Pages

Jumat, 03 Agustus 2018

Dampak Perilaku Pembangunan yang Cenderung Eksploitatif dan Destruktif terhadap Sumber Daya Alam di Planet Bumi


DAMPAK PERILAKU PEMBANGUNAN YANG CENDERUNG EKSPLOITATIF DAN DESTRUKTIF TERHADAP SUMBER DAYA ALAM DI PLANET BUMI



Oleh :
Florencia Yulia Widijanto – 02121170005
Kenzia Piet Waroka – 02121170011
Natalia Lintang Komari – 02121170018
Steven Aldion Angkouw– 02121170015




Siapa manusia di bumi ini yang tidak membutuhkan SDA? Hal itu tidak mungkin adanya, karena kelompok kami percaya bahwa semua manusia di bumi ini membutuhkan SDA. Pria maupun wanita, bayi maupun orang tua, orang sakit maupun sehat, semua pasti membutuhkan SDA. Lalu apakah SDA itu? SDA merupakan singkatan dari sumber daya alam yang memiliki definisi sebagai segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Terdapat macam-macam sumber daya alam, yaitu :
1. Berdasarkan jenisnya atau komponennya, sumber daya alam dibagi menjadi 2 yaitu:

·       Sumber daya alam biotik (hayati) : sumber daya alam berupa makhluk yang hidup yang meliputi tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. 


·       Sumber daya alam abiotik (nonhayati) : sumber daya alam yang terdiri dari benda-benda mati meliputi minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.

            2. Berdasarkan sifatnya, sumber daya alam dibagi menjadi 3 yaitu :


·       Sumber daya alam yang bersifat dapat diperbaharui (renewable) : sumber daya alam yang sekiranya tidak dapat habis dikarenakan sumber daya tersebut mampu melakukan reproduksi dan regenerasi asalkan pengguna sumber daya itu bisa menggunakannya secara efisien. Sumber daya yang dapat diperbaharui meliputi mikroba, air, angin, hewan, dan tumbuhan. 

·       Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable) : sumber daya yang penggunaannya lebih cepat daripada proses pembuatan sumber daya itu sendiri. Sehingga, jika manusia menggunakannya secara berlebihan maka dipastikan bahwa sumber daya tersebut dapat habis. Contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah minyak bumi, gas, emas, besi, dan bahan tambang lainnya.
·       Sumber daya alam yang tidak habis : sumber daya alam yang keberadaannya akan selalu ada misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
3. Berdasarkan potensinya, sumber daya alam dibagi menjadi 3 yaitu :
·       Sumber daya alam materi : sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya. 
·       Sumber daya alam energi : sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
·       Sumber daya alam ruang : sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.



