (nucleus) telur induk donor pertama
2.
Pengambilan
intisel (nucleus) yelur induk donor yang kedua
3.
Fusi sel telur tak
berhenti dengan nucleus dengan donor dari materi genetic
4.
Dengan kejut
listrik inti sel masuk ke sel nucleus yang tidak berinti
5.
Perkembangan
embrio
6.
Implantasi embrio
ditanam dalam Rahim
7.
Kelahiran domba
dolly
v Implikasi
Biotek Salingtemas
Produk organisme transgenic (org. yang telah
disisipkan gen asing)
1.
Bakteri transgenic
-
Kekebalan tumbuhan
terhadap hama
-
Menurunkan
substansi minyak bumi penyebab pencemaran
-
Memisahkan sulfur
dari batubara
2.
Tanaman transgenic
-
Tumbuhan yang
resisten
-
Menghasilkan
tanaman obat
3.
Hewan transgenic
-
Memperbesar ukuran
tubuh
-
Membentuk hewan
menjadi donor organ
-
Menghasilkan
obat-obatan
-
Membuat cloning
hewan.









0 komentar:
Posting Komentar