Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Juli 2018

SAINS DAN TEKNOLOGI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


SAINS DAN TEKNOLOGI 

Sains berasal dari kata science (ilmu pengetahuan). Imu pengetahuan alam merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Sains tidak hanya untuk ilmu pengetahuan alam (natural science), tetapi juga digunakan untuk ilmu pengetahuan sosial (social science). Sains mempunyai hubungan yang erat dengan teknologi karena teknologi merupakan hasil penerapan sains. Seseorang menggunakan teknologi karena ia memiliki akal. Dengan akalnya, ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, mudah, nyaman, dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
Komposisi kimia minyak bumi dan penggunaannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Fraksinasi
Jumlah atom C
Berat Molekul
Titik Didih (¡C)
Penggunaan
Gas
1 – 4
16 – 58
-126 – 0
Gas Rumah Tangga, LPG
Bensin
5 – 12
72 – 170
0 – 204
Kendaraan Bermotor
Kerosin
10 – 16
156 – 226
180 – 274
Bahan bakar rumah tangga
Solar
15 – 22
212 – 294
260 – 371
Kendaraan Disel
Minyak Bakar dan Lilin
19 – 35
268 – 492
338 – 468
Bahan Bakar Industri dan Penerangan
Aspal
36 – 90
492 – 1262
>468
Jalan





 a










APAKAH ITU MATERI?

Materi didefinisikan sebagai sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Menurut teori atom Dalton, materi yang tidak dapat dibagi menjadi zat yang lebih sederhana disebut atom. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, maka teori yang menyatakan bahwa atom tidak dapat dibagi lagi “gugur”. Hadirlah teori baru yang menyatakan bahwa komponen utama pembentuk materi adalah proton, neutron, dan elektron.

DUA SIFAT MATERI


Ada dua sifat yang dimiliki oleh materi. Yang pertama adalah sifat internal yaitu sifat yang tidak dapat dipengaruhi oleh sesuatu yang berasal dari luar, seperti titik didih, titik leleh, massa jenis, dan sebagainya. Yang kedua adalah sifat eksternal yang merupakan pengaruh dari luar, seperti volume dan berat.


KLASIFIKASI MATERI


Materi dapat digolongkan ke dalam zat tunggal (zat murni) atau campuran. Zat tunggal terdiri dari sejenis materi, seangkan campuran terdiri  dari dua atau lebih jenis materi. Zat tunggal dapat berupa unsur senyaw. Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan, sedangkan senyawa dapat diuraikan menjadi dua macam atau lebih zat yang lebih sederhana. Campuran dapat berupa campuran homogen, heterogen, dan koloid. Campuran homogen adalah suatu campuran yang terdiri dari dua bahan atau lebih dalam fase yang sama. Sebagai contoh, sejumlah kecil garam (NaCl) dimasukkan ke dalam air, garam perlahan akan menghilang. Campuran heterogen adalah suatu campuran yang terdiri dari dua bahan atau lebih yang memiliki fase yang berbeda. Sebagai contoh, pasir dimasukkan ke dalam air, campuran ini merupakan campuran heterogen karena terdiri dari bahan-bahan yang memiliki fase berbeda. koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Sebagai contoh, sirup yang dilarutkan ke dalam air akan tersebar merata.

HUBUNGAN MATERI DAN SIFAT LISTRIK
Materi ada yang dapat menghantarkan panas dan ada yang tidak dapat menghantarkan panas. Yang dapat menghantarkan panas disebut konduktor dan yang tidak dapat menhantarkan panas disebut isolator. Contoh dari konduktor adalah kawat besi, kawat tembaga, dan kawat aluminium. Sedangkan contoh dari isolator adalah isolasi, karet, dan kayu.

APAKAH ENERGI ITU?


Energi adalah sesuatu yang memungkinkan semua benda di ala mini (mahkluk hidup dan benda mati) melakukan usaha/ kegiatan. Satuan energi dalam sistem internasional  ialah Joule (J). Energi mempunyai sifat penting ialah bahwa energi itu dapat berpindah dari satu benda ke benda lain dengan disertai atau tanpa disertai perubahan bentuk energi dan dapat berubah bentuk dari yang satu menjadi bentuk yang lain. Manusia yang merupakan salah satu mahkluk hidup dibangun oleh materi dan hidupnya juga tergantung dari energi. 

Berikut macam-macam energi:

  • ·         Energi Kimia⟹ energi yang tersimpan dalam bahan kimia
  • ·         Energi Kinetik⟹ energi yang dimiliki karena geraknya
  • ·         Energi Potensial Gravitasi⟹ energi yang dipengaruhi gravitasi
  • ·         Energi Potensial Pegas⟹ energi yang berasal dari regangan pegas
  • ·         Energi Listrik⟹ energi yang dihasilkan dari sumber
  • ·         Dan lain sebagainya

KEBUTUHAN ENERGI DI DUNIA












Total energi yang dibutuhkan di duniaà 373.1018 joule
Jumlah populasi di duniaà 4,87 milyar
Itu berartià Rata-rata kebutuhan energi perkapita sebesar 77x109 joule
Pembagianà 66% digunakan oleh negara industri dan 34% digunakan negara berkembang

LAHIRNYA TEKNOLOGI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Teknologi lahir karena adanya kebutuhan manusia sejak zaman purba, yaitu bagaimana dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan mudah dan menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Contoh:
Manusia menciptakan televisi untuk memperoleh wawasan, pengetahuan, dan informasi sebanyak mungkin