Berbicara mengenai sumber daya alam, semua manusia akan berusaha untuk menggunakan dan memanfaatkan sumber daya alam tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian besar manusia akan menggunakan sumber daya tersebut melalui pembangunan. Pembangunan sendiri merupakan upaya-upaya untuk untuk menerapkan kemampuan dalam pengelolaan sumberdaya dan aset yang dimiliki untuk mencapai keadaan yang lebih baik. Kemampuan mengelola, ketersediaan sumber daya, dan jumlah aset yang dimiliki dengan demikian merupakan tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Mengingat hal tersebut, maka dari itu semakin banyak sumberdaya yang dikuasai dan semakin besar tingkat penguasaan terhadap sumberdaya tersebut, akan semakin besar pula peluang pembangunan yang dilaksanakan akan berhasil dengan lebih baik dengan menguras sumber daya tersebut semaksimal mungkin. Pada kenyataannya, teknologi semakin berkembang pesat dan canggih. Sehingga, banyak sumber daya alam yang awalnya sulit untuk dimanfaatkan dan dikelola menjadi sumber daya yang mudah untuk dikelola berkat adanya teknologi canggih tersebut. Tetapi sayangnya, selain diiringi dengan canggihnya teknologi, hal tersebut tidak dapat melawan kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi justru semakin rendah dan memburuk. Secara ekonomi, pembangunan ekonomi tentu saja memerlukan pertumbuhan ekonomi (growth) terlebih dahulu. Kenyataannya, akhir-akhir ini kebijakan promosi pertumbuhan ekonomi semata banyak mendapat tantangan karena berakibat pada terganggunya sistem ekologi. Di sisi lain, krisis lingkungan muncul mengikuti pertumbuhan tersebut, dengan terjadinya lahan kritis, hutan yang menyusut bahkan gundul, pencemaran udara dan air, dan bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Keadaan tersebut terjadi karena dalam pembangunan ekonomi, banyak sekali aspek yang tidak memiliki nilai pasar secara finansial, tetapi sangat signifikan peranannya dalam menentukan dan menjaga sumberdaya alam dan lingkungan yang selanjutnya akan menentukan keberhasilan pembangunan berikutnya. Misalnya eksploitasi sumberdaya alam yang sangat intensif akan menguras deposit sumberdaya alam tersebut. Pada gilirannya ketika depositnya sudah demikian menipis, kegiatan pembangunan tidak dapat berkelanjutan apabila hanya mengandalkan pada jenis sumber daya alam ini. Pengurasan deposit ini tidak dinilai dalam pasar sumber daya tersebut, sehingga harga yang disepakati terlalu rendah dan tidak mencerminkan tingkat kelangkaannya, akibatnya sumber daya yang bersangkutan dikuras secara sangat cepat.
Adapun dampak dari perilaku pembangunan sumber daya alam yang bersifat eksploitatif juga destruktif. Perilaku yang bersifat eksploitatif berarti perilaku yang memanfaatkan sumber daya yang ada secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan, untuk kepentingan ekonomi tanpa mempertimbangan rasa patuh, keadilan serta kompensasi kesejahteraan. Kemudian, perilaku yang bersifat destruktif berarti adalah sesuatu tindakan yang bersifat memusnahkan, merusak, atau menghancurkan. Berikut beberapa contoh dampak dari perilaku manusia terhadap sumber daya alam.
1.     Kerusakan Hutan
Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat dan tumbuhan lainnya. Hutan merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi. Hutan adalah jantung kehidupan karena menjadi tempat tinggal berbagai flora dan fauna. Selain itu, hutan juga sangat bermanfaat untuk keperluan umat manusia. Saat ini hutan sudah banyak dijadikan lahan pertanian, pemukiman penduduk, dan kawasan industri. Pohon-pohon hutan sudah banyak yang ditebang untuk diambil kayunya sebagai bahan bangunan. Banyaknya kebutuhan kayu untuk berbagai keperluan menyebabkan terjadinya penebangan pohon secara besar-besaran tanpa memperhatikan kelestarian hutan. 
Laju kerusakan hutan di Indonesia terdapat perbedaan data yang FAO sebesar 1.315.000 ha/ tahun atau 1 persen per tahun, Green Peace sebesar 3.800.000 ha/tahun, dan Departemen Kehutanan 300.000 ha/tahun. Akibat aktivitas manusia, hutan-hutan yang dulu menghijau menjadi rusak, tandus, dan gersang. Kerusakan hutan mengakibatkan terjadinya banjir bandang, erosi tanah, kebakaran hutan, punahnya hewan dan tumbuhan, pengeringan sumber mata air dan sungai, berkurangnya produk hutan, serta pemanasan global. Semua fenomena tersebut berdampak negatif kepada kehidupan manusia.
2.     Pencemaran Air
Ketika kita menggunakan air yang tercemar, hal tersebut akan menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan rasa, bau, dan warna. Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa kegiatan, misalnya kegiatan rumah tangga, pertanian, dan industri. 
a.     Kegiatan Rumah Tangga
Kegiatan rumah tangga saat ini banyak menghasilkan berbagai limbah padat dan cair. Limbah padat berupa sampah, sedangkan limbah cair berupa air buangan yang mengandung zat kimia, misalnya deterjen. Limbah tersebut masuk ke perairan dan menyebabkan terjadinya pencemaran air.
b.     Kegiatan Pertanian
Pertanian dapat juga mengakibatkan pencemaran. Pupuk yang digunakan dalam pertanian dapat mengakibatkan eutrofikasi. Eutrofikasi adalah pengayaan air oleh unsur pupuk yang menyebabkan pertumbuhan tanaman air juga gulma menjadi sangat cepat. Selain menggunakan pupuk, kegiatan pertanian juga menggunakan pestisida untuk memberantas hama. Namun demikian, penggunaan pestisida dapat menimbulkan kematian beberapa makhluk yang hidup di dalam air karena mengandung bahan- bahan kimia beracun. Banyak lahan pertanian yang berubah menjadi lahan kritis karena tidak memperhatikan konservasi. Pengikisan yang terus terjadi membuat lapisan tanah yang subur terbawa air dan akhirnya lahan pertanian menjadi tidak subur atau kritis.
c.     Kegiatan industri Kegiatan 