DAMPAK TEKNOLOGI

Perkembangan teknologi tidak lepas dari adanya perkembangan dalam bidang sains yang juga berlangsung dengan pesat terutama sejak abad ke-19 hingga sekarang. Perkembangan teknologi juga tidak berlangsung dalam waktu yang pendek, tetapi pada hakekatnya telah terjadi sejak ratusan ribu tahun yang lalu, yang disebut zaman batu. Pada waktu itu, manusia purba mulai menggunakan batu sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan mereka. Kemudian disusul dengan zaman berikutnya dimana manusia telah mengenal logam dan menggunakannya untuk berbagai keperluan.
Contoh:
  • Reaktor nuklir⤳ berguna dalam dunia pertanian dan kedokteran
  • Pesawat terbang berguna sebagai alat transportasi, pemadam kebakaran hutan, dan turut berperan dalam pembuatan hujan asam
  • Satelit berguna bagi penginderaan jarak jauh dan pemetaan kandungan mineral di perut bumi

  • Alat komunikasi berguna untuk berkomunikasi lintas negara




DAMPAK TEKNOLOGI




Dampak positif⟶ memperlancar dan meningkatkan kinerja manusia
Dampak negatif⟶ dapat disalahgunakan demi kepentingan pribadi atau sekelompok orang







TEKNOLOGI INFORMASI



Teknologi informasi adalah istilah umum untuk teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan atau menyebarkan informasi..





Contoh:
  • Radioà berguna untuk memantau kemacetan, kejadian di jalan, pencurian, dsb

  • Telepon dan SMSà berguna untuk transaksi perbankan



Klasifikasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup



Dibuat oleh :
Kelompok 6 (Akuntansi 2017)
Ireyne Jeane Thalia Sumendap           - 02012170009
Natalia Angelina                                 - 02012170014

Shania Fernanda                                 - 02012170003
Universitas Pelita Harapan Surabaya 
2018

Klasifikasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Sumber Daya Alam :
1.       Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, SDA dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu sumber daya
hayati dan sumber daya fisik.
a.       Sumber Daya Hayati (SDA Biotik) merupakan sumber daya yang terdiri dari makhluk hidup, seperti hutan, rumput, tanaman perkebunan, pertanian, hewan peliharaan, ikan, margasatwa, mikroorganisme.
b.      Sumber Daya Fisik (SDA Abiotik) merupakan sumber daya yang bukan makhluk hidup, seperti tanah, air, udara, batuan.

2.       Berdasarkan Macam Habitat atau Substratnya
Berdasarkan substratnya, SDA dapat dibedakan menjadi:
a.      SDA terestris (daratan)
b.      SDA akuatik (perairan)

3.       Berdasarkan Kemungkinan Pemulihannya
Berdasarkan kemungkinan pemulihannya, SDA dapat dibedakan menjadi SDA
terpulihkan, SDA tak terpulihkan, dan SDA yang tak akan habis.
a.       SDA yang terpulihkan atau dapat diperbaharui adalah SDA yang dapat diproduksi secara berkesinambungan, seperti tumbuhan, hewan, dan bahan sintetik.
b.      SDA yang tak terpulihkan atau tak dapat diperbaharui adalah SDA yang tidak dapat diproduksi terus menerus, seperti bijih logam, gas bumi, batubara, dan minyak bumi.
c.       SDA yang tak akan habis adalah SDA yang akan selalu tersedia sepanjang masa, seperti energi matahari, energi pasang surut, dan air dalam siklus hidrologi. Energi gelombang, angin dan matahari merupakan SDA yang kekal dan tidak menimbulkan pencemaran. Sayang, energi tersebut belum banyak dimanfaatkan. Sebenarnya, batubara dan minyak bumi termasuk SDA yang terpulihkan, karena keduanya terbentuk dari sisa-sisa organisme yang mengalami perubahan sifat. Akan tetapi, karena proses terjadinya sangat lama, maka orang cenderung memasukkan keduanya ke dalam golongan SDA yang tidak terpulihkan. Air juga merupakan SDA yang terpulihkan karena air dapat melakukan daur hidrologi. Akan tetapi dalam pembahasan ini, SDA yang terpulihkan khusus diartikan sebagai SDAH, yang terdiri dari tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.

4.       Berdasarkan Macamnya
Penggolongan SDA menurut macamnya dikemukakan oleh Djojohadikusumo dan Katili. Menurut Djojohadikusumo, SDA dapat digolongkan menjadi:
a.      Sumber daya tanah dan air
b.      Sumber daya tanaman dan pepohonan
c.       Sumber daya akuatik, termasuk perikanan laut dan darat
d.      Sumber daya mineral dan energi, termasuk energi matahari dan pasang surut.




5.       Berdasarkan Pemanfaatannya
Berdasarkan pemanfaatannya, SDA dapat diklafisikasikan sebagai berikut:
a.       SDA energi, yaitu SDA yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, misalnya minyak bumi, angin, air, cahaya matahari, batubara, dan gas bio.
b.      SDA materi, yaitu SDA yang dimanfaatkan dalam bentuk benda. Misalnya kapas, kayu, kaca, dan logam.
c.       SDA hayati, yaitu SDA yang berupa makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan.
d.      SDA ruang.
e.       SDA waktu.

Lingkungan Hidup :
·         Lingkungan Biotik, merupakan segala sesuatu yang berwujud benda hidup yang ada di sekitar kita atau lingkungan hayati.
·         Lingkungan Abiotik, merupakan lingkungan yang berwujud benda mati atau lingkungan non hayati.
·         Lingkungan Sosial, merupakan lingkungan yang didalamnya khusus membahas tentang hubungan interaksi antara manusia dengan sesamanya.
·         Lingkungan Buatan, merupakan segala kondisi baik berupa materi maupun non materi yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan kreatifitasnya.

Konsep pengelolaan sumber daya alam
Sumber daya alam merupakan sumber daya yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Berkurangnya ketersediaan sumberdaya tersebut akan berdampak sangat besar bagi kelangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini. Sumber daya alam tidak hanya mencukupi kebutuhan manusia, tetapi juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kesejahteraan suatu bangsa. Pengelolaan sumber daya alam yang baik akan meningkatkan kesejahteraan manusia, sebaliknya pengelolaan yang tidak baik akan berdampak buruk bagi umat manusia. Sumber daya alam merupakan salah satu faktor produksi nasional yang cenderung menurun kualitas dan kuantitasnya dari waktu ke waktu. Dari sisi kuantitas, jumlah sumber daya alam cenderung menurun, hal ini terlibat dari isu-isu semakin menurunnya cadangan sumber daya alam akibat adanya eksploitasi untuk pembangunan. Sedangkan dari sisi kualitas juga mengalami penurunan, hal ini terlihat semakin banyaknya polusi akibat proses produksi maupun konsumsi yang mencemari lingkungan.
Pembangunan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup (LH) diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan pembangunan nasional di masa mendatang. Terciptanya keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian SDA dan LH merupakan prasyarat penting bagi terlaksananya keberlanjutan pembangunan SDA dan LH tersebut. Pemanfaatan SDA yang terkendali dan pengelolaan LH yang ramah lingkungan akan menjadi salah satu modal dasar yang sangat penting bagi pembangunan nasional secara keseluruhan. Selain itu, ketersediaan SDA juga mampu memberikan sumbangan yang cukup berarti terhadap pembangunan ekonomi. Pada tahun 2001, sumbangan sektor sumber daya alam terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional adalah sekitar 30 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 57 persen dari total penyerapan lapangan kerja nasional. Namun akibat dari pemanfaatan SDA dan LH yang bersifat eksploitatif, keseimbangan dan kelestariannya mulai terganggu. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga keseimbangan dan kelestariannya telah dilakukan berbagai langkah dan tindakan strategis menurut bidang pembangunan yang tercakup dalam pembangunan SDA dan LH.
Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup
Berbeda dengan makhluk hidup lainya, manusia berpotensi untuk dapat mengeksploitasi ekosistem serta fungsinya. Hal ini dimungkinkan oleh kemampuan manusia yang dapat memanfaatkan ekosistem secara intensif untuk memenuhi kebutuhanya yang demikian besar dan beraneka ragam.karena itulah nilai ekosistem sebagai sumber daya alam lebih besar apabila dibandingkan dengan makhluk hidup lainya. Untuk itu pula manusia merasa perlu untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. Manusia perlu membuat konsep-konsep dasar pelestarian ini agar sumber daya alam dapat dihematkan.
Penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan juga dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan global. Salah satu fenomena perubahan iklim adalah gejala pemanasan global (global warming) yang terjadi akibat bertambahnya jumlah gas buangan di atmosfir yang dihasilkan oleh kegiatan pertanian, industri, dan transportasi. Pencemaran lintas batas negara seperti polusi asap akibat kebakaran hutan, pencemaran merkuri dan minyak di laut yang sering terjadi perlu diperhatikan demi menjaga kualitas lingkungan global. Sementara itu, komitmen pendanaan global melalui perjanjian internasional, misalnya Kyoto Protocol (pemanasan global) dan Montreal Protocol (perlindungan ozon), belum dapat dijalankan sepenuhnya walaupun Indonesia telah meratifikasi Kyoto Protocol pada bulan Juli 2004. Selain itu, era globalisasi mengakibatkan semakin ketatnya persaingan produk-produk yang berbasis sumber daya alam. Persaingan tersebut dipengaruhi beberapa isu utama, antara lain isu kualitas (ISO 9000), isu lingkungan (ISO 14000), dan isu property rights.
Kondisi sumber daya alam dan lingkungan hidup di atas dihadapkan pada berbagai permasalahan. Permasalahan yang dihadapi bidang SDA berbeda dengan bidang LH, walaupun keduanya saling terkait. Permasalahan pokok di bidang SDA adalah pemanfaatan dan pengelolaan, sedangkan di bidang LH adalah perlindungan dan pelestarian fungsi. Permasalahan yang dihadapi SDA dan LH meliputi aspek pemanfaatan SDA yang eksploitatif, boros dan tidak adil; aspek pelestarian fungsi LH yang tidak menjamin berfungsinya lingkungan dan makin menurunnya daya dukung lingkungan; dan aspek pengelolaan SDA dan LH yang mencakup peraturan, kelembagaan, penegakan hukum, penataan ruang, teknologi, data dan informasi. Aspek-aspek tersebut mendorong terjadinya kerusakan SDA dan LH yang semakin serius.
Menjamin adanya Kelestarian Hasil
Manusia banyak berperan dalam pengubahan ekosistem. Manusia sebagai organisme secara ekologis sangat dominan. Dominan secara ekologis ini tergantung pada kemampuan organisme dalam kompetisi untuk memperoleh kebutuhan hidupnya yang esensial. Dominasi manusia juga diperoleh karena kemampuannya mencipta dan menggunakan alat-alat serta menggunakan api. Dengan menggunakan alat-alat, manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Manusia lebih banyak memanfaatkan ekosistem dibandingkan dengan organisme lain. Manusia cenderung untuk memanfaatkan ekosistem secara berlebihan. Ekosistem dieksploitasi juga untuk tujuan-tujuan nonkonsumtif. Dengan semakin banyaknya populasi manusia dan semakin berkurangnya sumber daya alam yang ada, perlu adanya sikap yang bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam ini
Permasalahan pencemaran air, udara, dan tanah diperkirakan masih belum tertangani secara signifikan akibat semakin pesatnya aktivitas pembangunan yang terkadang masih mengabaikan aspek kelestarian fungsi lingkungan. Kerusakan dan kehilangan spesies-spesies keanekaragaman hayati masih harus ditanggulangi karena semakin banyak spesies yang terancam punah dan kerusakan ekosistem lainnya. Hal tersebut masih disertai dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk dapat menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. Di samping itu, perlu dikembangkan sistem perencanaan yang adaptif terhadap perubahan iklim global dan harus memperhitungkan aspek kerawanan bencana serta pengembangan sistem peringatan dini bagi daerah rawan bencana yang harus dilengkapi dengan pembangunan daerah sabuk alami (green belt area) sebagai upaya mitigasi bencana alam khususnya gempa dan tsunami