Industri banyak membutuhkan air untuk proses produksi. Salah satu proses produksi yang dapat menimbulkan pencemaran air adalah dalam proses pendinginan mesin- mesin di pabrik. Dalam proses pendinginan, air diambil dari sungai dan atau danau. Air tersebut lalu dibuang kembali ke sungai atau danau dalam bentuk air dengan suhu panas yang dapat mematikan beberapa fauna dan flora yang tidak dapat bertahan dengan kenaikan suhu air. Di samping itu, limbah industri yang mengandung zat kimia dan logam-logam berat pun jika dibuang ke wilayah perairan akan menyebabkan pencemaran yang berbahaya bagi makhluk hidup.  Pencemaran udara juga terjadi karena penggunaan batu bara dan mobil-mobil yang sudah tua berdampak pada tumbuhan dan hewan. serta boiler untuk memasak dan pemanasan Tumbuhan yang terkena pencemaran udara selama musim dingin. akan mengalami gejala seperti bintik-bintik pada daun, kerusakan pada jaringan daun, mengganggu fotosintesis, warna daun pucat, dan daun berguguran. Pencemaran udara juga dapat menyebabkan besi berkarat sehingga mudah rapuh.
3.     Pencemaran Udara 
Pencemaran udara berasal dari asap hasil pembakaran gas buang kendaraan bermotor, industri, dan kegiatan rumah tangga.

4.     Pencemaran Tanah 

Tanah merupakan unsur penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Tanah menjadi tempat tinggal berbagai makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain menjadi tempat tinggal, tanah bermanfaat menumbuhkan berbagai tumbuhan yang menjadi sumber makanan bagi hewan dan manusia. Tanah yang baik bagi tumbuhan adalah tanah yang subur. Kesuburan tanah dipengaruhi oleh organisme seperti bakteri, jamur, dan organisme lain yang menguraikan limbah di dalam tanah dan menyediakan unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya (unsur hara). Kesuburan tanah dapat berkurang jika tanah tercemar oleh limbah cair yang mengandung bahan kimia berbahaya dan limbah padat berupa sampah. Pencemaran tanah terjadi jika terdapat bahan-bahan asing, baik organik maupun anorganik, yang menyebabkan daratan rusak. Akibatnya, daratan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Padahal jika daratan tersebut tidak mengalami kerusakan, dapat digunakan untuk mendukung kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan, kehutanan, permukiman, dan lain-lain.
Sampah yang dibuang ke tanah tidak hanya berupa sampah organik, tetapi juga sampah anorganik. Sampah anorganik sulit untuk diurai atau dipecah oleh mikroorganisme sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. Menurut Miller (1975), sampah plastik akan hancur dalam waktu 240 tahun jika ditimbun dalam tanah. Sampah kaleng yang terbuat dari timah atau besi memerlukan waktu 100 tahun untuk dapat berkarat dan hancur menjadi tanah. Kaleng yang terbuat dari alumunium memerlukan waktu 500 tahun untuk menjadi tanah. Sampah gelas atau kaca baru akan hancur dalam waktu 1 juta tahun. Karena itulah dalam pembuangannya, sampah sebaiknya dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan pembuatan kompos. Sampah anorganik dapat digunakan untuk berbagai keperluan lain dengan cara dipakai ulang atau didaur ulang. Dengan cara demikian, di samping menghemat pemakaian sumber daya alam juga sampah anorganik tidak terus menumpuk di lokasi tempat pembuangan sampah. 

Terima Kasih...
kelompok 10, UPHS.

0 komentar:

Posting Komentar