Menjalin hubungan yang harmonis antara kebutuhan hidup manusia dengan sumber daya alam
Menjaga sumber daya alam dan lingkungan amat perlu dilakukan untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Ekosistem adalah komunitas dari lingkungan fisiknya masing-masing dapat diterapkan pada kesatuan lokal kecil maupun besar. Ada beberapa macam cara menjaga keseimbangan ekosistem yaitu dengan homeostasis dan suksesi ekologi. Homeostasis merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan. Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi. Bidang fisiologi dapat mengklasifkasikan mekanisme homeostasis pengaturan dalam organisme. Umpan balik homeostasis terjadi pada setiap organisme.
Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis yaitu
1.      Sistem tertutup - Keseimbangan statis, di mana keadaan dalam yang tidak berubah seperti botol tertutup.
2.      Sistem terbuka - Keseimbangan dinamik, di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun.
Suksesi ekologi adalah konsep yang mendasar dalam ekologi, yang merujuk pada perubahan-perubahan berangkai dalam struktur dan komposisi suatu komunitas ekologi yang dapat diramalkan. Suksesi dapat terinisiasi oleh terbentuknya formasi baru suatu habitat yang sebelumnya tidak dihuni oleh mahluk hidup ataupun oleh adanya gangguan terhadap komunitas hayati yang telah ada sebelumnya oleh kebakaran, badai, maupun penebangan hutan. Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun. Keseimbangan ekosistem ini tentunya akan menjaga pola hubungan yang harmonis antara kebutuhan manusia dengan sumber daya alam.
Pendekatan Interdisiplin
Kegiatan pembangunan pada umumnya menyangkut pendayagunaan sumber daya alam. Sumber daya ini beserta lingkungannya merupakan kesatuan sistem ekologis atau sistem yang mempunyai manfaat langsung dan tak langsung bagi manusia. Dalam ekosistem sumber daya alam ini manusia merupakan konsumen dan berperan aktif dalam proses produksi dan pengelolaan. Pendayagunaan suatu sumber daya alam oleh manusia, dengan eksploitasi, menimbulkan perubahan dalam ekosistem sehingga mempengaruhi pula sumber daya lain beserta lingkungannya yang akibatnya akan dirasakan pula oleh manusia. Perubahan dan gangguan terhadap sumber daya alam dan lingkungannya sedikit banyak menimbulkan masalah lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup ini ada yang langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat, seperti merusak kesehatan (polusi, keracunan), merusak usaha (erosi dan banjir yang merusak tanaman pertanian), menimbulkan keresahan sosial ( pemindahan penduduk karena ada proyek) dan akibat-akibat lain yang merusak kualitas lingkungan hidup. Ada pula yang tak langsung dirasakan, yaitu kerusakan pada ekosistem alam, berupa merosotnya produktivitas dan diversivitas jenis, serta akselerasi proses erosi yang disebabkan oleh eksploitasi. usaha-usaha pengelolaan yang dilakukan secara terpisah oleh masing-masing sektor, tanpa landasan pendekatan interdisiplin atau integrasi seringkali menyebabkan bentrokan kepentingan antara satu sektor dengan sektor lain, misalnya antara sektor kehutanan dengan sektor pertanian, atau antara sektor kehutanan dengan sektor peternakan. Dengan berlandaskan pendekatan interdisiplin atau integrasi dalam tata guna tanah dan perencanaan wilayah, bentrokan kepentingan dapat dihindarkan. Jelaslah kiranya bahwa untuk mengelola sumber daya alam dengan sebaik-baiknya diperlukan pemikiran yang luas, metode yang tepat dan organisasi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang kuat. Pertimbangan ekonomis dan ekologis harus berimbang, karena pengelola harus mengusahakan tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan mempertahankan sumber daya alam dan lingkungan. Untuk mencegah tumbukan kepentingan antara sektor-sektor yang memanfaatkan sumber daya alam perlu dicari pendekatan interdisipliner atau pengintegrasian dalam perencanaan pengelolaan, khususnya integrasi tataguna tanah dan perencanaan wilayah. Kegiatan pengelolaan sumber daya alam itu mencakup inventarisasi, perencanaan, pelaksanaan pengelolaan dan pengawasan.
Prinsip – Prinsip Pengelolaan SDA Hayati
Secara umum konsep dasar pengelolaan sumber daya alam ditujukan pada dua hal,yaitu (1) menjamin kelestarian kualitas lingkungan hidup uang baik dalam arti kata yang produktif, kreatif, maupun estetik, dan (2) menjamin adanya kelestarian hasil dan pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Dalam pengelolaan sumber daya alam hayati ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan :
1).    Prinsip daya toleransi
Tiap jenis sumber daya alam hayati mempunyai daya toleransi terhadap lingkunganya. Selama daya toleransi ini tidak terlewati, maka sumber daya itu akan dapat mengetahui dirinya. Apabila sumber daya ala mini terlewati, maka produksi akan menjadi turun dan bahkan dapat punah sama sekali.
2).    Prinsip inoptimum
Tidak ada satu jenis sumber daya alam hayati yang dapat berkembang dalam lingkungan yang optimal bagi semua factor lingkungan yang mempengaruhinya.
3).    Prinsip factor pengontrol
Seringkali factor lingkungan tertentu menjadi daya pengontrol bagi perkembangan suatu sumber daya alam hayati. Factor ini dapat menentukan dinamika populasi dari jenis sumber daya alam hayati tersebut.
4).    Prinsip ketanpabalikan
Sumber daya alam tertentu tidak dapat memperbaharuai diri lagi karena proses fisis ataupun biologis dalam habitat atau ekosistem. Akibatnya sumber daya alam hayati ini dapat menjadi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui lagi secara tanpa balik, mungkin dapat punah sama sekali.
5).    Prinsip pembudidayaan
Sumber daya alam hayati yang telah dibudidayakan oleh manusia untuk jangka waktu lama jarang dapat berkembang tanpa terus menerus dipelihara dan dilindungi oleh manusia. Karena itulah pembudidayaan sumber daya alam hayati disamping membawa manfaat kepada manusia, akan memberikan pula tanggung jawab yang berat bagi manusia.


Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup

1.      Masalah Kependudukan
1.1  Kualitas Penduduk dan Kesehatan
Kualitas penduduk dicerminkan dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.
1.1.1.      Tingkat Pendapatan
Pendapatan penduduk Indonesia walaupun mengalami peningkatan tetapi masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, yaitu sekitar 2.580 USD.
Rendahnya pendapatan per kapita penduduk di Indonesia terutama disebabkan oleh:
a.       Pendapatan nasional yang masih rendah karena sumber daya alam yang dimiliki belum sepenuhnya dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
b.      Jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan penduduk yang tinggi tiap tahunnya.
c.       Masih rendahnya penguasaan teknologi oleh penduduk sehingga pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam kurang optimal.
Oleh karena itu dalam upaya untuk menaikkan pendapatan perkapita, pemerintah melakukan usaha, antara lain:
a.       Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
b.      Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
c.       Memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program KB dan peningkatan pendidikan.
d.      Memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
e.       Memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu berkurang.

1.1.2.      Tingkat Pendidikan
Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia sebagai berikut :
a.       Rendahnya kualitas sarana fisik
b.      Rendahnya kualitas guru
c.       Rendahnya kesejahteraan guru
d.      Rendahnya prestasi siswa
e.       Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
f.       Mahalnya biaya pendidikan.
g.      Rendahnya pendapatan per kapita penduduk,
h.      Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada
i.        Masih kurangnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan,
Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia yaitu:
a.       Menambah jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
b.      Menambah jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
c.       Pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai tahun ajaran 1994/1995.
d.      Pemberian bea siswa kepada pelajar dari keluarga tidak mampu tetapi berprestasi di sekolahnya.
e.       Membangun perpustakaan dan laboratorium di sekolah-sekolah.
f.       Menambah sarana pendidikan seperti alat ketrampilan dan olah raga.
g.      Meningkatkan pengetahuan para pendidik (guru/dosen) dengan penataran dan pelatihan.
h.      Penyempurnaan kurikulum sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
i.        Menggalakkan partisipasi pihak swasta untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan.
1.1.3.      Tingkat Kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan usia harapan hidup penduduknya. Faktor-faktor yang dapat menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah:
a.       Banyaknya lingkungan yang kurang sehat.
b.      Penyakit menular sering berjangkit.
c.       Gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk.
d.      Angka kematian bayi tahun 1980 sebesar 108 per 1000 bayi dan tahun 1990 sebesar 71 per 1000 kelahiran bayi.
Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah:
a.       Kekurangan vitamin A
b.      Kekurangan kalori protein
c.       Kekurangan zat besi
d.      Gondok
Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk Indonesia yaitu:
a.       Melaksanakan program perbaikan gizi.
b.      Perbaikan lingkungan hidup dengan cara mengubah perilaku sehat penduduk, serta melengkapi sarana dan prasarana kesehatan.
c.       Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat.
d.      Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
e.       Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.
f.       Pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
g.      Penyediaan air bersih.
h.      Pembentukan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu),

1.2  Kuantitas Penduduk (Jumlah Penduduk Besar Dan Pertumbuhan Penduduk Cepat)
Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak 237.641.326 jiwa .Diantara negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia menempati posisi keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Ketidakmerataan persebaran penduduk di Indonesia menyebabkan ketidak merataan juga pembangunan fasilitas fisik maupun non fisik.Jumlah penduduk Indonesia yang besar mengakibatkan permasalahan kuantitas penduduk di Indonesia, yaitu:
1.2.1.                Jumlah penduduk Indonesia, besarnya sumber daya manusia Indonesia dapat dilihat dari jumlah penduduk yang ada.
1.2.2.                Pertumbuhan Penduduk Indonesia, Angka pertumbuhan penduduk Indonesia lebih kecil dibandingkan Laos, Brunei, dan Filipina.
1.2.3.                Kepadatan penduduk Indonesia, Permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata. Kondisi demikian menimbulkan banyak permasalahan, misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh dsb.
1.2.4.                Susunan penduduk Indonesia, sejak sensus penduduk tahun 1961, piramida penduduk Indonesia berbentuk limas atau ekspansifArtinya pada periode tersebut, jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua.

1.3  Mobilitas (Persebaran Penduduk Tidak Merata)
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap kilometer pada suatu wilayah negara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut:
1)      Faktor Fisiografis, meliputi keadaan fisik pulau tersebut, misal keadaan tanah, iklim dan cuaca.
2)      Faktor Biologis, meliputi keanekaragaman makhluk hidup yang ada.
3)      Faktor Kebudayaan dan Teknologi, meliputi kemajuan teknologi yang ada.

Untuk mengatasi masalah pemerataan penduduk, program pemerintah yang terkenal dalam upaya mengatasi masalah tersebut adalah transmigrasi, yaitu pemindahan penduduk dari daerah yang padat penduduk ke daerah yang belum padat penduduk. Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
a.       Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
b.      Peningkatan taraf hidup transmigran.
c.       Pengolahan sumber daya alam.
d.      Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
e.       Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
f.       Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
g.      Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.


Beberapa solusi lain upaya lain yang dapat dilakukan adalah:
a.       Pengadaan rumah vertikal atau rusun
b.      Mengatur jarak kelahiran
c.       Menambah pengetahuan tentang kependudukan\
d.      Meningkatkan usaha ekonomi keluarga
e.       Para transmigran yang sukses bisa kembali membangun daerah asalnya.

1.4  Rendahnya Usia Kawin Pertama
Data BPS tahun 2010, menunjukkan rata-rata perempuan di daerah perkotaan menikah pada usia 20-22 tahun, hal ini disebabkan karena partisipasi perempuan dalam karir dan pekerjaan sebelum perkawinan sehingga dapat menunda usia perkawinan. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa factor yang berpengaruh terhadap perkawinan pertama pada perempuan, diantaranya adalah factor agama, social,pendidikan ,ekonomi, budaya dan factor tempat tinggal desa-kota.
Salah satu program kependudukan yang dapat mengendalikan jumlah penduduk dan langsung sasarannya terhadap perkawinan pertama pada perempuan adalah program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Program PUP ini adalah upaya untuk meningkatkan usia perkawinan pertama,  sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan usia 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.

1.5  Rendahnya Partisipasi Pria Dalam Ber-KB
Rendahnya partisipasi pria/suami dalam KB dan kesehatan reproduksi disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu: (a) faktor dukungan, baik politis, sosial budaya, (b) faktor akses, baik akses informasi, maupun akses pelayanan.
     
1.6  Masih Lemahnya Institusi Daerah Dalam Pelaksanaan Program KB
Dimulai sejak awal era reformasi, program KB seakan mati suri. Bahkan  masih banyak kabupaten/kota yang tidak memiliki badan atau lembaga yang mengurus KB.

1.7  Rendahnya Budaya Olahraga Di Kalangan Masyarakat Dan Prestasi Olahraga Indonesia Yang Tertinggal
Masalah lainnya adalah rendahnya angka partisipasi penduduk dalam berolahraga yang hanya sekitar 22,6 persen; terbatasnya fasilitas olahraga, baik berupa prasarana maupun sarana olahraga; rendahnya rasio guru olahraga/penjaskes untuk jenjang SD yaitu hanya 0,5 persen; lemahnya koordinasi antarpembinaan olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga masyarakat; dalam era desentralisasi dan otonomi daerah, penataan peran pembinaan olahraga antarpemerintah pusat dan daerah belum tertata dengan baik; serta menurunnya prestasi olahraga dalam event-event internasional..
Dalam rangka menumbuhkan budaya olahraga beberapa permasalahan  yang  harus diatasi  yaitu: (1) Belum  terwujudnya peraturan perundang-undangan tentang keolahragaan; (2) Rendahnya  kesempatan  untuk  berkreativitas olahraga dikarenakan semakin berkurangnya lapangan dan fasilitas olahraga; serta (3) Lemahnya koordinasi lintas  lembaga  dalam  hal  penyediaan  ruang publik  untuk  lapangan  dan  fasilitas olahraga bagi masyarakat umum. Maka dari itu, hal tersebut diatas perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya meningkatkan budaya olahraga di indonesia.

1.8  Database Serta Administrasi Kependudukan
Berikut merupakan masalah dari database serta administrasi kependudukan :
1.8.1.                     Masalah KTP dan KK
a.       Masih banyak warga DKI Jakarta yang belum memiliki akta kelahiran karena tidak memiliki KTP, Kartu Keluarga, akta nikah dari KUA/Catatan Sipil dan surat keterangan lahir anak dari dokter/bidan.
b.      Kasus lain, salah satu orang tua kabur/meninggalkan istri/suami dan anak tanpa kabar bertahun-tahun dengan membawa KTP dan Akta nikah sehingga istri/suami sulit untuk membuatkan akta kelahiran untuk anaknya.
1.8.2.                     Masalah Akta Nikah
a.        Masih banyak warga DKI Jakarta yang tidak memiliki akta nikah sama sekali karena kawin di bawah tangan atau kawin siri.
b.        Ada juga yang memiliki akta nikah secara agama, namun tidak memiliki akta nikah dari catatan sipil atau dari KUA sehingga berdampak pula pada status anak dalam akta kelahirannya,
1.8.3.                     Masalah Akta Kelahiran
Masih banyak ditemukan kasus dimana akta nikah catatan sipil tidak dapat diterbitkan gara-gara salah satu pasangan suami istri itu tidak memiliki akta lahir saat menikah.
1.8.4.                     Masalah Status Anak Di luar Nikah
Solusi dari masalah database dan administrasi kependudukan antara lain dengan menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) bertujuan untuk menciptakan sistem pengenal tunggal berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan menjadi identitas tunggal penduduk.

2.      Masalah Lingkungan Hidup
2.1.Pengertian Lingkungan Hidup
       Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

2.2.Unsur-Unsur Lingkungan Hidup
2.2.1.                  Unsur Fisik (Abiotik)
   Fungsi unsur fisik dalam lingkungan hidup, yaitu sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Apabila unsur fisik tersebut tidak ada, semua kehidupan yang terdapat di muka bumi ini dapat terhenti.
2.2.2.                  Unsur Hayati (Biotik).
    Unsur hayati dalam lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi. Unsur hayati ini yakni manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Tumbuhan memperoleh unsur hara dari jasad renik, tumbuhan dimakan hewan dan manusia, hewan dan manusia mati lalu diuraikan oleh jasad renik menjadi unsur hara.

2.2.3.                  Unsur Budaya
    Unsur budaya adalah system nilai, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilakunya sebagai makhluk sosial.

2.3. Arti Penting Lingkungan bagi Kehidupan
Lingkungan hidup memiliki arti penting bagi kehidupan, yakni sebagai wahana bagi keberlanjutan kehidupan, tempat tinggal, dan tempat mencari makan.
2.3.1.                  Lingkungan sebagai Wahana bagi Keberlanjutan Kehidupan
     Lingkungan hidup merupakan tempat berinteraksinya makhluk hidup yang membentuk suatu sistem jaringan kehidupan. Di dalamnya terdapat berbagai siklus yang menunjang kehidupan, seperti siklus energi, siklus air, dan siklus udara. Dalam sebuah piramida makanan, tumbuhan berperan sebagai produsen dan berada pada tingkat yang paling rendah.
2.3.2.                  Lingkungan sebagai Tempat Mencari Makan (Niche)
     Makhluk hidup saling berinteraksi membentuk piramida makanan. Jika salah satu dalam makanan terputus, maka akan terjadi kelaparan dan kematian hewan lainnya.

2.4.Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup
2.4.1.                  Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
1).          Letusan Gunung Berapi
            Beberapa gunung berapi sering meletus, seperti gunung Merapi, Krakatau, Kerinci, Tangkuban Perahu, dan Semeru. Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas vulkanisme yang ditandai ledakan, getaran, dan muntahan material gunung.
            Letusan gunung berapi melemparkan berbagai material padat yang terdapat di dalamnya seperti batuan, kerikil, dan pasir yang dapat menimpa perumahan, daerah pertanian, dan hutan.
Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan dapat menyebabkan :
-          terganggunya pernapasan,
-          pemandangan yang gelap, dan lingkungan yang kotor.
-          Lava panas yang meleleh dapat merusak bahkan mematikan apa saja yang dilaluinya.
-          Awan panas yang berembus dengan kecepatan tinggi dan tidak terlihat mata dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinya.
-          Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan makhluk hidup di sekitar gunung berapi.

2).          Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan getaran yang dirasakan permukaan bumi akibat adanya kekuatan dari dalam bumi berupa aktivitas tektonisme, vulkanisme, dan runtuhan bagian lapisan bumi.
-          Tanah di permukaan bumi merekah sehingga menyebabkan jalan raya terputus.
-          Akibat guncangan yang hebat dapat terjadi tanah longsor yang menimbun segala sesuatudibawahnya.
-          Gempa dapat merobohkan berbagai bangunan.
-          Dapat terjadi banjir sebagai akibat dari rusaknya tanggul bendungan.
-          Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami, yaitu gelombang pasang di laut yang melanda daerah pantai.
-          Gempa dapat merenggut korban jiwa, luka berat, luka ringan, dan hilangnya orang.

3).          Angin Topan
Angin topan adalah angin yang berembus dengan kecepatan tinggi (lebih dari 100 km/jam). Jika angin tersebut disertai hujan disebut badai.
-          Rumah-rumah yang kurang kuat dapat rusak atapnya bahkan ada yang roboh.
-          Areal pertanian, perkebunan, dan hutan rusak.
-          Membahayakan bagi kegiatan penerbangan.
-          Menimbulkan ombak yang besar sehingga dapat menenggelamkan kapal.
  
4).          Banjir
    Banjir merupakan genangan air yang meliputi daerah yang cukup luas karena sungai tidak mampu lagi menampung. Banjir dapat merusak saluran irigasi, jembatan, jalan raya, jalan kereta api, rumah penduduk, dan areal pertanian.

5).          Tanah Longsor
Lereng atau lahan yang kemiringannya melampaui 20 derajat umumnya memiliki kecenderungan untuk bergerak atau longsor.
Tanah menjadi longsor karena faktor alam, seperti adanya gempa dan hujan deras, atau juga faktor manusia berupa tindakan penggundulan hutan.

2.4.2.                  Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Kegiatan Manusia
1).    Kerusakan Hutan
    Hutan merupakan bagian sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Akan tetapi, karena hutan dibutuhkan manusia dan mudah didayagunakan, hutan justru telah banyak mengalami kerusakan akibat ulah manusia. Adapun bentuk kerusakan hutan akibat ulah manusia, yaitu sebagai berikut :
-          Hutan dimanfaatkan secara berlebihan. Contohnya, penebangan pepohonan di hutan untuk keperluan industri, rumah tangga, dan bahan bangunan.
-          Hutan dialihfungsikan menjadi lahan pertanian, permukiman, dan kegiatan penambangan. Pengalihan fungsi ini dilakukan dengan cara menebang dan membakar pepohonan sehingga lahan menjadi kritis.
 
Kerusakan hutan dapat menimbulkan hal-hal berikut :
a.       Berbagai jenis hewan dan tumbuhan mengalami kepunahan.
b.      Timbul perubahan iklim karena hutan tidak lagi berfungsi sebagai pengatur iklim.
c.       Terjadi kekeringan pada musim kemarau dan banjir di musim hujan.
d.      Meluasnya lahan kritis, yakni lahan tidak subur dan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

2).    Pencemaran Lingkungan
     Pencemaran lingkungan adalah masuknya limbah hasil kegiatan manusia ke dalam suatu wilayah tertentu, sehingga kualitas lingkungan wilayah tersebut menjadi berubah dan tidak sesuai lagi dengan peruntukannya.


a.      Pencemaran Air
                  Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
          Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organic seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksinorganik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

b.      Pencemaran Udara
     Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansifisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
     Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
     Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
     Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

c.       Pencemaran Tanah
    Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

       Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepadamanusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.





Prinsip dan Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

1.      Prinsip Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
      Prinsip hukum pelestarian fungsi lingkungan hidup, secara teoritis-idealistis adalah sebuah prinsip yang menghendaki upaya-upaya konkret dilapangan untuk mewujudkan eksistensi kelestarian fungsi lingkungan hidup secara terus-menerus dari ancaman pencemaran atau kerusakan dari ancaman pencemaran atau kerusakan akibat kelalaian yang dilakukan oleh pelaku usaha atau kegiatan. Idealisme yang melandasi prinsip ini pada intinya adalah proses atau cara yang tepat untuk melakuan beragam upaya untuk mempertahankan kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Prinsip pelestarian sumberdaya alam hayati:
1).    Prinsip toleransi;sumberdaya alam mempinyai batas toleransi tertentu,apabila batas ini di lampaui akan rusak.
2).    Prinsip inoptimum;tidak ada sumber daya hanyati yang bisa berkembang secara optimal.
3).    Prinsip adanya faktor pengontrol;yaitu faktor yang dapat menentukan dinamika populasi sumberdaya alam hayati.
4).    Prinsip ketanpa balikan;beberapa sumberdaya hayati tidak dapat di perbaharui lagi karena mata rantai dari suatu ekosistemnya terputus.
5).    Prinsip pembudidayaan
Sumberdaya alam hayati telah di budidayakan manusia harus terus menerus di perlihatikan dan dilindungi. Jika tidak perkembangannya menjadi terbatas.
Landasan penerapan prinsip hukum pelestarian fungsi lingkungan hidup tersebut merujuk pada ketentuan:
a.       pasal 6 ayat (1) Undang Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) yang menyebutkan bahwa : “setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup”.
b.      Pasal 14 ayat (1) UUPLH menegaskan pula bahwa : “Untuk menjamin pelestarian fungsi lingkungan hidup, setiap usaha dan/atau kegiatan dilarang melanggar baku mutu dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup”.
c.       Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, bahwa: “Perusahaan industri wajib melaksanakan upaya keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam serta pencegahan timbulnya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup akibat kegiatan industri yang dilakukan.

2.      Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Dilakukan konservasi SDA, seperti : 
-          Suaka Margasatwa/SM adalah salah satu dari daerah hutan suaka alam yang
tujuannya sebagai tempat perlindungan untuk hewan-hewan langka agar tidak punah. Contohnya: SM. Gunung Rinjani di Lombok - NTB : 40.000 hektar
-          Cagar Alam/CA adalah adalah hutan suaka alam yang berhubungan dengan keadaan alam yang khas termasuk alam hewani dan alam nabati yang perlu dilindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan . contohnya : CA. Nusakambangan Barat di Cilacap - Jawa Tengah : 928 hektar.
-          Taman Nasional/TN adalah daerah yang cukup luas yang tujuannya sebagai tempat perlindungan alam dan bukan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat rekreasi. contohnya: TN. Kepulauan Seribu di Jakarta.
-          Memperbanyak tumbuhan langka dengan cara campur tangan manusia (reproduksi vegetative : cangkok, merunduk, stek dll).
-          Memperbanyak hewan dan tumbuhan langka dengan cara bioteknologi, seperti cloning, mutasi gen, rekayasa genetika, dll.
-          Menggalakkan reboisasi 
-          Menggalakkan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan PROKASIH (Program Kali Bersih) pada kota-kota besar dan padat industry. 
-          Melakukan gerakan tebang pilih. Program sistem tebang pilih yaitu dengan menebang kayu di hutan dengan cara memilih kayu yang sudah tua dan menanamnya kembali.
-          Membuat sengkedan untuk mengurangi laju erosi. Sengkedan disebut juga terasering, yaitu tanah bertingkat. Sengkedan dibuat di tanah-tanah yang miring, seperti di daerah pegunungan. Sengkedan bertujuan menahan pengikisan tanah. Sengkedan membuat gerak air yang deras menjadi berkurang. Jadi, erosi atau pengikisan tanah tidak terjadi.
-          Menangkap ikan secara normal dan umum. Artinya tanpa menggunakan bahan peledak atau racun untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak. Sehingga dengan demikian bila ada yang masih kecil tertangkap dapat dikembalikan lagi.
-          Menggali hasil tambang dengan memperhatikan buangan limbahnya.
-          Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang harus selalu hijau karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi perairan di darat.
-          Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.
-          Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki tingkat pencemaran tinggi sehingga menimbulkan polusi. penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan pada tanah.


DAFTAR PUSTAKA
      Maftukhah. 2008. Artikel: Klasifikasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup https://dokumen.tips/documents/klasifikasi-sumber-daya-alam-dan-lingkungan-hidup.html
      Kristanto , Immanuel. 2016. Artikel: klasifikasi sumber daya alam dan lingkungan hidup https://dokumen.tips/documents/klasifikasi-sumber-daya-alam-dan-lingkungan-hidup.html
      Permanaludin, Wahyu. 2011. Konsep Pengelolaan Sumber Daya Alam. http://wahyupermanaludin.blogspot.com/2011/08/konsep-pengelolaan-sumber-daya-alam.html
      Pratiwi, Mega. 2016. Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup. https://megapratiwi4creguler.blogspot.com/2016/03/makalah-masalah-kependudukan-dan.html